Author: restrodepok

  • Unit Reskrim Polsek Cinere Ungkap Kasus Pencurian dengan Pemberatan di Wilayah Cinere

    Unit Reskrim Polsek Cinere Ungkap Kasus Pencurian dengan Pemberatan di Wilayah Cinere

    Depok – Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Cinere berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 477 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Pengungkapan kasus tersebut terjadi di wilayah hukum Polsek Cinere, Kota Depok.

    Peristiwa pencurian diketahui terjadi pada Sabtu, 7 Februari 2026 sekitar pukul 04.40 WIB, berlokasi di Jl. Anggrek Kelurahan Cinere, Kecamatan Cinere, Kota Depok. Kapolsek Cinere melalui Unit Reskrim menjelaskan bahwa pengungkapan kasus bermula saat petugas piket SPKT Polsek Cinere menerima informasi dari masyarakat sekitar pukul 04.30 WIB terkait adanya seorang pria yang diduga sebagai pelaku pencurian dan telah diamankan oleh warga setempat.

    Menindaklanjuti laporan tersebut, Piket SPKT, Piket Patroli, serta Piket Reskrim Polsek Cinere yang dipimpin oleh Perwira Pengawas (Pawas) IPDA Priyo Gusta segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Setibanya di lokasi, petugas mendapati seorang laki-laki berinisial US yang telah diamankan oleh warga.

    Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku diduga melakukan pencurian terhadap satu unit handphone milik korban. Barang bukti yang berhasil diamankan berupa satu unit handphone merk Oppo A54 warna biru serta satu potong sweater warna merah yang diduga digunakan oleh pelaku saat beraksi.

    Adapun saksi dalam kejadian tersebut yaitu Asep Saipulloh selaku teman kerja korban dan Anton W.B, yang merupakan mandor sekaligus teman kerja korban.

    Selanjutnya, pelaku beserta barang bukti dan korban dibawa ke Polsek Cinere guna proses hukum lebih lanjut. Pihak kepolisian juga mengarahkan korban untuk membuat laporan resmi agar perkara dapat ditangani sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Unit Reskrim Polsek Cinere menegaskan komitmennya untuk terus menindak tegas segala bentuk tindak pidana serta mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan segera melapor kepada pihak kepolisian apabila menemukan atau mengalami peristiwa kriminal di lingkungan sekitar. (a/p)

  • Dukung Gerakan ASRI Presiden Prabowo, Forkopimda Depok Terjun Langsung Bersihkan Pasar Agung Sukamajaya

    Dukung Gerakan ASRI Presiden Prabowo, Forkopimda Depok Terjun Langsung Bersihkan Pasar Agung Sukamajaya

    DEPOK – Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Depok menggelar aksi nyata peduli lingkungan dengan melakukan kerja bakti massal di kawasan Pasar Agung, Sukamajaya, pada Minggu (8/2). Aksi bersih-bersih ini dilakukan sebagai bentuk implementasi nyata dari Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang dicanangkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
    Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Walikota Depok, Bapak Supian Suri, didampingi oleh Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Abdul Waras, S.I.K., dan Dandim 0508/Kota Depok, Kolonel Inf. Triano Iqbal.
    Pantauan di lokasi menunjukkan semangat gotong royong yang kuat. Tidak hanya melibatkan unsur pimpinan daerah, aksi ini juga diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, di antaranya:
    • Tokoh Masyarakat dan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas).
    • Ketua Lingkungan (RT/RW) setempat.
    • Perangkat pengelola pasar.
    • Petugas kebersihan dari dinas terkait.
    Dengan membawa perlengkapan kebersihan, para pejabat teras Depok ini tidak segan turun langsung menyapu area selasar pasar hingga membersihkan saluran air yang tersumbat sampah plastik.

    Dalam arahannya, Walikota Depok, Supian Suri, menegaskan bahwa pasar merupakan jantung ekonomi rakyat yang harus dijaga kenyamanannya. “Hari ini kita bergerak bersama di Pasar Agung sesuai dengan arahan Bapak Presiden Prabowo melalui Gerakan ASRI. Kita ingin memastikan pusat ekonomi warga tidak hanya ramai, tapi juga bersih dan sehat. Jika pasarnya nyaman, pedagang dan pembeli pun senang,” ujar Supian Suri.

