Author: aji prayitno

  • Kunjungi Dankorps Brimob Polri, Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya Perkuat Soliditas TNI-Polri

    Kunjungi Dankorps Brimob Polri, Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya Perkuat Soliditas TNI-Polri

    DEPOK – Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri, S.I.K., M.Si., bersama Pangdam Jaya/Jayakarta Letjen TNI Deddy Suryadi, S.I.P., M.Si., melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Markas Komando Korps Brimob Polri di Kelapa Dua, Depok, Kamis (6/8/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat soliditas dan sinergi TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan Jakarta sebagai ibu kota negara sekaligus mendukung berbagai agenda strategis nasional.

    Rombongan disambut langsung oleh Dankorbrimob Polri Komjen Pol. Ramdani Hidayat didampingi Wadankorbrimob Polri Irjen Pol. Reza Arief Dewanto, S.I.K., Danpas Pelopor Korbrimob Polri Brigjen Pol. Gatot Mangkurat PPJ, S.I.K., serta Danpas Gegana Korbrimob Polri Brigjen Pol. Mulyadi, S.I.K., M.H. Turut mendampingi Kapolda dan Pangdam, Asrendam Jaya Brigjen TNI Chandra Ariyadi P., S.I.P., M.Tr.(Han), Asintel Kasdam Jaya Brigjen TNI Sri Marantika Beruh, S.Sos., M.I.Pol., Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto, S.I.K., M.Si., serta Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto, S.I.K., M.Si. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban dengan membahas penguatan sinergi antarsatuan, peningkatan koordinasi, serta kesiapsiagaan menghadapi berbagai dinamika kamtibmas di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

    Mengawali pertemuan, Dankorbrimob Polri Komjen Pol. Ramdani Hidayat menegaskan kesiapan Korps Brimob Polri untuk terus mendukung Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya dalam menjaga keamanan ibu kota melalui kolaborasi yang erat dan kesiapsiagaan personel.

    “Korps Brimob Polri siap bersinergi dan mendukung setiap langkah Polda Metro Jaya maupun Kodam Jaya dalam menjaga keamanan Jakarta. Dengan kemampuan dan kesiapan yang kami miliki, Korps Brimob siap dilibatkan kapan pun dibutuhkan demi menjaga stabilitas keamanan serta memberikan perlindungan terbaik kepada masyarakat,” kata Komjen Pol. Ramdani Hidayat.

    Selanjutnya, Pangdam Jaya Letjen TNI Deddy Suryadi menekankan bahwa keberhasilan menjaga keamanan Jakarta membutuhkan sinergi yang terbangun secara utuh di seluruh tingkatan organisasi, sehingga setiap kebijakan dan pelaksanaan tugas dapat berjalan selaras di lapangan.

    “Jakarta memiliki arti yang sangat strategis bagi bangsa dan negara. Karena itu, sinergitas TNI dan Polri harus terbangun kuat, mulai dari tingkat pimpinan hingga seluruh personel di lapangan. Soliditas dari atas sampai bawah menjadi kekuatan utama dalam menjaga keutuhan NKRI sekaligus memastikan seluruh aktivitas masyarakat dan agenda nasional dapat berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif,” ujar Letjen TNI Deddy Suryadi.

    Menutup rangkaian pertemuan, Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri menegaskan bahwa soliditas TNI-Polri tidak hanya menjadi kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan, tetapi juga merupakan fondasi penting dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.

    “TNI dan Polri merupakan kekuatan sekaligus pilar utama kebangsaan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena itu, soliditas, komunikasi, dan koordinasi harus terus kita pelihara agar negara senantiasa hadir memberikan rasa aman kepada masyarakat serta menjaga stabilitas nasional,” tegas Komjen Pol. Asep Edi Suheri.

