News

  • Polri dan Jurnalis Bagikan 1.500 Takjil kepada Masyarakat di Sekitar Mabes Polri

    Polri dan Jurnalis Bagikan 1.500 Takjil kepada Masyarakat di Sekitar Mabes Polri

    Jakarta – Mabes Polri bersama para jurnalis menggelar kegiatan berbagi kepada masyarakat dengan membagikan sekitar 1.500 paket makanan dan takjil. Kegiatan tersebut dilaksanakan di sejumlah titik di sekitar kawasan Mabes Polri, Jakarta Selatan.

    Karo Penmas Divhumas Polri, Trunoyudho Wisnu Andiko, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan empati kepada masyarakat yang masih beraktivitas menjelang waktu berbuka puasa.

    “Seperti para pengemudi ojek online dan juga pengemudi kendaraan umum lainnya. Mereka yang masih bekerja di jalan tentu menjadi perhatian kita bersama,” ujarnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Trunoyudho juga berharap pelaksanaan arus mudik masyarakat ke depan dapat berjalan dengan lancar dan aman. Ia memastikan jajaran kepolisian telah menyiapkan berbagai langkah serta pelayanan maksimal guna mendukung kelancaran perjalanan masyarakat selama periode mudik.

    Ia juga mengingatkan masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan menuju kampung halaman.

    “Keselamatan adalah hal yang paling utama dalam perjalanan mudik. Yang terpenting bukan seberapa cepat sampai, tetapi bisa tiba di tujuan dengan selamat,” jelasnya.

    Selain itu, Trunoyudho mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan situasi di lingkungan tempat tinggal ataupun memanfaatkan fasilitas penitipan kendaraan dan rumah yang ditinggalkan selama mudik kepada kepolisian.

    Menurutnya, masyarakat dapat berkoordinasi dengan RT maupun RW setempat, serta memanfaatkan peran Bhabinkamtibmas di wilayah masing-masing.

    “Bisa juga menitipkan kendaraan di Polsek atau kantor kepolisian t

  • Satgas Ops Damai Cartenz Salurkan Bantuan Sosial, Hangatkan Hati Santri dan Anak Panti di Jayapura

    Satgas Ops Damai Cartenz Salurkan Bantuan Sosial, Hangatkan Hati Santri dan Anak Panti di Jayapura

    Jayapura – Senyum dan rasa haru terpancar dari wajah para santri dan anak-anak panti asuhan saat menerima kunjungan personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 yang datang membawa bantuan sosial di Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa (10/3).

    Kehadiran aparat di Pondok Pesantren Al-Khoiriyah, Sentani, dan Panti Asuhan Putri Karahiman di Hawai bukan sekadar menyerahkan bantuan bahan pokok, tetapi juga menghadirkan kehangatan dan kepedulian yang terasa dekat di hati para penerima. Sejumlah kebutuhan pangan seperti beras, mi instan, telur, serta bahan pokok lainnya disalurkan untuk membantu kebutuhan sehari-hari para santri dan anak-anak panti.

    Kegiatan kemanusiaan tersebut merupakan bagian dari program kepedulian sosial Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 yang dipimpin oleh Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., yang dalam pelaksanaannya diwakili oleh Kepala Administrasi dan Manajemen Operasi (Kaminops) Damai Cartenz 2026 Kombes Pol. Hendrik Purwono. Kegiatan dimulai sekitar pukul 14.30 WIT dan berlangsung dalam suasana penuh keakraban.

    Di halaman pesantren dan panti asuhan, interaksi sederhana antara personel Satgas dengan para santri dan anak-anak panti menciptakan momen yang hangat. Canda ringan, senyum tulus, serta doa-doa yang dipanjatkan menjadi gambaran bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar penyaluran bantuan, tetapi juga bentuk kepedulian dan kebersamaan.

    Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H. menegaskan bahwa kegiatan sosial seperti ini merupakan bagian dari komitmen Satgas Operasi Damai Cartenz untuk selalu hadir di tengah masyarakat dengan pendekatan kemanusiaan.

