News

  • Pasukan Pelopor BKO Polda NTT Bergerak Tangani Dampak Gempa, Layani dan Bantu Warga di Lokasi Pengungsian

    Pasukan Pelopor BKO Polda NTT Bergerak Tangani Dampak Gempa, Layani dan Bantu Warga di Lokasi Pengungsian

    Manggarai, NTT — Pasukan Pelopor Korps Brimob Polri yang diperbantukan (BKO) ke Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bergerak melakukan penanganan pascabencana gempa bumi di wilayah Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur, Kamis (20/8/2026).

    Sebanyak 101 personel dikerahkan dalam kegiatan kemanusiaan tersebut, terdiri dari 91 personel Resimen II Pasukan Pelopor, 7 personel Bidkesjas Korps Brimob Polri dan 2 personel Bid TIK Korps Brimob Polri. Kekuatan tersebut ditempatkan di Posko Reo sebanyak 53 personel dan Posko Lamba Leda sebanyak 48 personel.

    Di Posko Pengungsian Barangkolong, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, personel melaksanakan berbagai kegiatan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak. Kegiatan meliputi pelayanan kesehatan, pengamanan dan pendataan bantuan logistik, pelayanan dapur umum, distribusi air bersih menggunakan kendaraan Water Treatment, cukur gratis, layanan WiFi gratis, penyaluran bantuan logistik hingga trauma healing bagi anak-anak.

    Selain itu, personel juga melakukan survei lokasi untuk pembangunan toilet darurat dan area parkir bagi warga pengungsi, pembongkaran bangunan yang berpotensi membahayakan warga, serta koordinasi dengan pihak terkait untuk mendukung penyediaan toilet darurat dan pengeboran sumber air bersih.

    Pasukan Pelopor juga melakukan pemutakhiran jumlah tenda serta klasifikasi warga yang berada di Posko Pengungsian Barangkolong. Pendataan dilakukan untuk memastikan kebutuhan para pengungsi dapat dipetakan dan bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran.

    Di Posko Pengungsian Lamba Leda, Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, personel juga melaksanakan sejumlah kegiatan kemanusiaan. Di antaranya evakuasi warga terdampak gempa menuju posko kesehatan, evakuasi warga yang membutuhkan rujukan ke Posko Utama Kesehatan Damer, serta membuka akses jalan utama yang tertutup akibat pohon tumbang.

    Pembukaan akses jalan dilakukan untuk memastikan distribusi bantuan logistik dan jalur evakuasi warga tetap berjalan. Personel kemudian membagikan makanan cepat saji Polri kepada warga di Posko Pengungsian Lamba Leda.

    Pamendal Penugasan Korps Brimob Polri BKO Polda NTT, KBP Hasripuddin, S.I.K., mengatakan seluruh personel diarahkan untuk memberikan pelayanan dan bantuan secara langsung kepada masyarakat terdampak bencana.

    «“Kehadiran personel Brimob di tengah masyarakat bukan hanya untuk membantu penanganan kondisi pascabencana, tetapi juga memastikan warga mendapatkan pelayanan dan kebutuhan dasar yang diperlukan. Kami akan terus bergerak bersama masyarakat dan seluruh unsur terkait sampai kondisi di lapangan semakin pulih,” ujar Hasripuddin.»

    Ia menambahkan, kegiatan penanganan bencana dilakukan secara menyeluruh, mulai dari evakuasi, pelayanan kesehatan, penyediaan makanan dan air bersih, distribusi bantuan, hingga memastikan akses jalan dan lingkungan pengungsian tetap aman.

    «“Kami berupaya memberikan bantuan sesuai kebutuhan masyarakat di setiap lokasi. Yang paling utama adalah keselamatan warga, kelancaran distribusi bantuan, serta memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama berada di tempat pengungsian,” pungkasnya.»

    Melalui kegiatan tersebut, Pasukan Pelopor Korps Brimob Polri BKO Polda NTT menunjukkan komitmen Polri untuk hadir dan memberikan pelayanan secara langsung kepada masyarakat yang terdampak bencana, sekaligus mendukung percepatan penanganan dan pemulihan pascabencana gempa bumi di wilayah NTT.