    Senada dengan Walikota, Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Abdul Waras, S.I.K., menambahkan bahwa kebersihan lingkungan berkorelasi positif dengan kamtibmas. Sementara itu, Dandim 0508/Kota Depok, Kolonel Inf. Triano Iqbal, menekankan pentingnya kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam menjaga kelestarian fasilitas publik.

    Aksi ini mendapat apresiasi tinggi dari para pedagang dan pengunjung Pasar Agung. Gerakan ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi menjadi pemicu kesadaran bagi para pedagang dan masyarakat sekitar untuk menjaga kebersihan secara mandiri dan berkelanjutan.
    Dengan terlaksananya aksi ini, Forkopimda Depok berkomitmen untuk terus mengawal Gerakan ASRI di berbagai titik keramaian lainnya guna mewujudkan Kota Depok yang lebih tertata dan ramah lingkungan.

  • TNI-Polri Bersama Warga, Kerja Bakti Serentak di 17 Kecamatan Bekasi

    TNI-Polri Bersama Warga, Kerja Bakti Serentak di 17 Kecamatan Bekasi

    Kabupaten Bekasi — Kebersamaan TNI-Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat terlihat dalam kegiatan Kurve Karya Bakti yang digelar serentak di Perum GCC/Cinity Cluster Sakura Kaliulu, Desa Karang Raharja, Cikarang Utara, serta 17 kecamatan se-Kabupaten Bekasi, Minggu (8/2/2026). Sekitar 1.000 personel gabungan turun langsung bergotong royong membersihkan lingkungan.

    Kerja bakti difokuskan pada pembersihan permukiman warga, saluran air, dan fasilitas umum. Warga tampak antusias ikut terlibat, saling bahu-membahu bersama aparat TNI, Polri, dan jajaran Pemda dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan.

    Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Sumarni mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat hubungan antara aparat dan masyarakat. Menurutnya, kehadiran TNI-Polri di tengah warga bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga hadir membantu dan peduli terhadap lingkungan sekitar. “Kami ingin hadir bersama masyarakat, saling menjaga lingkungan agar tetap bersih, sehat, dan nyaman,” ujarnya.

    Kegiatan ini juga dihadiri Plt. Bupati Bekasi Dr. H. Asep Surya Atmaja dan Dandim 0509 Kabupaten Bekasi Letkol Arh. Sabdho Aji Wibowo, yang turut berbaur dengan warga. Kehadiran para pimpinan tersebut menambah semangat kebersamaan dan menunjukkan kuatnya sinergi lintas sektor.

    Selanjutnya kurve gabungan TNI-Polri, Pemda, dan masyarakat diharapkan semakin menumbuhkan kepedulian warga terhadap kebersihan lingkungan, khususnya di aliran sungai, guna mengurangi risiko banjir dan gangguan kesehatan. Dengan pengawasan berkelanjutan dari pemerintah desa/kelurahan bersama RT/RW, serta dukungan DLH, BPBD, dan pemerintah kecamatan, semangat gotong royong ini diharapkan terus terjaga.

  • TNI-Polri dan Warga Kerja Bakti Serentak di Jakpus, Kapolres: Sinergi Jaga Lingkungan dan Cegah Banjir

    TNI-Polri dan Warga Kerja Bakti Serentak di Jakpus, Kapolres: Sinergi Jaga Lingkungan dan Cegah Banjir

    Jakarta Pusat — TNI, Polri, pemerintah daerah, dan warga menggelar kerja bakti serentak di Jakarta Pusat, Minggu (8/2/2026) pagi. Kegiatan diawali apel kurve tiga pilar di Rumah Pompa Jalan Inspeksi RT 012/005, Kelurahan Cempaka Putih Timur, Kecamatan Cempaka Putih.

    Kegiatan dihadiri Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Wali Kota Jakarta Pusat Arifin, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Dr. Reynold E. P. Hutagalung, Wakapolres AKBP Eko Yulianto, unsur TNI, serta jajaran kecamatan dan dinas terkait. Total 545 personel gabungan dari Polri, TNI, Satpol PP, Damkar, hingga PMI terlibat.

