News

  • Polda Metro Jaya Pastikan Aksi Unjuk Rasa di Silang Selatan Monas Berjalan Terkendali

    Polda Metro Jaya Pastikan Aksi Unjuk Rasa di Silang Selatan Monas Berjalan Terkendali

    Jakarta – Polda Metro Jaya memastikan kegiatan aksi penyampaian pendapat di kawasan Silang Selatan Monas, wilayah Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (17/6/2026), berjalan aman, tertib, dan terkendali.

    Berdasarkan laporan situasi pukul 12.15 WIB, terdapat dua kelompok massa yang menyampaikan pendapat di kawasan Silang Selatan Monas. Total massa yang berada di lokasi diperkirakan sekitar 800 orang.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, personel kepolisian hadir di lapangan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang menyampaikan pendapat, sekaligus memastikan aktivitas masyarakat lainnya tetap berjalan lancar.

    “Personel hadir untuk memberikan pelayanan dan memastikan kegiatan penyampaian pendapat berjalan aman, tertib, serta tidak mengganggu aktivitas masyarakat,” ujar Kombes Budi.

    Adapun massa aksi tersebut berasal dari Aliansi Masyarakat Jakarta Timur dengan jumlah sekitar 500 orang. Mereka menyampaikan tuntutan agar pihak terkait mengadili koruptor dalam Program MBG serta menyuarakan agar Program MBG tetap dilanjutkan.

    Selain itu, terdapat pula massa dari Pimpinan Unit Kerja SP Kimia Energi dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia PT Indobuildco Unit The Sultan Hotel & Residence dengan jumlah sekitar 300 orang. Massa aksi tersebut diketahui telah membubarkan diri pada pukul 12.00 WIB dan kembali ke Hotel Sultan.

    Kombes Budi menjelaskan, situasi di kawasan Gedung MPR/DPR RI, baik pintu depan maupun pintu belakang atau Gerbang Pancasila, dilaporkan nihil massa aksi. Kondisi tersebut menunjukkan situasi kegiatan penyampaian pendapat di wilayah hukum Polda Metro Jaya masih berjalan terkendali.

    “Kami menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat. Kami mengimbau seluruh peserta aksi untuk tetap menjaga ketertiban, tidak mudah terprovokasi, serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Mari bersama-sama menjaga Jakarta tetap aman, tertib, dan kondusif,” pungkas Kombes Budi.

    Polda Metro Jaya juga mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan Monas dan sekitarnya agar tetap memperhatikan situasi lalu lintas serta mengikuti arahan petugas. Masyarakat dapat menghubungi layanan kepolisian 110 apabila membutuhkan bantuan atau melihat adanya gangguan kamtibmas.

  • Unit Reskrim Polsek Bojongsari Polres Metro Depok berhasil ungkap kasus curanmor wilayah Cinangka Sawangan – Depok

    Unit Reskrim Polsek Bojongsari Polres Metro Depok berhasil ungkap kasus curanmor wilayah Cinangka Sawangan – Depok

    Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 3 Juni 2026 sekitar pukul 06.30 WIB di Jalan Cempaka RT 04/02, Kelurahan Cinangka, Kecamatan Sawangan, Kota Depok. Korban diketahui memarkirkan sepeda motor Suzuki Satria FU miliknya di depan teras rumah kontrakan. Saat situasi sekitar dalam keadaan sepi, dua orang pelaku mendatangi lokasi dengan berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Beat.

    Sesampainya di lokasi, salah satu pelaku berinisial MI turun dari sepeda motor dan mendekati kendaraan milik korban. Pelaku kemudian berusaha mengambil sepeda motor tersebut dengan cara mendorongnya ke arah jalan keluar. Sementara itu, pelaku lainnya berinisial NW tetap berada di atas sepeda motor Honda Beat dalam kondisi mesin menyala sambil mengawasi keadaan sekitar guna memastikan aksi pencurian berjalan lancar.