  • Polri Ajak Masyarakat Cermat Sikapi Informasi di Ruang Digital

    Polri Ajak Masyarakat Cermat Sikapi Informasi di Ruang Digital

    JAKARTA, 25 Agustus 2026 — Polri mengajak masyarakat untuk semakin cermat dalam menerima dan menyebarkan informasi di ruang digital. Masyarakat diimbau tidak hanya melihat isi atau banyaknya unggahan, tetapi juga memastikan sumber, waktu, lokasi, serta konteks informasi sebelum mempercayainya.

    Ajakan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran dan literasi digital masyarakat di tengah cepatnya arus informasi di media sosial. Berbagai konten lama dapat kembali beredar dan digunakan dalam konteks yang berbeda, sehingga berpotensi menimbulkan pemahaman yang tidak sesuai dengan fakta.

    Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga ruang digital agar tetap sehat dengan tidak terburu-buru membagikan informasi yang belum terverifikasi.

    “Di tengah derasnya arus informasi saat ini, kita perlu membiasakan diri untuk tidak langsung percaya atau menyebarkan sebuah konten. Lihat sumbernya, cek waktunya, cek konteksnya, dan lakukan cross-check dengan informasi dari sumber yang dapat dipercaya,” ujar Isir dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (25/8/2026).

    Isir menuturkan, salah satu pola yang perlu menjadi perhatian adalah beredarnya kembali konten atau video lama yang kemudian disertai narasi baru. Dalam sejumlah penelusuran, terdapat video yang sebelumnya telah beredar pada 2025 dan kembali muncul dalam unggahan dengan konteks yang berbeda pada 2026.

    Menurutnya, kemunculan kembali konten lama tidak serta-merta berarti seluruh informasi yang menyertainya tidak benar. Namun, perubahan konteks dan keterangan pada sebuah konten perlu dicermati agar masyarakat tidak mengambil kesimpulan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.

    “Konten lama bisa saja kembali muncul dalam situasi yang berbeda. Karena itu, yang perlu kita pastikan bukan hanya apakah videonya nyata, tetapi juga apakah waktu, lokasi dan narasi yang menyertainya sesuai dengan kondisi sebenarnya,” jelasnya.

    Ia juga mengingatkan bahwa banyaknya akun yang mengunggah informasi serupa tidak selalu menjadi ukuran bahwa informasi tersebut telah terkonfirmasi. Replikasi sebuah konten dapat membuat informasi terlihat semakin luas, meskipun sumber dan kebenarannya belum jelas.

    “Jangan menjadikan jumlah repost sebagai ukuran kebenaran. Semakin banyak informasi yang kita terima, justru semakin penting bagi kita untuk melakukan cek dan cross-check,” kata Isir.

    Polri mendorong masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas serta memberikan ruang bagi proses verifikasi sebelum mengambil kesimpulan maupun menyebarkannya kepada orang lain.

    “Ruang digital adalah ruang kita bersama. Mari kita jaga dengan menjadi pengguna media sosial yang cerdas, kritis dan bertanggung jawab. Saring sebelum sharing, karena satu informasi yang kita bagikan dapat diteruskan kepada banyak orang,” pungkasnya.

    Polri akan terus mendorong edukasi dan literasi digital sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem informasi yang sehat, sekaligus mengantisipasi penyebaran hoaks, misinformasi maupun disinformasi di tengah masyarakat.

  • Bantuan Karhutla Polri Tiba di Kalbar, Distribusi ke Wilayah Lain Bertahap

    Bantuan Karhutla Polri Tiba di Kalbar, Distribusi ke Wilayah Lain Bertahap

    JAKARTA, 25 Agustus 2026 — Polri terus memperkuat dukungan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah dengan menyalurkan bantuan logistik dan peralatan pendukung bagi petugas di lapangan.

    Untuk Kalimantan Barat, bantuan karhutla yang dikirim dari Jakarta telah diberangkatkan melalui Bandara Soekarno-Hatta pada Selasa (25/8/2026). Bantuan tersebut meliputi 100 set masker gas dan canister, 200 tabung oksigen, serta berbagai peralatan pendukung pemadaman, seperti selang pemadam, selang hisap, pistol nozzle, connector Y, kolam air embung berkapasitas 5.000 liter, pompa robin, pompa apung, genset, dan pompa darat.