    “Kegiatan bantuan sosial ini merupakan wujud kepedulian kami kepada masyarakat, khususnya kepada anak-anak di pondok pesantren dan panti asuhan. Kami ingin menunjukkan bahwa kehadiran aparat tidak hanya berfokus pada penegakan hukum dan menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga membawa manfaat serta kepedulian bagi masyarakat,” ujar Brigjen Faizal.

    Menurutnya, kehadiran aparat yang dekat dengan masyarakat diharapkan mampu menumbuhkan rasa kebersamaan sekaligus memperkuat hubungan emosional antara negara dan masyarakat.

    Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum. menambahkan bahwa kegiatan sosial menjadi salah satu cara untuk membangun komunikasi yang lebih hangat antara aparat keamanan dan masyarakat.

    “Kami berharap kegiatan seperti ini dapat mempererat hubungan antara aparat dan masyarakat. Kehadiran Satgas Operasi Damai Cartenz di Papua tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga untuk memberikan perhatian dan dukungan kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata Kombes Adarma.

    Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan saling mendukung demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif di Papua.

    Di tengah berbagai dinamika yang ada, momen kebersamaan seperti ini menjadi pengingat bahwa sentuhan kemanusiaan dan kepedulian sederhana mampu menghadirkan harapan serta kehangatan bagi banyak orang. Bagi para santri dan anak-anak panti, kunjungan tersebut bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga membawa senyum, perhatian, dan rasa bahwa mereka tidak sendiri.

  • Lompatan Besar Polri: Hidupkan Riset dan Kolaborasi Pentahelix dari Aceh hingga Papua

    Lompatan Besar Polri: Hidupkan Riset dan Kolaborasi Pentahelix dari Aceh hingga Papua

    JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menorehkan catatan sejarah baru dalam transformasi institusinya. Tepat pada Selasa, 10 Maret 2026, Polri resmi meresmikan tahap ketiga operasionalisasi 7 dari 16 Pusat Studi Kepolisian yang berkedudukan di bawah naungan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) antara lain:

    1. Pusat Studi Teknologi Kepolisian, yang dikepalai oleh Irjen Pol. Suwondo Nainggolan, S.I.K., M.H.
    2. Pusat Studi Forensik Kepolisian, yang dikepalai oleh Komjen Pol. (Purn) Prof. Dr. Petrus R. Golose
    3. Pusat Studi Internasional Kepolisian, yang dikepalai oleh Irjen Pol. Dr. dr. Asep Herdradiana, Sp.An-TI., Subsp.T.I.(K)., M. Kes.
    4. Pusat Studi Keamanan Nasional, yang dikepalai oleh Prof. Muradi, M.Si., M.Sc., Ph.D.
    5. Pusat Studi PPA, yang dikepalai oleh Brigjen Pol. Dr. Nurul Azizah, S.I.K., M.Si.
    6. Pusat Studi Keadilan Restoratif & Transformasi Konflik, yang dikepalai oleh Andrea H. Poeloengan, S.H., M.Hum., MTCP.
    7. Pusat Studi Intelijen Kepolisian, yang dikepalai oleh Irjen Pol. Dr. Achmad Kartiko, S.I.K., M.H.

    Kemudian untuk 9 pusat studi kepolisian lain yang sudah diresmikan pada tahun 2025, sebagai berikut:

    1. Pusat Studi Polmas
    2. Pusat Studi Anti Korupsi
    3. Pusat Studi Terorisme
    4. Pusat Studi Ilmu Kepolisian
    5. Pusat Studi Kamsel Lantas
    6. Pusat Studi Siber
    7. Pusat Studi SDM
    8. Pusat Studi Pasifik Oseania
    9. Pusat Studi Kehumasan Polri

    Peresmian ini bukan sekadar seremoni rutin, melainkan sebuah pernyataan sikap bahwa Polri tidak lagi hanya mengandalkan tindakan taktis dan teknis di lapangan. Sebagaimana penyampaian Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo dalam acara peresmian Pusat Studi Kepolisian (10/03/2026)

    “Diharapkan dengan peresmian 16 Pusat Studi Kepolisian ini dengan bidang keilmuan masing-masing, pusat studi kepolisian ini menjadi wadah riset dan diskusi akademik terkait pengembangan ilmu kepolisian di Indonesia”

    Hal tersebut menjadi bukti bahwa Polri kini secara sadar bergerak menuju penguatan intelektual melalui paradigma berbasis bukti (Evidence Based Policy) yakni sebuah pendekatan kepolisian yang mendasarkan setiap kebijakan dan tindakan pada bukti-bukti ilmiah serta riset yang mendalam.