    Kerja bakti difokuskan pada pembersihan lingkungan dan pengecekan sarana pengendalian banjir. Personel membersihkan sampah di sepanjang Jalan Inspeksi, mengecat tembok, membersihkan kali, memangkas ranting pohon, serta mengecek operasional mesin pompa air dan kesiapsiagaan petugas rumah pompa. Wakil Gubernur juga meninjau langsung kegiatan di lokasi.

    Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Dr. Reynold E. P. Hutagalung mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk sinergi tiga pilar bersama masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mengantisipasi banjir. Ia menilai kolaborasi lintas sektor penting guna menciptakan wilayah yang bersih dan aman.

    “Kerja bakti serentak ini menjadi wujud kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar Jakarta Pusat tetap bersih, aman, dan siap menghadapi potensi cuaca ekstrem maupun genangan,” ujar Kapolres. Ia juga mengimbau warga menjaga kebersihan dan memperkuat budaya gotong royong.

  • Perkuat Sinergi, Satgas Damai Cartenz dan TNI Rajut Kebersamaan di Puncak Jaya

    Perkuat Sinergi, Satgas Damai Cartenz dan TNI Rajut Kebersamaan di Puncak Jaya

    PUNCAK JAYA – Kehangatan dan kebersamaan mewarnai sinergi antara Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 dan TNI dalam sebuah kegiatan bersama di wilayah Puncak Jaya. Momen tersebut terlihat saat peliputan technical meeting Lomba Masak Farewell Satgas Yonif 112/DJ yang digelar di Makosatgas Yonif 743/PSY, Jumat (6/2/2026).

    Kegiatan dipimpin oleh Aipda Nurman bersama tiga personel Satgas Tindak Operasi Damai Cartenz 2026. Selain menjadi bagian dari persiapan acara perpisahan, kegiatan ini juga menjadi ruang hangat untuk mempererat hubungan dan membangun kekompakan antara personel Polri dan TNI yang sama-sama bertugas menjaga stabilitas keamanan di Puncak Jaya.

    Rangkaian dimulai pukul 14.10 WIT dengan pelaksanaan technical meeting dan persiapan lomba masak. Tak lama berselang, pada pukul 14.30 WIT, personel Satgas Damai Cartenz dan TNI mulai memasak bersama. Suasana akrab dan penuh canda terlihat jelas, mencerminkan soliditas yang terjalin bukan hanya dalam tugas, tetapi juga dalam kebersamaan.

    Kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama pada pukul 15.00 WIT. Momen sederhana ini menjadi simbol kuatnya persaudaraan lintas institusi, sekaligus mempertegas komitmen bersama dalam mendukung tugas pengamanan di Papua Tengah, khususnya Kabupaten Puncak Jaya.

    Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, personel Satgas Damai Cartenz kembali ke Pos Kulirim, Mulia, Puncak Jaya, pada pukul 17.00 WIT. Sepanjang kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, lancar, dan kondusif.

    Wakaops Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menegaskan bahwa sinergitas TNI–Polri merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua.

    “Kegiatan seperti ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi wadah memperkuat soliditas dan kebersamaan personel TNI dan Polri di lapangan. Dengan hubungan yang erat, koordinasi pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan semakin efektif,” ujar Kombes Pol. Adarma Sinaga.

    Ia menambahkan, kebersamaan dalam kegiatan non-operasional justru menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan, kekompakan, serta semangat persaudaraan antar personel yang bertugas di wilayah dengan tantangan tinggi.

    Melalui kegiatan ini, Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 bersama TNI kembali menunjukkan bahwa menjaga Papua tidak hanya dilakukan dengan kesiapsiagaan, tetapi juga dengan semangat kebersamaan, profesionalisme, dan sinergi demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

  • Brimob Metro Jaya Bersama Warga Bersihkan Bantaran Kali di Senen

    Brimob Metro Jaya Bersama Warga Bersihkan Bantaran Kali di Senen

    Jakarta – Satuan Brimob Polda Metro Jaya menggelar kegiatan Jaga Jakarta Bersih dengan membersihkan bantaran kali di kawasan Jalan Prapatan, RT 001/RW 005, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, Minggu (8/2/2026) pagi.

    Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB itu merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di SICC Sentul.

    Sebanyak satu kompi atau sekitar 80 personel gabungan diterjunkan untuk melakukan pembersihan sampah dan sedimentasi di bantaran kali. Aksi tersebut juga melibatkan unsur pemerintah kelurahan serta masyarakat setempat, mulai dari lurah, pengurus RT dan RW, hingga Bhabinkamtibmas dan Babinsa.

    Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol Henik Maryanto mengatakan kegiatan ini menjadi bentuk dukungan Polri terhadap kebijakan pemerintah dalam menjaga kebersihan lingkungan perkotaan.

    “Satbrimob Polda Metro Jaya tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan, tetapi juga berperan aktif bersama masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat,” kata Henik dalam keterangannya.

    Melalui kegiatan Jaga Jakarta Bersih, Satbrimob Polda Metro Jaya berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kebersihan lingkungan sekaligus menciptakan kawasan permukiman yang lebih nyaman dan tertata.

  • Kompak, TNI-Polri-Warga Jakarta bersih-bersih Waduk Cincin Papanggo; Pangdam dan Kapolda Turun Langsung.

    Kompak, TNI-Polri-Warga Jakarta bersih-bersih Waduk Cincin Papanggo; Pangdam dan Kapolda Turun Langsung.

    Jakarta — Polda Metro Jaya bersama Kodam Jaya, Pemprov DKI Jakarta, dan unsur masyarakat menggelar aksi bersih-bersih serentak di Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (8/2/2026).

    Kegiatan bertajuk Jaga Jakarta tersebut menyasar pembersihan jalan lingkungan, saluran air, hingga fasilitas umum sebagai upaya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Sebanyak 1.150 personel melaksanakan kegiatan di Waduk Cincin, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sementara itu, 4.431 personel lainnya juga melaksanakan kegiatan serentak di kota dan kabupaten dalam wilayah hukum Polda Metro Jaya. Total sebanyak 5.581 personel gabungan dikerahkan dalam kegiatan tersebut.

    Selain kerja bakti, kegiatan juga dirangkaikan dengan kegiatan penanaman pohon sebagau bagian dari upaya penghijauan serta penguatan lingkungan kualitas lingkungan di sekitar waduk. Sebanyak 90 pohon dengan jenis flamboyan, mahoni, tabebuya, dan spathodea.

    Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya turut hadir dan turun langsung meninjau kerja bakti bersama warga. Keduanya memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, serta melibatkan seluruh elemen masyarakat.

    Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri menyampaikan kegiatan bersih-bersih tersebut dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga sebagai tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto. Selain di Papanggo, kegiatan serupa juga dilakukan di wilayah Jakarta Pusat, Timur, Selatan, serta Depok, Tangerang, dan Bekasi dengan melibatkan TNI, Polri, dan pemerintah daerah.

    “Hari ini secara serentak seluruh wilayah DKI Jakarta, termasuk Kabupaten Tangerang, Bekasi, dan Depok, melaksanakan kegiatan kerja bakti sebagai tindak lanjut instruksi Bapak Presiden Republik Indonesia,” ujar Kapolda.

    Ia menjelaskan, pada tingkat provinsi kegiatan dikoordinasikan oleh Kodam Jaya, Polda Metro Jaya, dan Pemprov DKI Jakarta. Sementara di tingkat kota dan kabupaten, pelaksanaan dilakukan oleh jajaran Kodim, Polres, serta pemerintah daerah setempat.

    Kapolda menambahkan, kegiatan bersih-bersih akan dilaksanakan secara berkelanjutan dan direncanakan menjadi agenda rutin. Menurutnya, kebersihan lingkungan menjadi faktor penting dalam menciptakan wilayah yang aman, sehat, dan nyaman, sekaligus sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bencana seperti banjir.

    “Kami ingin menggelorakan kegiatan ini bersama seluruh elemen masyarakat. Jika lingkungan bersih, potensi bencana dapat diminimalkan dan aktivitas warga tidak terganggu,” katanya.

    TNI-Polri bersama Pemprov DKI Jakarta berkomitmen terus melaksanakan kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya preventif dan pelayanan publik, sekaligus mengajak masyarakat aktif menjaga kebersihan lingkungan dan saling peduli terhadap kondisi sekitar.

  • KAPOLRES METRO DEPOK MELAKSANAKN JUMAT CURHAT DI WILAYAH TAPOS

    Pada hari jumat tanggal 06 februari tahun 2026 Kapolres Metro Kota Depok melaksanakan Shalat jumat keling di wialayah tapos depok bersama dengan para jajaran pejabat utama polres metro depok berikut juga dengan Kapolsek cimanggis .