    Bantuan tersebut dikirim menggunakan sejumlah penerbangan secara bertahap untuk selanjutnya diterima dan dimanfaatkan dalam mendukung penanganan karhutla di wilayah Kalimantan Barat.

    Sementara itu, bantuan logistik dan tabung oksigen untuk wilayah lainnya juga terus dipersiapkan. Pengiriman dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan ketersediaan angkutan udara, kapasitas pengiriman, serta kebutuhan di masing-masing wilayah terdampak.

    Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan Polri memastikan dukungan logistik terus disalurkan agar penanganan karhutla di lapangan dapat berjalan secara optimal.

    “Polri terus memastikan kebutuhan personel dan masyarakat di wilayah terdampak karhutla mendapat dukungan yang memadai. Bantuan dikirim secara bertahap dengan menyesuaikan ketersediaan sarana angkutan dan kondisi di lapangan, sehingga setiap bantuan dapat segera diterima oleh jajaran yang membutuhkan,” ujar Isir, Selasa (25/8/2026).

    Ia menegaskan, bantuan tersebut tidak hanya ditujukan untuk mendukung kegiatan pemadaman, tetapi juga untuk menjaga keselamatan dan kesehatan petugas serta masyarakat yang terdampak asap karhutla.

    “Peralatan pemadaman dan dukungan kesehatan, termasuk tabung oksigen dan masker gas, menjadi bagian dari upaya Polri untuk melindungi petugas yang bekerja di lapangan sekaligus membantu masyarakat yang terdampak,” katanya.

    Polri akan terus memantau perkembangan karhutla di berbagai daerah dan menyesuaikan dukungan yang diberikan berdasarkan kebutuhan masing-masing wilayah. Pengiriman bantuan selanjutnya dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan angkutan dan prioritas kebutuhan di lapangan.

    Polri juga terus bersinergi dengan pemerintah daerah, TNI, stakeholder terkait, serta seluruh unsur penanggulangan bencana untuk mempercepat penanganan karhutla dan memastikan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas.

  • Brimob Polda Metro Jaya Amankan Dua Pemuda Diduga Hendak Tawuran di Ciracas

    Brimob Polda Metro Jaya Amankan Dua Pemuda Diduga Hendak Tawuran di Ciracas

    JAKARTA — Tim Patroli Gabungan Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda Metro Jaya bersama Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Timur mengamankan dua pemuda yang diduga hendak tawuran di Taman Ceria Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (25/8/2026) dini hari.

    Penindakan berawal dari informasi masyarakat mengenai sekelompok pemuda yang diduga akan melakukan tawuran. Petugas bergerak ke lokasi dan melakukan pembubaran. Sejumlah pemuda melarikan diri, dua orang berhasil diamankan bersama barang bukti empat bilah senjata tajam dan dua unit sepeda motor. Keduanya beserta barang bukti diserahkan ke Polres Metro Jakarta Timur untuk pemeriksaan lebih lanjut.

    Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol Henik Maryanto mengatakan patroli terus ditingkatkan untuk mencegah tawuran dan kejahatan jalanan. “Kehadiran personel di lapangan merupakan upaya preventif untuk menjaga keamanan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kami juga mengajak masyarakat segera menyampaikan informasi apabila menemukan potensi gangguan kamtibmas,” kata Henik.

    Patroli gabungan tersebut merupakan bagian dari Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) dengan sasaran potensi kejahatan jalanan. Sebelum penindakan di Taman Ceria, personel menyambangi sejumlah titik di Jalan Tanah Merdeka Selatan dan Jalan Manunggal, Ciracas. Respons cepat terhadap informasi masyarakat menjadi bagian dari upaya mencegah gangguan keamanan dan keselamatan warga.

    Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengingatkan pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam mencegah tawuran. Orang tua diimbau meningkatkan perhatian terhadap aktivitas dan pergaulan anak, terutama pada malam hingga dini hari.

    “Perhatian dan komunikasi dalam keluarga serta pengawasan lingkungan penting dilakukan agar anak-anak terhindar dari keterlibatan tawuran maupun kejahatan lainnya, baik sebagai pelaku maupun korban,” kata Budi.