    Kolaborasi Pentahelix: Dari Aceh hingga Maluku
    Strategi besar yang diusung Polri kali ini melibatkan kolaborasi Pentahelix, yang menempatkan dunia akademis sebagai mitra strategis dalam menjaga keamanan negara. Ekspansi intelektual ini tidak hanya berpusat di Jakarta, melainkan telah menyebar ke berbagai wilayah di Indonesia demi menjaring perspektif lokal yang beragam. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 8 dari 77 Pusat Studi Kepolisian di PTN/PTS yang sudah meresmikan Pusat Studi Kepolisian, di antaranya:

    1. Universitas Syiah Kuala
    2. Universitas Negeri Sebelas Maret
    3. Universitas Pattimura
    4. Universitas Muhammdiyah Karanganyar
    5. Universitas Islam Sultan Agung
    6. Universitas Negeri Semarang
    7. Universitas Bangka Belitung
    8. Universitas Jenderal Soedirman
      Keberadaan pusat-pusat studi di daerah ini diharapkan mampu membedah tantangan keamanan spesifik di tiap wilayah dengan pisau analisis akademis yang tajam. Selain itu, masih terdapat 69 PTN/PTS yang tengah memasuki tahap penandatanganan kerja sama (PKS) yang membentang dari Aceh hingga Papua. Dengan diresmikannya pusat-pusat studi ini, Polri berharap budaya ilmiah dapat mendarah daging di tubuh institusi, memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil telah melalui uji publik dan kajian akademis yang dapat dipertanggungjawabkan.
  • Polda Lampung Tetapkan 14 Orang Tersangka Terkait Tambang Emas Ilegal

    Polda Lampung Tetapkan 14 Orang Tersangka Terkait Tambang Emas Ilegal

    Lampung – Polda Lampung melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) berhasil membongkar praktik Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) atau illegal mining yang beroperasi di wilayah Kabupaten Way Kanan. Dalam penindakan tersebut, polisi mengamankan 24 orang, dengan 14 orang di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka.

    Pengungkapan kasus ini disampaikan langsung oleh Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf, S.I.K., M.H didampingi oleh Brigjen TNI Andrian Susanto, S.I.P., M.Han., M.I.Pol., Wakapolda Lampung Brigjen Pol Drs. Sumarto, M.Si dan Kolonel Cpm David Medion, S.I.P., M.H.I. dalam kegiatan press release di Mapolda Lampung, Selasa (10/3/2026).

    Kapolda Lampung menegaskan, pengungkapan ini merupakan komitmen Polda Lampung dalam menindak tegas praktik pertambangan ilegal yang tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berpotensi merusak lingkungan dan merugikan negara dalam jumlah besar.

    “Dalam operasi penindakan yang dilakukan Ditreskrimsus Polda Lampung pada Minggu (8/3), kami berhasil mengamankan 24 orang dari lokasi penambangan emas ilegal yang berada di lahan PTPN I Regional 7 di Kabupaten Way Kanan. Dari hasil pemeriksaan, 14 orang telah ditetapkan sebagai tersangka, sementara 10 orang lainnya masih berstatus saksi dan sedang dilakukan pendalaman,” ujar Kapolda.

    Penertiban dilakukan di tujuh titik lokasi di wilayah Kecamatan Blambangan Umpu, yang masih berada di dalam area Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan PTPN VII, di antaranya di sekitar Jalan Lintas Sumatera Sungai Betih, Desa Lembasung, Jalan Lintas Martapura KM 6 dan KM 9 Blambangan Umpu, serta beberapa titik di sekitar aliran Sungai Betih.