    Kunjungan tersebut semakin memperkuat komitmen Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, dan Korps Brimob Polri untuk terus meningkatkan koordinasi, interoperabilitas, dan soliditas antarsatuan. Dengan sinergi yang semakin kokoh, TNI dan Polri siap menjaga Jakarta tetap aman, kondusif, serta mendukung kelancaran berbagai agenda strategis nasional.

    TNI PRIMA
    POLRI PRESISI
    JAGA JAKARTA UNTUK INDONESIA

  • PENGGANTIAN KAPOLRI “DIHEMBUS OLEH PIHAK PIHAK TERGANGGU KENYAMANANNYA”

    PENGGANTIAN KAPOLRI “DIHEMBUS OLEH PIHAK PIHAK TERGANGGU KENYAMANANNYA”

    Pasca penetapan Febrie Adriansyah menjadi tersangka oleh penyidik Polri, berhembus kencang isu untuk melakukan penggantian Kapolri. Memperkuat isu tersebut muncul isu tambahan, calon pengganti Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo pun sudah sempat dipanggil untuk menghadap salah satu pejabat penting dan berpengaruh di Republik ini, namanya isu tentu kebenarannya masih belum dapat dipertanggungjawabkan. Namun bisa juga mengandung kebenaran.

    Menanggapi isu itu Prof Dr. Juanda, SH.MH. Guru Besar Hukum Tata Negara Esa Unggul Jakarta menyatakan bahwa jika isu itu menjadi kenyataan. dan terjadi penggantian Kapolri , maka secara hukum tidak ada yang salah dan itu memang yurisdiksi kompetensi Presiden.

    Namun yang tidak bisa diterima hukum akal sehat kita di dalam negara hukum seperti Indonesia ini adalah mengapa terhadap Kapolri yang jelas jelas sedang berjuang dan konsisten menjalankan tugas dan wewenangnya dalam memberantas korupsi harus diganti, dianggap salah atau dinilai tidak loyal dengan Presiden, ini merupakan sikap Anomali, negara hukum apa ini , sementara Presiden Prabowo sendiri dari sebelum manjabat Presiden saat kampanye dulu sampai sudah terpilih menjabat Presiden dengan selalu lantang dan tegas menyatakan Bapak Presiden Prabowo akan melawan dan memberantas korupsi, korupsi itu musuh rakyat oleh karena itu bila perlu akan mengejar para koruptor koruptor itu sampai ke antartika. Bahkan siap mati untuk membela kepentingan rakyat. Demikian semangat dan komitmen Presiden Prabowo untuk memberantas Korupsi.

    Prof Juanda, merasa aneh dan tidak percaya jika Presiden melakukan penggantian Kapolri di saat saat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo beserta jajarannya tegak lurus melaksanakan arahan Presiden dalam pemberantasan korupsi, apalagi kasus dugaan korupsi ini sangat besar nilainya dan tersangkanya adalah eks pejabat tinggi penegak hukum yang sangat strategis. Apa yang dilakukan Kapolri tersebut sepantasnya atau selayaknya Presiden memberikan dukungan penuh dan memberikan penghargaan sebagai prestasi. Sebab sudah barang tentu untuk.membongkar kasus ini sebesar ini tidaklah gampang dan harus memiliki ketangguhan mental yang prima serta didukung tingkat profesionalitas dan alat bukti yang kuat secara hukum.

    Jika isu penggantian Kapolri dihembus oleh pihak pihak yang merasa terganggu kenyamanannya akibat ditetapkan Febrie Adriansyah sebagai tersangka, tentu Kapolri dan jajarannya tidak perlu ragu dan mundur dalam pemberantasan Korupsi di Indonesia. Rakyat pasti mendukung dan selalu bersama sama Kapolri dan Penegak hukum lainnya untuk melawan Korupsi dan kita berharap saatnya Presiden membuktikan konsistensi antara ucapan dan tindakan, rakyat menanti itu dan pasti mengawal kasus ini sampai tuntas. jelas Prof Juanda Ketua Dewan Pembina DPP PERADI MAJU mengakhiri.