    Polda Metro Jaya mengajak masyarakat ikut menjaga keamanan lingkungan dengan menyampaikan informasi mengenai potensi tawuran maupun gangguan kamtibmas melalui kantor kepolisian terdekat atau layanan Polisi 110. Patroli dan respons cepat terhadap informasi masyarakat terus dilakukan sebagai langkah pencegahan untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

  • Kapolres Metro Depok Hadiri Wisuda Universitas Indonesia Tahun 2026

    Depok – Kapolres Metro Depok Kombes Pol Christian Rony Putra, S.I.K., M.H., bersama Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah, menghadiri kegiatan Wisuda Universitas Indonesia Tahun 2026.

    Kehadiran Kapolres Metro Depok dan Wakil Wali Kota Depok dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap dunia pendidikan serta apresiasi kepada para wisudawan dan wisudawati yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan di Universitas Indonesia.

    Kegiatan wisuda berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebahagiaan. Para lulusan secara resmi menyelesaikan tahapan pendidikan yang telah ditempuh sekaligus memasuki fase baru untuk mengimplementasikan ilmu dan kompetensi yang diperoleh selama masa perkuliahan.

    Momentum tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergitas antara unsur pemerintahan, kepolisian, dan institusi pendidikan dalam mendukung terciptanya sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

    Kegiatan Wisuda Universitas Indonesia Tahun 2026 berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.

  • Kapolres Metro Depok Silaturahmi ke Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Depok, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

    Depok — Kapolres Metro Depok Kombes Pol. Dr. Christian Rony Putra, S.I.K., M.H. bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Metro Depok melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Sekretariat Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Depok, yang berlokasi di Jalan KH. M. Usman Nomor 176, Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji, Kota Depok.

    Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Depok, Bapak H. Ali Wartadinata, beserta jajaran. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan sebagai bagian dari upaya mempererat komunikasi serta membangun sinergi antara Polri dan organisasi kemasyarakatan di Kota Depok.

    Dalam kesempatan tersebut, H. Ali Wartadinata menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi atas kunjungan Kapolres Metro Depok bersama jajaran PJU. Menurutnya, silaturahmi seperti ini menjadi langkah positif dalam memperkuat hubungan antara kepolisian dan Muhammadiyah, khususnya dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.

    “Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas kunjungan Kapolres Metro Depok beserta jajaran. Semoga silaturahmi ini terus terjalin dan sinergi antara Muhammadiyah dengan Polres Metro Depok semakin kuat dalam bersama-sama menjaga Kota Depok agar senantiasa aman dan kondusif,” ujar H. Ali Wartadinata.

    Sementara itu, Kapolres Metro Depok Kombes Pol. Dr. Christian Rony Putra menyampaikan bahwa kegiatan silaturahmi tersebut merupakan bagian dari komitmen Polres Metro Depok untuk membangun komunikasi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan dan kemasyarakatan.

    Kapolres berharap sinergi dan kolaborasi dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Depok dapat terus ditingkatkan, terutama dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta menciptakan suasana yang harmonis di tengah masyarakat.

    “Keamanan dan ketertiban Kota Depok merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, diperlukan sinergi dan komunikasi yang baik antara Polri, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat,” ungkap Kapolres.

    Kegiatan silaturahmi tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama dan membangun kolaborasi yang berkelanjutan antara Polres Metro Depok dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Depok. Dengan sinergi yang semakin erat, diharapkan tercipta situasi Kota Depok yang aman, nyaman, damai, dan kondusif bagi seluruh masyarakat. (a/p)

  • Brimob Polda Metro Jaya Amankan 2 Pemuda Diduga Hendak Tawuran di Lubang Buaya, Celurit Disita

    Brimob Polda Metro Jaya Amankan 2 Pemuda Diduga Hendak Tawuran di Lubang Buaya, Celurit Disita

    Jakarta — Tim Patroli Brimob Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya bersama Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Timur mengamankan dua pemuda yang diduga hendak tawuran di kawasan Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur. Keduanya diamankan saat petugas melakukan patroli pada Kamis (20/8/2026) dini hari.

    Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 03.00 WIB di Jalan Bhineka, Kelurahan Lubang Buaya. Saat berpatroli, petugas mendapati sekelompok pemuda yang diduga hendak melakukan tawuran. Petugas kemudian melakukan pencegahan dan mengamankan dua orang beserta sejumlah barang bukti.

    Dari lokasi, polisi menyita satu senjata tajam jenis celurit, tiga unit sepeda motor, dan tiga telepon seluler. Dua pemuda tersebut kemudian diserahkan ke Polsek Cipayung untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

    Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto, mengatakan patroli akan terus ditingkatkan untuk mencegah aksi tawuran dan tindak kriminalitas jalanan. “Kehadiran personel di lapangan merupakan langkah pencegahan agar potensi gangguan keamanan dapat segera diantisipasi sebelum berkembang dan meresahkan masyarakat,” ujarnya.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengimbau para orang tua untuk lebih memperhatikan aktivitas anak-anak dan remaja, terutama pada malam hingga dini hari. Menurutnya, tawuran dan membawa senjata tajam bukan hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga dapat merugikan masyarakat luas.

    “Kami mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya. Jangan biarkan anak-anak terlibat tawuran atau membawa senjata tajam. Mari bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman, tertib, dan kondusif,” ujar Kombes Budi.

    Polri mengimbau para orang tua dan masyarakat untuk bersama-sama mengawasi aktivitas anak-anak dan remaja, terutama pada malam hingga dini hari. Masyarakat juga diminta tidak membawa senjata tajam atau terlibat dalam aksi tawuran karena dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Informasi dan bantuan kepolisian dapat disampaikan melalui layanan Polisi 110.

  • Brimob Polda Metro Jaya Amankan 5 Pemuda Diduga Hendak Balap Liar di Duren Sawit

    Brimob Polda Metro Jaya Amankan 5 Pemuda Diduga Hendak Balap Liar di Duren Sawit

    Jakarta — Tim Patroli Gabungan Brimob Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda Metro Jaya bersama Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Timur mengamankan lima pemuda yang diduga hendak melakukan balap liar di Jalan Pondok Kelapa Raya, Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (20/8/2026) dini hari. Mereka ditemukan bersama dua sepeda motor setelah polisi menerima laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas balap liar di lokasi tersebut.

    Petugas langsung mendatangi lokasi dan memeriksa kelima pemuda serta kendaraan yang digunakan. Dari pemeriksaan awal, dua sepeda motor yang dibawa tidak dilengkapi surat-surat kendaraan. Polisi kemudian membawa kelima pemuda beserta kendaraan tersebut ke Polsek Duren Sawit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Lima unit handphone turut diamankan dalam proses tersebut.

    Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto, mengatakan patroli malam hingga dini hari terus dilakukan untuk mencegah berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, aktivitas yang mengarah pada balap liar menjadi salah satu perhatian karena tidak hanya mengganggu ketertiban, tetapi juga dapat membahayakan pengguna jalan lainnya.

    “Patroli akan terus dilakukan secara rutin dengan menyasar sejumlah titik yang dinilai rawan gangguan kamtibmas. Setiap informasi dari masyarakat akan kami tindak lanjuti sebagai langkah pencegahan agar situasi tetap aman dan kondusif,” ujarnya.

    Patroli gabungan kemudian kembali menyisir sejumlah wilayah Jakarta Timur, termasuk Jalan I Gusti Ngurah Rai, Pondok Kopi dan Jalan Pemuda, Pulo Gadung.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan remaja agar tidak terlibat dalam aktivitas yang berisiko, termasuk balap liar maupun tindakan lain yang dapat mengganggu ketertiban umum.

    “Kami mengimbau para orang tua untuk lebih memperhatikan aktivitas anak-anaknya, terutama pada malam hingga dini hari. Jangan sampai mereka terlibat kegiatan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Mari bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman dan kondusif,” ujar Kombes Budi.

    Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya dan dapat menghubungi layanan Polisi 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian.