    Dalam operasi tersebut, petugas juga mengamankan sejumlah alat berat dan peralatan tambang yang digunakan untuk aktivitas penambangan ilegal.

    Barang bukti yang berhasil diamankan antara lain:

    41 unit ekskavator (7 unit telah diamankan di Polda Lampung, 2 unit dalam perjalanan, dan 32 unit masih berada di TKP)

    24 unit mesin dompeng/alkon

    47 jerigen berisi bahan bakar solar

    17 unit kendaraan roda dua

    1 unit kendaraan roda empat

    Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, aktivitas penambangan ilegal tersebut diduga telah berlangsung sekitar 1,5 tahun dengan luas lahan mencapai sekitar 200 hektare.

    Kapolda Lampung mengungkapkan, jika dihitung dari potensi produksi emas, aktivitas ilegal tersebut menghasilkan keuntungan yang sangat besar.

    “Dengan asumsi satu mesin menghasilkan lima gram emas per hari dan jumlah mesin mencapai sekitar 315 unit, maka total produksi diperkirakan mencapai 1.575 gram emas per hari. Dengan harga emas sekitar Rp1,8 juta per gram, maka potensi pendapatan kotor dari aktivitas ilegal tersebut bisa mencapai sekitar Rp2,8 miliar per hari atau Rp73,7 miliar per bulan,” jelas Kapolda.

    Secara keseluruhan, potensi kerugian negara akibat praktik pertambangan ilegal tersebut diperkirakan mencapai lebih dari Rp1,3 triliun.

    Para tersangka dijerat dengan Pasal 158 jo Pasal 35 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Mineral dan Batubara, dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun dan/atau denda paling banyak Rp100 miliar.

    Selain itu, Polda Lampung juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menghitung lebih lanjut kerugian negara serta dampak kerusakan lingkungan akibat penggunaan bahan kimia berbahaya seperti merkuri atau sianida dalam proses pengolahan emas.

    Kapolda Lampung menegaskan bahwa penanganan perkara ini akan terus dikembangkan untuk mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam aktivitas pertambangan ilegal tersebut.

    “Polda Lampung berkomitmen menindak tegas segala bentuk pertambangan ilegal. Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak terlibat dalam aktivitas penambangan tanpa izin karena selain melanggar hukum juga merusak lingkungan,” tegas Kapolda.

    Polda Lampung juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dengan melaporkan apabila menemukan aktivitas pertambangan ilegal di wilayahnya, sebagai bentuk partisipasi bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan dan penegakan hukum di Provinsi Lampung.

  • Silaturahmi Ramadhan Bareng KSPSI di Jatim, Kapolri Ajak Buruh Bersatu Dukung Upaya Perdamaian Presiden

    Silaturahmi Ramadhan Bareng KSPSI di Jatim, Kapolri Ajak Buruh Bersatu Dukung Upaya Perdamaian Presiden

    Jatim – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri silaturahmi dan safari Ramadhan bareng KSPSI di Surabaya, Jawa Timur (Jatim). Dalam kesempatan itu, Sigit mengajak elemen buruh untuk bersatu padu menghadapi dinamika situasi global.

    “Dalam kesempatan silaturahmi ini, saya mengajak teman-teman serikat buruh khususnya dari KSPSI untuk selalu waspada dan kita juga bersatu menghadapi situasi kondisi global,” kata Sigit kepada wartawan, Selasa (10/3/2026).

    Dinamika global yang terjadi belakangan ini berpotensi melahirkan dampak ke dalam negeri. Sebab itu, Sigit menegaskan, buruh dan seluruh elemen masyarakat harus menjaga nilai persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia, guna melewati segala bentuk tantangan.

    “Oleh karena itu tentunya, menghadapi kondisi seperti ini seluruh elemen bangsa, pemerintah, masyarakat dan khususnya, teman-teman buruh, kita semua harus solid menghadapi situasi yang ada,” ujar Sigit.