  • PENGGANTIAN KAPOLRI “KOMPETENSI ABSOLUT PRESIDEN”

    PENGGANTIAN KAPOLRI “KOMPETENSI ABSOLUT PRESIDEN”

    Pasca penetapan Febrie Adriansyah menjadi tersangka oleh penyidik Polri, berhembus kencang isu untuk melakukan penggantian Kapolri. Memperkuat isu tersebut muncul isu tambahan, calon pengganti Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo pun sudah sempat dipanggil untuk menghadap salah satu pejabat penting dan berpengaruh di Republik ini, namanya isu tentu kebenarannya masih belum dapat dipertanggungjawabkan. Namun bisa juga mengandung kebenaran.

    Menanggapi isu itu Prof Dr. Juanda, SH.MH. Guru Besar Hukum Tata Negara Esa Unggul Jakarta menyatakan bahwa jika isu itu menjadi kenyataan. dan terjadi penggantian Kapolri , maka secara hukum tidak ada yang salah dan itu memang yurisdiksi kompetensi Absolut Presiden.

    Namun yang tidak bisa diterima hukum akal sehat kita di dalam negara hukum seperti Indonesia ini adalah mengapa terhadap Kapolri yang jelas jelas sedang berjuang dan konsisten menjalankan tugas dan wewenangnya dalam memberantas korupsi harus diganti, dianggap salah atau dinilai tidak loyal dengan Presiden, ini merupakan sikap Anomali, negara hukum apa ini , sementara Presiden Prabowo sendiri dari sebelum manjabat Presiden saat kampanye dulu sampai sudah terpilih menjabat Presiden dengan selalu lantang dan tegas menyatakan Bapak Presiden Prabowo akan melawan dan memberantas korupsi, korupsi itu musuh rakyat oleh karena itu bila perlu akan mengejar para koruptor koruptor itu sampai ke antartika. Bahkan siap mati untuk membela kepentingan rakyat. Demikian semangat dan komitmen Presiden Prabowo untuk memberantas Korupsi.

    Prof Juanda, merasa aneh dan tidak percaya jika Presiden melakukan penggantian Kapolri di saat saat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo beserta jajarannya tegak lurus melaksanakan arahan Presiden dalam pemberantasan korupsi, apalagi kasus dugaan korupsi ini sangat besar nilainya dan tersangkanya adalah eks pejabat tinggi penegak hukum yang sangat strategis. Apa yang dilakukan Kapolri tersebut sepantasnya atau selayaknya Presiden memberikan dukungan penuh dan memberikan penghargaan sebagai prestasi. Sebab sudah barang tentu untuk.membongkar kasus ini sebesar ini tidaklah gampang dan harus memiliki ketangguhan mental yang prima serta didukung tingkat profesionalitas dan alat bukti yang kuat secara hukum.

    Jika isu penggantian Kapolri dihembus oleh pihak pihak yang merasa terganggu kenyamanannya akibat ditetapkan Febrie Adriansyah sebagai tersangka, tentu Kapolri dan jajarannya tidak perlu ragu dan mundur dalam pemberantasan Korupsi di Indonesia. Rakyat pasti mendukung dan selalu bersama sama Kapolri dan Penegak hukum lainnya untuk melawan Korupsi dan kita berharap saatnya Presiden membuktikan konsistensi antara ucapan dan tindakan, rakyat menanti itu dan pasti mengawal kasus ini sampai tuntas. jelas Prof Juanda Ketua Dewan Pembina DPP PERADI MAJU mengakhiri.

  • Polri Gerak Cepat Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Padang

    Polri Gerak Cepat Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Padang

    Jakarta, 3 Agustus 2026 – Hingga Senin (3/8) malam, personel SAR Brimob Polda Sumatera Barat masih terus bekerja di lapangan mengevakuasi warga yang terdampak banjir akibat tingginya curah hujan di sejumlah wilayah Kota Padang. Sejak pukul 15.00 WIB, Polri mengerahkan 71 personel SAR Brimob yang terbagi dalam lima tim ke sejumlah titik terdampak untuk melakukan penyelamatan masyarakat, sementara proses pendataan korban dan pengungsi dilakukan secara paralel dengan operasi evakuasi.