  • Menuju Hutan Indonesia Aman: 583 Polisi Kehutanan Dididik di Pusdik Binmas Polri

    Menuju Hutan Indonesia Aman: 583 Polisi Kehutanan Dididik di Pusdik Binmas Polri

    Semarang, 19 Agustus 2026 – Menjaga hutan Indonesia membutuhkan personel yang terlatih, profesional, dan siap menghadapi tantangan di lapangan. Untuk pertama kalinya, 583 peserta Pendidikan dan Latihan Polisi Khusus Kehutanan (Polsus Kehutanan) Tahun Anggaran 2026 dididik di Pusat Pendidikan (Pusdik) Binmas Lemdiklat Polri.

    Sebanyak 583 peserta dari berbagai daerah mengikuti pendidikan selama dua bulan. Mereka menjadi tahap awal penguatan kapasitas menuju 6.500 Polisi Kehutanan yang akan dididik secara bertahap ke depan.

    Pendidikan dibuka Rabu (19/8/2026), pukul 08.11–08.40 WIB, di Lapangan R. Oetomo, Pusdik Binmas Lemdiklat Polri, oleh Wakil Menteri Kehutanan RI Rohmat Marzuki, S.Hut.

    Wamenhut: Polisi Kehutanan Harus Siap Bertugas

    Wamenhut Rohmat Marzuki menyampaikan apresiasi kepada Polri yang memfasilitasi pelaksanaan pendidikan.

    “Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Kapolri, Kalemdiklat Polri beserta jajaran, serta Korbinmas Baharkam Polri yang telah memfasilitasi Pendidikan dan Latihan Polisi Khusus Kehutanan Tahun Anggaran 2026. Ini merupakan bagian penting dalam meningkatkan kompetensi Polisi Kehutanan,” ujar Rohmat.

    Ia menegaskan, setelah pendidikan para peserta harus mampu menerapkan keterampilan yang diperoleh dalam menjaga kawasan hutan dan ekosistemnya.

    “Setelah pendidikan, Polisi Kehutanan harus mampu menjaga kawasan hutan dan ekosistemnya dengan bekal keterampilan yang telah dipelajari, serta mampu membangun kolaborasi dengan TNI-Polri dan aparat penegak hukum lainnya,” katanya.

    Kurikulum Berbasis Kemampuan Nyata

    Pendidikan Polsus Kehutanan Keterampilan Pelaksana Teknis Tahun Anggaran 2026 menggunakan pendekatan Outcome Based Education (OBE). Artinya, peserta tidak hanya dituntut memahami materi, tetapi harus mampu menerapkannya ketika bertugas.

    Kurikulum mencakup empat kompetensi utama:

    • Sikap dan tata nilai: integritas, karakter kebangsaan, HAM, kode etik, disiplin dan tanggung jawab.
    • Pengetahuan tugas kepolisian: deteksi dini, patroli, penjagaan, pengawalan, pengamanan TKP/TPTKP, pengamanan barang bukti, operasi penertiban, regulasi serta komunikasi dan kemitraan masyarakat.
    • Keterampilan dasar: navigasi dan pemetaan, pemeriksaan tumbuhan dan satwa, pengenalan jenis dan handling satwa, pengendalian kebakaran hutan, komunikasi efektif serta penyusunan laporan.
    • Keterampilan khusus: PBB, pengenalan senjata api, bela diri Polri, SAR dan PPGD, halang rintang serta mountaineering.

    Lulusan ditargetkan menjadi anggota Polisi Kehutanan yang terampil dalam perlindungan dan pengamanan hutan, berintegritas, berkarakter kebangsaan, serta bekerja sesuai kewenangan dan peraturan perundang-undangan.

    Kalemdiklat Polri: Diperkuat untuk Siap Menghadapi Lapangan

    Kalemdiklat Polri Komjen Pol. Drs. R. Z. Panca Putra S., M.Si. mengatakan pendidikan di lingkungan Polri memberikan penguatan kemampuan yang relevan dengan tugas Polisi Kehutanan.

    “Polisi Kehutanan tidak cukup hanya memahami aspek kehutanan. Mereka juga harus memiliki kemampuan menghadapi kondisi lapangan, memahami prosedur, menjaga barang bukti, menangani TKP, memiliki kemampuan SAR, serta mampu berkoordinasi dengan aparat penegak hukum lainnya,” ujar Panca.