    Sigit mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto terus melakukan upaya kuat untuk mendorong terjadinya perdamaian dunia. Karenanya, Sigit menekankan, perlu adanya semangat bersama untuk mendukung hal tersebut.

    “Sehingga kemudian upaya-upaya yang dilakukan pemerintah saat ini untuk bisa melakukan berbagai macam upaya untuk melaksanakan diplomasi perdamaian, upaya untuk menjaga agar ekonomi kita tetap terjaga,” ucap Sigit.

    Di sisi lain, kata Sigit, Pemerintah juga terus mendorong agar Indonesia bisa mewujudkan swasembada pangan dan energi. Dan, menurut Sigit, kemandirian bangsa ini bisa terwujud dengan semua bersatu padu.

    “Ini terus digelorakan sehingga kita bisa berdiri di atas kaki sendiri. Dan untuk bisa melakukan ini semua tentunya butuh kekompakan. butuh persatuan, butuh kebersamaan dari seluruh elemen bangsa,” papar Sigit.

    Lebih dalam, Sigit meyakini bahwa, dengan nilai persatuan dan kesatuan, Indonesia akan bisa menghadapi segala bentuk tantangan yang terjadi di dalam negeri.

    “Kita pernah menghadapi situasi sulit. Beberapa tahun yang lalu, kita menghadapi situasi Covid. Indonesia sempat terpuruk, kondisi ekonominya kita pernah minus. Namun dengan semangat bersama kita bersatu menghadapi itu ekonomi kita bisa tumbuh kembali,” tutup Sigit.

  • Polri Gelar Bimtek Latpraops Ketupat 2026, Tingkatkan Kesiapan Personel Amankan Idul Fitri 1447 H

    Polri Gelar Bimtek Latpraops Ketupat 2026, Tingkatkan Kesiapan Personel Amankan Idul Fitri 1447 H

    Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Staf Utama Operasi (Stamaops) Polri menggelar Bimbingan Teknis Latihan Pra Operasi (Bimtek Latpraops) Ketupat 2026 sebagai upaya meningkatkan kesiapan personel dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

    Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (10/3/2026) di Aula Lantai 9 Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, ini bertujuan untuk memberikan pemahaman teknis serta meningkatkan kemampuan dan keterampilan personel Polri yang terlibat dalam Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat 2026.

    Latpraops ini diikuti oleh personel dari berbagai satuan kerja yang akan terlibat dalam operasi pengamanan Idul Fitri, baik di tingkat Mabes Polri maupun kewilayahan. Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan pembekalan terkait strategi pengamanan, standar operasional prosedur (SOP), serta cara bertindak di lapangan guna memastikan pelaksanaan operasi berjalan optimal. Dalam sambutannya Wakil Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Waastamaops) Polri Irjen Pol Laksana, S.I.K menyampaikan bahwa perayaan Idul Fitri merupakan agenda prioritas nasional yang memerlukan kesiapan maksimal dari seluruh unsur pengamanan.

    “Penyelenggaraan Idul Fitri setiap tahunnya merupakan agenda prioritas nasional yang menjadi tanggung jawab bersama, khususnya Polri dan seluruh stakeholder terkait, dalam menjaga keamanan dan kelancaran seluruh rangkaian kegiatan masyarakat,” ujar Laksana dalam sambutannya.

    Ia juga menekankan pentingnya memperkuat sinergi dan kolaborasi antara satuan kerja di internal Polri serta dengan instansi terkait guna memastikan pengamanan berjalan efektif dan terpadu. Selain itu, dinamika perkembangan lingkungan strategis baik global, regional, maupun nasional juga perlu menjadi perhatian dalam pelaksanaan pengamanan. Berbagai potensi kerawanan seperti kepadatan arus mudik dan balik, meningkatnya aktivitas masyarakat di tempat ibadah, pusat perbelanjaan, hingga destinasi wisata, serta kemungkinan terjadinya bencana alam menjadi faktor yang harus diantisipasi secara matang.