    Dalam narasi jumat curhat kali ini kapolres metro depok Kombespol Abdul Waras S.I.K menyampaikan beberapa hal terkait dengan keadaan situasi keamanan di wilayah depok terupama di wilayah Tapos , beliau berpesan agar selalu menjaga wilayah masing-masing dengan manah dan rasa damai serta menjaga kerukunan sesama warga .

    Kapolres juga menyampaikan bahwa nikmat yang terlah kita dapatkan dari ALLAH SWT tidak hanya berupa nikmat sehat tapi nikmat aman juga anugrah yang di berikan tuhan kepada seluruh warga , maka dari itu kapolres meminta bantuan untuk tetap menjaga kerukunan yang ada .

  • Ka Ops Damai Cartenz 2026: Kedekatan Polri dan Masyarakat Kunci Kedamaian Papua

    NDUGA – Pendekatan keamanan di Tanah Papua terus bertransformasi. Tak sekadar menjaga situasi lewat pos penjagaan, Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC) 2026 memilih langkah jemput bola dengan menyapa langsung masyarakat hingga ke pelosok kampung.

    Pemandangan hangat ini terlihat di Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, pada Kamis (2/2). Personil ODC 2026 Sektor 3 Nduga menggelar patroli jalan kaki menyusuri Kampung Kora hingga ke halaman Gereja Siom, tak jauh dari Pos Koteka.

    Bukan dengan ketegangan, kehadiran aparat justru disambut suasana akrab. Dalam kegiatan “sambang masyarakat” tersebut, personil Polri tampak berdialog santai dengan warga dan jemaat gereja, sembari menyerahkan bantuan bahan makanan (bama). Langkah ini menjadi simbol nyata bahwa kehadiran negara adalah untuk memberikan rasa aman dan nyaman.

    Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kegiatan fisik seperti patroli hanyalah satu sisi mata uang. Sisi lainnya yang tak kalah penting adalah memenangkan hati masyarakat.

    “Kami ingin memastikan bahwa masyarakat merasa dekat dengan Polri. Melalui kegiatan sambang ini, kami berharap dapat memperkuat hubungan serta membangun kepercayaan (trust) antara masyarakat dengan aparat,” ujar Brigjen Pol Faizal dalam keterangannya.

    Jenderal bintang satu ini menambahkan, kedekatan emosional adalah kunci vital. Ketika masyarakat percaya pada aparat, maka tugas Satgas Tindak ODC dalam menjaga keamanan wilayah menjadi lebih efektif dan didukung penuh oleh warga setempat.

    Lebih jauh, Brigjen Pol Faizal menekankan bahwa situasi kondusif di Nduga dan Papua secara umum bukan kerja satu pihak saja. Sinergi antara warga dan kepolisian adalah pondasi utama.

    “Kita harus bersama-sama menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di Tanah Papua. Masyarakat dan Polri harus bekerja sama untuk mewujudkan kedamaian yang berkelanjutan,” tambahnya.

    Menutup keterangannya, Kaops Damai Cartenz menyampaikan pesan moral kepada seluruh elemen masyarakat Papua. Ia mengajak semua pihak untuk mengambil peran aktif dalam menjaga ketertiban.

    “Kerjasama dan saling menghargai antar sesama akan menciptakan lingkungan yang aman dan damai,” pungkasnya.

  • FGD Aktivis 98: Kedudukan Polri di Bawah Presiden adalah Amanat Konstitusi, Bukan Sekadar Kebijakan Politik

    Makassar, 5 Februari 2026

    Forum Group Discussion (FGD) Aktivis ’98 Sulawesi Selatan menegaskan bahwa kedudukan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang berada langsung di bawah Presiden Republik Indonesia merupakan amanat konstitusi yang bersifat final dan mengikat. Posisi tersebut bukan sekadar pilihan kebijakan politik, melainkan bagian dari desain ketatanegaraan yang telah ditetapkan secara tegas dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

    Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas berkembangnya wacana publik yang mengusulkan agar Polri ditempatkan di bawah kementerian tertentu. Para peserta FGD menilai bahwa gagasan tersebut tidak memiliki dasar yuridis yang kuat dan berpotensi melemahkan independensi Polri sebagai institusi penegak hukum dalam sistem presidensial.