    Operasi kemanusiaan tersebut dilaksanakan berdasarkan Rencana Kontinjensi Aman Nusa II Tahun 2026. Sebanyak lima tim SAR Brimob diterjunkan ke sejumlah lokasi terdampak, yaitu Kuranji (Kampung Lapau Munggu Guo), Air Pacah, Tunggul Hitam, serta Perumahan Villa Bukit Gading III Sungai Sapih.

    Personel yang dikerahkan terdiri atas:

    • Tim 1 sebanyak 10 personel dipimpin Aipda Masrizal, bertugas di Kuranji, Kampung Lapau Munggu Guo.
    • Tim 2 sebanyak 13 personel dipimpin Iptu Ferry Siahaan, bertugas di Air Pacah.
    • Tim 3 sebanyak 18 personel dipimpin Iptu M. Yusuf, S.H., bertugas di Tunggul Hitam.
    • Tim 4 (Den Gegana) sebanyak 15 personel dipimpin Ipda Hendra Eka Putra, bertugas di Perumahan Villa Bukit Gading III, Sungai Sapih.
    • Tim 5 sebanyak 15 personel dipimpin Ipda Andi Susandi, bertugas di Air Pacah.

    Dalam operasi ini, Brimob Polda Sumbar mengerahkan berbagai perlengkapan SAR, antara lain lima unit perahu karet, mesin tempel, life jacket, helm SAR, tali karmantel, pelampung, alat komunikasi HT, genset, kendaraan operasional, serta perlengkapan penyelamatan lainnya untuk mempercepat proses evakuasi di wilayah yang masih tergenang banjir.

    Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., mengatakan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap operasi kemanusiaan yang dilakukan Polri.

    “Saat ini fokus utama kami adalah menyelamatkan masyarakat. Personel Polri bersama tim gabungan terus melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak banjir. Untuk jumlah korban masih dalam proses pendataan karena situasi di lapangan terus berkembang,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo.

    Ia menjelaskan bahwa proses pendataan korban dan pengungsi dilakukan secara bersamaan dengan operasi penyelamatan agar bantuan dapat segera diberikan secara tepat sasaran.

    “Kami sedang mendata jumlah korban serta warga yang mengungsi. Namun, upaya yang paling penting saat ini adalah segera mengevakuasi masyarakat yang terdampak banjir ke tempat yang aman. Pendataan pengungsi dilakukan secara paralel dengan proses penyelamatan sehingga kebutuhan masyarakat dapat segera dipenuhi,” jelasnya.

    Menurut Brigjen Pol. Trunoyudo, penanganan bencana dilakukan melalui sinergi seluruh unsur agar proses evakuasi berjalan cepat dan efektif.

    “Anggota kami hingga saat ini masih terus bekerja di lapangan untuk mengevakuasi masyarakat yang terdampak banjir. Keselamatan warga adalah prioritas utama. Kami bekerja sama dengan BPBD, Basarnas, TNI, pemerintah daerah, serta seluruh stakeholder terkait dan masyarakat agar proses evakuasi, pendataan pengungsi, dan penyaluran bantuan dapat berjalan secara optimal hingga situasi kembali aman,” tegasnya.

    Polri mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta segera melaporkan apabila terdapat warga yang membutuhkan pertolongan. Hingga berita ini diterbitkan, personel SAR Brimob Polda Sumatera Barat masih melaksanakan evakuasi dan bersiaga di lokasi-lokasi terdampak banjir sebagai bagian dari komitmen Polri untuk hadir melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat dalam situasi darurat.