    Melalui kegiatan ini, Polri mengedepankan langkah preemtif dan preventif yang didukung dengan penegakan hukum, penguatan fungsi siber, kerja sama nasional dan internasional, serta optimalisasi peran kehumasan dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Dengan pelaksanaan Bimtek Latpraops Ketupat 2026, diharapkan seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Ketupat 2026 memiliki kesiapan yang matang sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik serta menjamin keamanan, keselamatan, dan kenyamanan masyarakat selama perayaan Idul Fitri 1447 H. agar masyarakat dapat melaksanakan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman sehingga mudik aman, keluarga bahagia.

  • Kapolres Metro Depok Santuni 100 Anak Yatim dan Buka Puasa Bersama Peringati Nuzulul Quran

    Kapolres Metro Depok Santuni 100 Anak Yatim dan Buka Puasa Bersama Peringati Nuzulul Quran

    Depok – Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Abdul Waras menggelar kegiatan santunan anak yatim sekaligus buka puasa bersama dalam rangka memperingati Nuzulul Quran di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid Al-Ikhlas Polres Metro Depok pada Senin sore, 9 Maret 2026.

    Acara berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan dengan dihadiri para Pejabat Utama (PJU) Polres Metro Depok serta Ketua Bhayangkari Cabang Metro Depok, Ibu Neeva Abdul Waras. Dalam kegiatan tersebut turut hadir anak-anak yatim dari Yatim Mandiri Depok dan Yayasan Darul Aitam dengan jumlah sekitar 100 anak yatim.

    Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian sekaligus momentum meningkatkan keimanan dalam memperingati peristiwa turunnya Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW.

    “Pada hari ke-19 puasa ini, dimana kita memperingati Nuzulul Quran, kami berbagi bersama anak yatim piatu sekaligus melaksanakan buka puasa bersama,” ujar Abdul Waras.

    Ia menjelaskan bahwa Nuzulul Quran merupakan momentum penting bagi umat Islam sebagai malam turunnya Al-Quran pertama kali kepada Nabi Muhammad SAW, sehingga diharapkan dapat semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaan umat muslim.

    “Momentum ini sebagai malam turunnya Al-Quran pertama kali kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus menambah ketakwaan kita kepada Allah SWT,” ungkapnya.

    Lebih lanjut, Abdul Waras mengajak umat muslim untuk mengisi bulan Ramadan dengan berbagai kegiatan ibadah serta perbuatan baik, salah satunya dengan berbagi kepada anak yatim.

    “Untuk itu sebagai umat muslim dapat diisi dengan berbagai ibadah seperti membaca Al-Quran dan berbuat baik bersama anak yatim piatu seperti yang sedang dilakukan saat ini,” tambahnya.

    Ia juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antara Polri dengan masyarakat. Menurutnya, Polri tidak hanya hadir sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang selalu siap membantu.

    “Kegiatan ini juga untuk menjalin tali silaturahmi dan menunjukkan bahwa Polri selalu ada di dekat masyarakat, tidak hanya sebagai aparat penegak hukum tetapi juga selalu hadir ketika dibutuhkan,” katanya.

    Menutup sambutannya, Kapolres menegaskan komitmen Polres Metro Depok untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban bersama masyarakat.

    “Kapan saja jika dibutuhkan, Polri khususnya anggota Polres Metro Depok siap untuk segera hadir di tengah masyarakat. Mari kita bersama-sama menjaga kondusifitas keamanan di wilayah,” tutupnya.

    Kegiatan santunan dan buka puasa bersama tersebut berlangsung penuh kehangatan dan diakhiri dengan doa bersama serta penyerahan santunan kepada 100 anak yatim. Acara kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama seluruh peserta yang hadir.

  • POLDA METRO JAYA RINGKUS 7 (TUJUH) PEMUDA NEKAT PESTA NARKOTRIKA DI BULAN SUCI RAMADHAN

    POLDA METRO JAYA RINGKUS 7 (TUJUH) PEMUDA NEKAT PESTA NARKOTRIKA DI BULAN SUCI RAMADHAN

    JAKARTA – Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mengungkap Pesta Narkoba yang melibatkan tujuh orang pemuda di sebuah rumah kawasan Bekasi, Jawa Barat. Ironisnya, aksi tersebut dilakukan di tengah bulan suci Ramadhan.