    Ketua Panitia FGD, Hasrul, menegaskan bahwa dukungan terhadap kedudukan Polri di bawah Presiden bukanlah pembelaan membabi buta, melainkan sikap sadar konstitusi.

    “Dalam sistem presidensial, Presiden memegang mandat rakyat secara langsung. Menempatkan Polri di bawah Presiden memastikan akuntabilitas dan mencegah kekuasaan kepolisian berjalan tanpa kontrol yang sah,” ujar Hasrul.

    Menurutnya, posisi konstitusional tersebut justru memperjelas garis komando, memperkuat kontrol demokratis, serta menjaga Polri tetap berada dalam kerangka supremasi sipil. Ia juga menekankan bahwa reformasi Polri harus dilakukan secara utuh dan terencana.

    “Reformasi Polri harus dilakukan secara utuh, bukan parsial dan reaktif. Pembenahan institusi kepolisian harus berbasis pada penguatan sistem, bukan pada perubahan struktur yang bertentangan dengan konstitusi,” tambahnya.

    Dari perspektif hukum tata negara, Polri adalah alat negara yang menjalankan fungsi pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, serta perlindungan dan pelayanan publik. Dalam sistem pemerintahan presidensial, tanggung jawab pengelolaan institusi keamanan nasional memang berada langsung di bawah Presiden sebagai pemegang kekuasaan pemerintahan tertinggi.

    Ketentuan tersebut diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, yang secara eksplisit menegaskan bahwa Polri bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Norma hukum ini menempatkan kedudukan Polri dalam kerangka konstitusional yang jelas dan tidak dapat ditafsirkan lain.

    Narasumber dari kalangan Aktivis 98 juga menegaskan bahwa reformasi Polri tidak boleh dipahami secara sempit dan berdiri sendiri. Reformasi kepolisian harus berjalan seiring dengan pembenahan institusi penegak hukum lainnya.

    “Reformasi Polri tidak boleh berdiri sendiri. Reformasi harus berjalan seiring dengan pembenahan Kejaksaan dan lembaga peradilan sebagai satu kesatuan sistem peradilan pidana,” tegas salah satu narasumber.

    Pandangan tersebut diperkuat oleh peserta FGD, Akbar Supriadi, yang mengingatkan pentingnya pendekatan menyeluruh dalam agenda reformasi hukum nasional.

    “Reformasi sektoral berisiko melahirkan ketimpangan dan menjadikan satu institusi sebagai kambing hitam. Yang dibutuhkan adalah reformasi sistemik, bukan perubahan struktur yang justru dapat mengganggu keseimbangan antar-lembaga penegak hukum,” ujar Akbar.

    FGD secara bulat menyimpulkan bahwa penempatan Polri di bawah Presiden merupakan konsekuensi langsung dari desain konstitusional UUD 1945. Presiden sebagai kepala pemerintahan memiliki kewenangan untuk mengendalikan alat negara guna menjamin keamanan, ketertiban, serta tegaknya hukum.

    Karena itu, peserta FGD menegaskan bahwa agenda reformasi Polri harus difokuskan pada penguatan profesionalisme, integritas, dan mekanisme pengawasan, bukan pada perubahan kedudukan kelembagaan yang sudah jelas diatur oleh konstitusi. Reformasi kepolisian harus dilakukan serentak dengan reformasi Kejaksaan dan lembaga peradilan, tanpa menegasikan garis komando Presiden sebagai mandat konstitusional rakyat.

    Aktivis 98 Sulsel menyampaikan kepada masyarakat bahwa informasi mengenai kedudukan Polri di bawah Presiden adalah fakta hukum yang wajib dipahami secara benar dan proporsional. Pemahaman ini penting agar diskursus publik tetap berada dalam koridor konstitusi dan kepentingan bangsa yang lebih besar.

    FGD Aktivis 98 Sulsel mengajak seluruh elemen bangsa untuk menghormati Undang-Undang Dasar 1945, menjaga independensi Polri sebagai institusi penegak hukum, serta mendukung agenda Transformasi Polri demi terwujudnya kepastian hukum dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

    “Kedudukan Polri di bawah Presiden adalah perintah konstitusi yang harus dipertahankan demi tegaknya negara hukum dan keberlanjutan reformasi kelembagaan.”