  • Patroli Brimob dan Polsek Cilincing Amankan Dua Pria Diduga Terlibat Curanmor

    Patroli Brimob dan Polsek Cilincing Amankan Dua Pria Diduga Terlibat Curanmor

    Jakarta – Tim Patra Kompi 4 Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Metro Jaya bersama personel Polsek Cilincing mengamankan dua pria yang diduga terlibat pencurian kendaraan bermotor di Gang Teratai, Jalan Kali Baru, Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (29/7/2026) sekitar pukul 00.15 WIB. Keduanya diamankan setelah petugas menerima laporan saat melaksanakan patroli kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) untuk menjaga keamanan wilayah.

    Sebelumnya, petugas menerima informasi mengenai dua pria yang telah diamankan warga karena diduga terlibat pencurian sepeda motor. Tim gabungan kemudian bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan lebih lanjut.

    Berdasarkan laporan korban, pencurian diduga terjadi di Gang Melati, Jalan Kali Baru, Cilincing. Sepeda motor tersebut selanjutnya diduga dibawa dan disembunyikan di sebuah rumah di kawasan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

    Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto mengatakan, patroli KRYD dilakukan untuk mencegah gangguan keamanan sekaligus memberikan respons cepat terhadap laporan masyarakat.

    “Patroli KRYD merupakan bagian dari upaya kami menjaga keamanan wilayah sekaligus merespons cepat setiap informasi dari masyarakat. Pihak yang diamankan selanjutnya diserahkan kepada satuan kewilayahan untuk menjalani pemeriksaan dan pendalaman sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Kombes Henik.

    Lebih lanjut, kedua pria tersebut telah dibawa ke Polsek Cilincing untuk pemeriksaan serta pendalaman lebih lanjut.

  • Wakapolri Kukuhkan Pengurus KBPP Polri 2026–2031, Dorong SDM Unggul dan Berdaya Saing

    Wakapolri Kukuhkan Pengurus KBPP Polri 2026–2031, Dorong SDM Unggul dan Berdaya Saing

    Jakarta – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., mengukuhkan Pengurus Pimpinan Pusat Keluarga Besar Putra Putri (KBPP) Polri Masa Bakti 2026–2031 di Gedung Bhakti Dharma Waspada, STIK Lemdiklat Polri, Jakarta Selatan, Rabu (29/7).

    Pengukuhan tersebut menjadi momentum penting bagi KBPP Polri untuk memperkuat perannya sebagai organisasi keluarga besar Polri yang berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM), pemberdayaan masyarakat, serta mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

    Dalam laporannya, Ketua Umum KBPP Polri AH Bimo Suryono, S.E., S.H., menyampaikan bahwa susunan Ketua, Sekretaris, Bendahara (KSB) beserta Ketua Dewan Pengawas KBPP Polri Masa Bakti 2026–2031 telah resmi memperoleh pengesahan dari Kementerian Hukum. Pengesahan tersebut menjadi dasar bagi kepengurusan baru untuk menjalankan roda organisasi secara profesional, akuntabel, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

    Bimo juga memperkenalkan jajaran pengurus inti yang berasal dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari pemerintahan, akademisi, dunia usaha, hingga tokoh muda keluarga besar Polri. Menurutnya, keberagaman tersebut menjadi kekuatan organisasi dalam membangun kolaborasi, menghadirkan gagasan baru, serta memperluas kontribusi KBPP Polri bagi masyarakat.

    “KBPP Polri ingin menjadi rumah bersama bagi putra-putri keluarga besar Polri untuk berkarya, berkolaborasi, dan mengabdi. Kami berharap organisasi ini dapat menjadi wadah yang produktif bagi generasi muda dalam mendukung pembangunan nasional,” ujar Bimo.

    Ia menjelaskan, dengan jumlah personel Polri yang tersebar di seluruh Indonesia, keluarga besar Polri memiliki potensi yang sangat besar untuk berkontribusi dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kewirausahaan, kegiatan sosial, hingga penguatan nilai-nilai kebangsaan. Untuk itu, KBPP Polri akan melakukan penguatan pendataan anggota dan konsolidasi organisasi hingga tingkat daerah agar program-program organisasi dapat berjalan lebih efektif dan menjangkau lebih banyak masyarakat.