    Pengungkapan tersebut dilakukan oleh Tim Opsnal Unit 1 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya pada Rabu (4/3/2026) sekitar pukul 12.00 WIB di sebuah rumah yang berlokasi di Komplek Nusa Dua Citra Garden, Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat.

    Dalam penggerebekan tersebut, polisi mengamankan tujuh orang yang terdiri dari lima laki-laki dan dua perempuan. Ketujuhnya yakni AS, FA, AY, RR, MH, S, ML

    Dari lokasi kejadian, petugas menemukan sejumlah barang bukti narkotika yang diduga digunakan dalam pesta narkoba tersebut, yakni ekstasi seberat 5,48 gram, sabu seberat 18,35 gram, serta ganja dengan total berat sekitar 5 gram.

    Berdasarkan informasi awal yang diterima petugas, rumah tersebut diduga kerap dijadikan lokasi penyalahgunaan narkotika. Tim kemudian melakukan penyelidikan dan pemantauan di sekitar lokasi hingga memastikan keberadaan para pelaku di dalam rumah tersebut.

    Setelah berkoordinasi dengan petugas keamanan perumahan, tim langsung melakukan penggerebekan dan mengamankan para pelaku. Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan sejumlah paket narkotika jenis ekstasi, sabu, dan ganja yang disimpan oleh para tersangka.

    Kanit 1 subdit 3 yakni AKP. Ari Purwanto mengatakan “pada hari rabu Tanggal 4 Maret 2006 sekitar pukul 12.00 WIB kami telah mengamankan DPO kasus ekstasi 2000 butir yang sebelumnya kami amankan sdr AS, dalam penangkapan kami mendapatkan barang bukti kembali berupa narkotika jenis sabu seberat 18,35 gram dan 6 ekstasi di komplek perumahan Nusa dua Citra garden, Cibubur, jati karya, kota Bekasi, dalam penangkapan juga ikut diamankan 6 orang lainnya dengan FA, AY, RR, MH, S, dan ML yang diduga mereka sedang mengkonsumsi narkotika di perumahan tersebut dan untuk ke-6 langkah lainnya yang kami amankan hasil tes urine positif.” dan AKP Ari Purwanto juga berpesan kepada masyarakat “mari bersama-sama berantas narkoba cegah dini, jaga lingkungan dan selamatkan generasi muda dari bahaya narkoba, mari kita sama-sama jaga Jakarta dan bebas narkoba terima kasih” ujarnya

    Saat ini ketujuh tersangka telah dibawa ke kantor Ditresnarkoba Polda Metro Jaya guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut

  • Polda Metro Jaya Siapkan 6.802 Personel Amankan Mudik Lebaran dalam Operasi Ketupat Jaya 2026

    Jakarta – Polda Metro Jaya menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral dalam rangka pengamanan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Jaya 2026 di Gedung Balai Pertemuan Metro Jaya (BPMJ), Senin (9/3/2026). Operasi tersebut akan berlangsung mulai 13 hingga 25 Maret 2026 untuk mengamankan arus mudik dan balik Lebaran. Kegiatan tersebut dihadiri Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri, Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol. Dekananto Eko Purwono, Pejabat Utama Polda Metro Jaya, serta para Kapolres jajaran.

    Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan rapat koordinasi lintas sektoral tersebut merupakan bagian dari kesiapan pengamanan mudik agar berjalan aman, tertib, dan lancar. “Pada hari ini Polda Metro Jaya melaksanakan Rapat Koordinasi Lintas Sektoral dalam rangka pengamanan Operasi Ketupat Jaya 2026 yang akan dilaksanakan mulai tanggal 13 sampai dengan 25 Maret,” ujar Kombes Budi Hermanto.

    Dalam operasi tersebut, sebanyak 6.802 personel gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Pemerintah Daerah serta berbagai unsur potensi masyarakat akan diterjunkan. Personel akan disiagakan di 68 Pos Pengamanan, 22 Pos Pelayanan, dan 5 Pos Terpadu yang tersebar di sejumlah titik strategis wilayah hukum Polda Metro Jaya.

    Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Komarudin mengatakan pengamanan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai instansi guna memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman. “Tidak kurang dari 6.802 personel gabungan Polri, TNI dan instansi terkait akan tergelar di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya untuk memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan dalam pelaksanaan mudik Lebaran hingga arus balik nanti,” kata Kombes Komarudin.

    Ia menjelaskan, berdasarkan prediksi Kementerian Perhubungan, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 16 hingga 18 Maret 2026. DKI Jakarta menjadi salah satu daerah asal pemudik terbesar yang akan menuju berbagai wilayah seperti Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah hingga Jawa Timur.

    “Kami mengimbau masyarakat yang akan melaksanakan perjalanan mudik agar memastikan kondisi kesehatan dalam keadaan fit, kendaraan dalam kondisi baik, serta merencanakan perjalanan dengan baik agar tidak bersamaan dengan puncak arus mudik,” tambahnya.

    Selain pengamanan arus mudik dan balik, kepolisian juga mengantisipasi berbagai aktivitas masyarakat selama periode libur Lebaran, termasuk pengamanan malam takbir, pelaksanaan salat Idul Fitri, hingga kegiatan masyarakat di sejumlah tempat wisata.

    Polda Metro Jaya juga mengoptimalkan layanan Call Center 110 serta menyiapkan berbagai skenario rekayasa lalu lintas guna mengantisipasi potensi kepadatan maupun kondisi darurat selama periode mudik Lebaran.

  • Warga Tambun Rengas Kini Dukung Pembangunan RDF Setelah Dialog dan Sosialisasi

    Jakarta — Warga Kampung Tambun Rengas, Cakung Timur, Jakarta Timur, Senin (23/2/2026). Yang sebelumnya melakukan aksi penolakan terhadap rencana pembangunan fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) kini menyatakan dukungan setelah melalui rangkaian dialog dan sosialisasi bersama pemerintah daerah dan pihak pengelola.

    Penolakan sempat terjadi beberapa waktu lalu karena kekhawatiran warga terkait dampak lingkungan, mulai dari potensi pencemaran udara, bau tidak sedap, hingga risiko kesehatan. Aksi tersebut disebut sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap lingkungan tempat tinggal mereka.

    Namun situasi mulai berubah setelah digelarnya pertemuan terbuka yang melibatkan tokoh masyarakat, pemuda, serta perwakilan ibu-ibu warga. Dalam forum tersebut, pemerintah memaparkan secara rinci mekanisme kerja teknologi RDF, sistem pengolahan tertutup, serta pengendalian emisi yang diklaim telah memenuhi standar lingkungan.

    Perwakilan warga menyampaikan bahwa penjelasan teknis yang lebih komprehensif membantu meluruskan sejumlah informasi yang sebelumnya simpang siur. Selain itu, komitmen transparansi dan pengawasan bersama menjadi poin penting yang meningkatkan kepercayaan masyarakat.“Kami awalnya menolak karena belum memahami secara utuh. Setelah dijelaskan dan ada jaminan pengawasan, kami melihat ini bisa menjadi solusi pengelolaan sampah jangka panjang,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat Sdr. Lutfi.

    Pemerintah daerah juga menyampaikan bahwa fasilitas RDF dirancang untuk mengurangi volume sampah yang selama ini menjadi persoalan serius di wilayah tersebut. Selain aspek lingkungan, keberadaan fasilitas ini diharapkan membuka peluang kerja dan memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitar.

    Meski kini menyatakan dukungan, warga menegaskan akan tetap mengawal proses pembangunan dan operasional RDF agar berjalan sesuai komitmen yang telah disepakati bersama.Perubahan sikap warga Tambun Rengas ini dinilai sebagai contoh pentingnya dialog terbuka dan partisipasi masyarakat dalam setiap proyek pembangunan, sehingga keputusan yang diambil dapat diterima secara kolektif dan berkelanjutan.