    Menurutnya, pendidikan tersebut tidak mengubah kewenangan Polisi Kehutanan.

    “Pendidikan ini bukan untuk mengubah kewenangan Polisi Kehutanan, tetapi memperkuat kapasitasnya agar tugas perlindungan dan pengamanan hutan dapat dilaksanakan secara profesional, terukur, dan sesuai ketentuan,” jelasnya.

    Tahap Awal Menuju 6.500 Polisi Kehutanan

    Wamenhut menyampaikan, sesuai arahan Presiden RI, Kementerian Kehutanan akan mendidik 6.500 Polisi Kehutanan secara bertahap.

    “Ke depan, sesuai arahan Presiden, Kementerian Kehutanan akan mendidik 6.500 Polisi Kehutanan secara bertahap. Untuk itu, kami berharap kerja sama dengan Polri dapat terus diperkuat,” ujar Rohmat.

    Sebanyak 583 peserta pada pendidikan tahap awal ini menjadi bagian dari proses menuju penguatan 6.500 Polisi Kehutanan yang profesional dan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan tugas.

    Kerja sama Polri dan Kementerian Kehutanan juga akan dikembangkan, tidak hanya dalam pendidikan dasar, tetapi mencakup pendidikan tingkat manajerial dan pengembangan kompetensi lainnya.

    Untuk Hutan, Untuk Masyarakat

    Penguatan Polisi Kehutanan pada akhirnya ditujukan untuk kepentingan masyarakat.

    Hutan yang terlindungi berarti sumber air lebih terjaga, ekosistem terlindungi, keanekaragaman hayati terpelihara, dan masyarakat di sekitar kawasan hutan mendapatkan lingkungan yang lebih aman.

    “Menjaga hutan tidak bisa dilakukan oleh satu institusi. Dibutuhkan kolaborasi Kementerian Kehutanan, Polri, TNI, pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh aparat penegak hukum sesuai kewenangannya,” ujar Panca.

    583 peserta menjadi awal. Menuju 6.500 Polisi Kehutanan yang semakin siap menjaga hutan Indonesia.

    Menuju Hutan Indonesia Aman, lingkungan terjaga, dan masa depan terlindu

  • Polri Dorong Percepatan Swasembada Bawang Putih, Tanam Serentak dan Panen Raya di Sembalun

    Lombok Timur, 19 Agustus 2026 — Polri terus memperkuat dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional melalui percepatan swasembada bawang putih. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penanaman bawang putih serentak, panen raya, serta groundbreaking Gudang Ketahanan Pangan Polri di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Rabu (19/8/2026).

    Kegiatan tersebut dihadiri Kapolri jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto, Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan serta Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman dan berbagai pemangku kepentingan terkait. Rangkaian kegiatan menjadi bagian dari sinergi lintas sektor dalam meningkatkan produksi bawang putih nasional sekaligus memperkuat ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir.

    Kapolri menegaskan, upaya percepatan swasembada pangan merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia mampu mandiri di tengah ketidakpastian situasi global.

    “Bapak Presiden selalu menekankan bahwa di tengah situasi eskalasi global yang tidak menentu seperti ini, kita semua harus mandiri, khususnya di bidang ketahanan pangan. Oleh karena itu, ini menjadi perintah dari beliau yang harus kita tindak lanjuti sehingga program ini bisa berjalan dengan baik,” ujar Kapolri.

    Dalam mendukung percepatan swasembada bawang putih, Polri bersinergi dengan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan mitra strategis telah memperoleh potensi lahan terverifikasi seluas 2.593,1 hektare yang tersebar di 17 Polda. Dari luasan tersebut, 927,6 hektare telah ditanami dengan proyeksi produksi mencapai 9.276 ton. Program tersebut turut memberdayakan 117 kelompok tani dengan melibatkan 2.257 petani.

    Kapolri menyebut potensi lahan tersebut masih dapat diperluas sebagai bagian dari akselerasi peningkatan produksi bawang putih nasional.

    “Kita memiliki potensi luas lahan sebesar 2.593,1 hektare yang tersebar di 17 Polda. Dan ini kalau memang ada kebijakan lanjut untuk memperluas luasan ini, tentunya kita mengharapkan luasan ini bisa bertambah sehingga kemudian apa yang menjadi cita-cita dari Bapak Presiden betul-betul bisa kita eksekusi dengan baik,” kata Kapolri.