    KBPP Polri juga berkomitmen memperkuat sinergi dengan berbagai satuan kerja Polri serta para pemangku kepentingan lainnya agar program pemberdayaan masyarakat, peningkatan kapasitas generasi muda, dan kegiatan sosial kemasyarakatan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.

    Sementara itu, dalam arahannya, Wakapolri menegaskan bahwa pengukuhan kepengurusan baru bukan sekadar seremoni organisasi, tetapi menjadi titik awal untuk memperkuat kontribusi nyata keluarga besar Polri dalam menjawab berbagai tantangan bangsa.

    Menurut Wakapolri, dunia saat ini menghadapi perkembangan yang sangat dinamis, mulai dari perubahan geopolitik, transformasi digital, kemajuan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), hingga meningkatnya tantangan keamanan siber dan penyebaran informasi yang tidak benar. Kondisi tersebut membutuhkan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan memiliki karakter kebangsaan yang kuat.

    “Visi KBPP Polri sebagai organisasi yang berintegritas, profesional, modern, dan berlandaskan nilai-nilai Bhayangkara harus diwujudkan melalui kerja nyata yang memberikan manfaat bagi anggota, masyarakat, bangsa, dan negara,” kata Wakapolri.

    Ia menjelaskan bahwa Polri terus melakukan transformasi melalui pendekatan human-centered policing dan evidence-based policing sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, memperkuat kepercayaan publik, serta mendukung berbagai program strategis nasional.

    Dalam konteks tersebut, Wakapolri menilai KBPP Polri memiliki posisi strategis sebagai mitra yang mampu membangun karakter generasi muda, memperkuat literasi digital, meningkatkan kepedulian sosial, dan mendorong tumbuhnya kewirausahaan di kalangan keluarga besar Polri.

    Sebagai Pembina Harian KBPP Polri, Wakapolri menyampaikan tiga arah kebijakan utama bagi kepengurusan baru.

    Pertama, memperkuat pemberdayaan ekonomi keluarga besar Polri melalui pengembangan UMKM, kewirausahaan, dan jejaring usaha yang saling mendukung sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan anggota dan masyarakat.

    Kedua, membangun tata kelola organisasi yang profesional, transparan, akuntabel, dan berbasis digital agar KBPP Polri semakin adaptif terhadap perkembangan zaman serta mampu menjangkau generasi muda.

    Ketiga, memperkuat pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan sosial, pendidikan, kemanusiaan, serta kolaborasi dengan satuan kerja Polri di seluruh Indonesia dalam mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat.

    Wakapolri juga mengajak seluruh pengurus untuk menjadikan KBPP Polri sebagai ruang kolaborasi lintas generasi yang mampu melahirkan sumber daya manusia unggul, berkarakter, dan memiliki semangat pengabdian.

    “Indonesia memiliki bonus demografi yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. KBPP Polri harus menjadi bagian dari upaya mencetak generasi yang berintegritas, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki kepedulian sosial, serta siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Wakapolri menekankan pentingnya memperkuat budaya gotong royong, menjaga persatuan, serta membangun kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, organisasi yang kuat adalah organisasi yang mampu menghadirkan solusi dan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya.

    Mengakhiri sambutannya, Wakapolri mengajak seluruh pengurus dan anggota KBPP Polri untuk menjaga semangat kebersamaan, menjunjung tinggi nilai-nilai Tri Brata dan Catur Prasetya, serta terus berinovasi dalam mendukung pengabdian kepada masyarakat.

    “Jadikan pengukuhan ini sebagai awal pengabdian yang lebih besar. Mari kita bekerja bersama, memperkuat kolaborasi, menjaga integritas, dan menghadirkan karya nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Dengan semangat tersebut, saya optimistis KBPP Polri akan semakin maju dan mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” tutup Wakapolri

  • Wakapolri Lantik Pengurus Pusat KBPP Polri 2026–2031, Awali Konsolidasi Organisasi Nasional

    Wakapolri Lantik Pengurus Pusat KBPP Polri 2026–2031, Awali Konsolidasi Organisasi Nasional

    Jakarta – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., selaku Pembina Harian Keluarga Besar Putra Putri (KBPP) Polri, melantik Pengurus Pimpinan Pusat KBPP Polri Masa Bakti 2026–2031 di Gedung Bhakti Dharma Waspada, STIK Lemdiklat Polri, Jakarta Selatan, Rabu (29/7).

    Pelantikan tersebut menjadi momentum konsolidasi nasional KBPP Polri yang diikuti jajaran 36 Polda serta pengurus hingga tingkat Polres secara daring. Momentum ini menandai dimulainya kepemimpinan baru untuk memperkuat soliditas organisasi, menyelaraskan program kerja, serta memperluas kontribusi KBPP Polri sebagai wadah pemersatu keluarga besar Polri dalam mendukung pembangunan nasional dan pengabdian kepada masyarakat.

    Dalam arahannya, Wakapolri menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni pergantian kepengurusan, melainkan amanah untuk membawa organisasi semakin profesional, adaptif, dan mampu menjawab tantangan zaman. Ia mengajak seluruh pengurus menjadikan momentum ini sebagai awal memperkuat sinergi, menjaga integritas, serta menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi keluarga besar Polri dan masyarakat.

    “Jadikan pelantikan ini sebagai awal kerja bersama untuk memperkuat organisasi dan memperbesar kontribusi kepada masyarakat. Bangun kolaborasi, jaga soliditas, dan hadirkan karya nyata yang memberi manfaat bagi bangsa,” tegas Wakapolri.

    Sementara itu, Ketua Umum KBPP Polri AH Bimo Suryono, S.E., S.H., menyampaikan bahwa kepengurusan baru telah memperoleh pengesahan dari Kementerian Hukum sehingga memiliki landasan yang kuat dalam menjalankan organisasi secara profesional, transparan, dan akuntabel.

    Menurut Bimo, kepengurusan baru akan memprioritaskan konsolidasi organisasi dari tingkat pusat hingga daerah melalui penguatan tata kelola organisasi, pembaruan basis data keluarga besar Polri, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pelaksanaan program di bidang pendidikan, pemberdayaan UMKM, pembinaan generasi muda, kegiatan sosial, dan kemanusiaan.

    Dengan kepengurusan baru yang didukung konsolidasi organisasi secara nasional, KBPP Polri diharapkan semakin solid sebagai organisasi keluarga besar Polri yang modern, inklusif, dan mampu menjadi mitra strategis Polri dalam memperluas pengabdian kepada masyarakat.

  • Polisi Amankan Dua Orang Terkait Bentrokan di Menteng

    Polisi Amankan Dua Orang Terkait Bentrokan di Menteng

    Jakarta – Polres Metro Jakarta Pusat bergerak cepat menangani bentrokan yang terjadi di Jalan Tambak, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026).

    Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan, kepolisian telah mengambil langkah awal untuk mengungkap peristiwa tersebut.

    “Dua orang yang diduga terlibat yaitu SK dan AS telah kami amankan dan saat ini masih menjalani pemeriksaan. Penyidik akan mendalami peran masing-masing berdasarkan keterangan saksi dan alat bukti yang ditemukan,” kata AKBP Roby.

    Bentrokan tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu orang lainnya mendapatkan perawatan medis. Petugas juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara serta mendata kerusakan yang ditimbulkan.

    Penyidik masih mengumpulkan bukti tambahan dan menyusun rangkaian kejadian secara menyeluruh. Penentuan status hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat akan dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan.