    Pada kegiatan hari ini, penanaman bawang putih dilaksanakan secara serentak di 14 Polda pada lahan seluas 279,5 hektare. Penanaman tersebut diproyeksikan menghasilkan sekitar 2.795 ton bawang putih yang dapat dipanen pada kuartal IV 2026. Sementara itu, tiga Polda lainnya akan melaksanakan penanaman menyesuaikan masa tanam di wilayah masing-masing.

    Khusus di Sembalun, dilaksanakan panen raya bawang putih pada lahan seluas 105 hektare dengan potensi hasil mencapai 1.050 ton. Pada kesempatan yang sama juga dilakukan groundbreaking Gudang Ketahanan Pangan Polri seluas 250 meter persegi dengan kapasitas penyimpanan mencapai 300 ton bawang putih. Keberadaan gudang tersebut diharapkan dapat memperkuat pengelolaan pascapanen melalui penyediaan sarana penyimpanan yang memadai, sehingga kualitas hasil produksi dapat tetap terjaga sebelum diserap dan didistribusikan.

    Kapolri juga menyoroti tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor bawang putih. Menurutnya, kebutuhan nasional yang jauh lebih besar dibandingkan produksi dalam negeri menjadi tantangan yang harus dijawab melalui peningkatan produktivitas dan perluasan sentra produksi.

    “Saat ini bawang putih masih memiliki ketergantungan impor sangat tinggi, kurang lebih 90 sampai 95 persen. Sementara produksi kita saat ini masih di antara 34.000 sampai 40.000 ton, sementara kebutuhan nasional kita 600.000 ton per tahun. Artinya, ini adalah tantangan bagi kita semua untuk bagaimana kita mengulang kejayaan yang pernah terjadi saat itu, kita telah mencapai swasembada bawang putih,” ujar Kapolri.

    Dukungan terhadap sektor produksi juga diperkuat melalui pemberian alat dan mesin pertanian. Polri akan memberikan 81 unit hand tractor dan 5 unit pompa air tenaga surya. Kementerian Pertanian turut memberikan 9 unit hand tractor, 1 unit traktor roda empat, serta 19 unit pompa air, sedangkan PT Pupuk Indonesia memberikan bantuan 17 ton pupuk.

    Menurut Kapolri, dukungan sarana produksi tersebut diperlukan untuk memastikan peningkatan luas lahan dapat diikuti dengan produktivitas pertanian yang optimal.

    “Harapan kita semua, kita bisa melaksanakan swasembada, masyarakat kita, petani kita juga sejahtera dan Indonesia betul-betul memiliki kedaulatan di negeri sendiri,” tegasnya.

    Selain memperluas lahan tanam, Polri bekerja sama dengan Kelompok Tani Pusuk Pujata untuk mengembangkan bibit bawang putih yang dapat dibudidayakan pada wilayah dengan ketinggian kurang dari 1.000 meter di atas permukaan laut. Pengembangan tersebut diharapkan membuka peluang perluasan sentra produksi bawang putih ke wilayah dataran yang lebih rendah.

    Kapolri mendorong agar riset dan pengembangan bibit unggulan terus dilakukan, termasuk pengujian budidaya bawang putih pada wilayah dengan ketinggian di bawah 1.000 meter di atas permukaan laut.

    “Kalau ini bisa berhasil, artinya di bawah ketinggian 900 meter pun kita bisa menanam. Artinya kalau itu bisa berjalan maka akselerasi swasembada pangan, khususnya bawang putih nasional, betul-betul bisa berjalan dengan sebaik-baiknya,” kata Kapolri.

    Melalui kolaborasi dari hulu hingga hilir tersebut, Polri berharap produksi bawang putih dalam negeri terus meningkat, ketergantungan terhadap impor dapat dikurangi, sekaligus memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan petani dan mendukung terwujudnya swasembada bawang putih nasional.

    “Terus semangat dan kita sama-sama tunjukkan bahwa Indonesia bisa swasembada, khususnya bawang putih,” tutup Kapolri.