    “Kami meminta seluruh pihak tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan tidak melakukan tindakan balasan. Percayakan penanganan perkara ini kepada kepolisian agar situasi tetap aman dan proses hukum dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

    Situasi di sekitar lokasi telah terkendali. Meski demikian, personel kepolisian tetap disiagakan untuk menjaga ketertiban dan mencegah terjadinya gangguan lanjutan.

    Masyarakat diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Apabila mengetahui adanya rencana aksi balasan atau potensi gangguan keamanan, masyarakat dapat segera menghubungi layanan Polisi 110.

  • Polisi Gerak Cepat Tangani Keributan di Tambak Matraman, Situasi Berhasil Dikendalikan

    Polisi Gerak Cepat Tangani Keributan di Tambak Matraman, Situasi Berhasil Dikendalikan

    Jakarta – Polres Metro Jakpus bergerak cepat menangani keributan yang terjadi di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026). Peristiwa yang melibatkan sekelompok orang dan warga itu mengakibatkan sebuah bangunan semi permanen serta empat sepeda motor terbakar. Empat orang juga dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk mendapatkan perawatan.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan personel langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan masyarakat. Menurutnya, langkah cepat dilakukan untuk mengendalikan situasi, memberikan rasa aman kepada warga, sekaligus mengusut penyebab keributan.

    “Berdasarkan informasi awal, keributan bermula saat sekelompok orang diduga mendatangi sebuah warung makan di samping Masjid Jami Matraman sambil membawa senjata tajam. Kelompok tersebut diduga merusak gerobak nasi uduk hingga memicu keributan dengan warga,” dalam keterangannya Minggu , 26/07/26.

    Bentrokan kemudian berlanjut di Jalan Tambak No. 85 dan berujung pada terbakarnya sebuah bangunan semi permanen serta empat sepeda motor.

    Polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa sejumlah saksi, dan mendalami rangkaian peristiwa untuk mengungkap penyebab keributan serta mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat. Situasi di lokasi kini telah kondusif dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.

  • Aksi Bela Palestina di Monas Berlangsung Tertib, Polisi Utamakan Pendekatan Humanis

    Aksi Bela Palestina di Monas Berlangsung Tertib, Polisi Utamakan Pendekatan Humanis

    Jakarta – Aksi damai bertajuk “Gaza for Palestina Jika Kita Tetap Diam” yang digelar Majelis Ormas Islam (MOI) di kawasan Silang Selatan Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026), berlangsung tertib dengan diikuti sekitar 1.000 peserta. Polisi mengedepankan pendekatan humanis agar kegiatan penyampaian aspirasi berjalan aman dan lancar.

    Sebanyak 758 personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek Metro Gambir diterjunkan untuk memberikan pelayanan selama aksi berlangsung. Personel disebar di sejumlah titik guna membantu kelancaran kegiatan serta menjaga situasi tetap kondusif. Pelayanan di lapangan dipimpin Perwira Pengendali AKP Dekki, S.H., M.H.

    “Pelayanan ini merupakan wujud kehadiran Polri agar masyarakat dapat menyampaikan pendapat dengan aman dan nyaman. Alhamdulillah kegiatan berlangsung tertib, aman, dan kondusif,” kata Kapolres Metro Jakpus Kombes Pol. Reynold Hutagalung

    Aksi yang dipimpin Junaedi dan Angga itu digelar sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina yang terdampak konflik di Jalur Gaza. Massa mulai berdatangan sejak pagi sambil membawa bendera Indonesia dan Palestina, spanduk bertuliskan “Gaza for Palestina Jika Kita Tetap Diam”, serta berbagai poster yang berisi pesan-pesan kemanusiaan.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan penampilan Garuda Al Quds dan persembahan lagu Palestina Merdeka. Aksi kemudian resmi dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

    Reynold menegaskan Polri akan terus mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, sehingga setiap kegiatan penyampaian aspirasi dapat berlangsung dengan tertib tanpa mengganggu keamanan dan ketertiban umum.