    Namun, aksi kedua pelaku diketahui oleh seorang saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian. Menyadari perbuatannya diketahui, pelaku MI langsung meninggalkan sepeda motor korban dan melarikan diri ke arah kebun kosong. Pada saat yang bersamaan, pelaku NW berusaha melarikan diri menggunakan sepeda motor Honda Beat yang digunakan saat beraksi. Akan tetapi, upaya pelarian tersebut berhasil digagalkan oleh saksi dan warga sekitar yang segera melakukan pengejaran. Pelaku NW berhasil diamankan bersama barang bukti oleh warga dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Cinangka, kemudian diserahkan ke Polsek Bojongsari untuk proses hukum lebih lanjut.

    Berdasarkan hasil pemeriksaan dan pengembangan penyidikan, petugas kemudian berhasil mengetahui keberadaan pelaku lainnya. Pada Kamis, 4 Juni 2026 sekitar pukul 23.30 WIB, pelaku MI berhasil ditangkap di kediamannya tanpa perlawanan dan selanjutnya dibawa ke Polsek Bojongsari guna menjalani proses penyidikan.

    Dalam perkara ini, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Suzuki Satria FU tahun 2013 milik korban, satu unit sepeda motor Honda Beat yang digunakan para pelaku saat melakukan aksinya, serta sebuah tas hitam yang berisi identitas milik pelaku. Dari hasil pemeriksaan sementara, motif tindak pidana tersebut diduga dilatarbelakangi faktor ekonomi. Atas perbuatannya, para tersangka dipersangkakan melanggar Pasal 477 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) mengenai pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun. Dalam keadaan tertentu yang memenuhi unsur pemberatan, ancaman pidana dapat meningkat hingga paling lama 9 (sembilan) tahun penjara

  • Kapolsek Bojonggede Gelar JAGA DEPOK ON THE SPOT, Ajak Warga Aktif Jaga Keamanan Lingkungan

    Kapolsek Bojonggede Gelar JAGA DEPOK ON THE SPOT, Ajak Warga Aktif Jaga Keamanan Lingkungan

    BOJONGGEDE – Dalam rangka memperkuat sinergitas antara Polri dan masyarakat serta menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, Kapolsek Bojonggede AKP Abdullah Safiih, S.H., melaksanakan kegiatan JAGA DEPOK ON THE SPOT pada Rabu (17/06/2026) pukul 10.00 WIB hingga selesai di Kp. Sawah Indah RT 02/09, Desa Bojonggede, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor.

    Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kapolsek Bojonggede AKP Abdullah Safiih, S.H., Kanit Binmas IPTU Yayat Darojat, S.H., Kanit Patroli AKP Sigit Yulianto, S.H., Panit Binmas IPDA Asep Sopian, S.H., serta Bhabinkamtibmas AIPTU Eddy.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua RW 09 Bapak Suherlan, Ketua RT 05 Bapak Abdul Wahid, Ketua RT 04 Bapak Suratno, Ketua RT 01 Bapak Rohim, Tokoh Masyarakat Bapak Rahmat, serta warga setempat Bapak Iwan dan masyarakat lainnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Bojonggede menyampaikan sejumlah pesan dan imbauan kamtibmas kepada warga masyarakat. Di antaranya mengajak masyarakat untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan adanya peredaran obat-obatan terlarang seperti tramadol dan sejenisnya di lingkungan sekitar.

    Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk selalu waspada terhadap berbagai modus penipuan online yang saat ini marak terjadi. Kapolsek menjelaskan bahwa jajaran Kepolisian secara rutin melaksanakan operasi kejahatan jalanan setiap malam hingga menjelang pagi guna menciptakan rasa aman bagi masyarakat.

    Kapolsek juga mengajak warga untuk mengaktifkan kembali Pos Satkamling sebagai sarana bersama dalam menjaga keamanan lingkungan. Apabila terdapat permasalahan atau membutuhkan bantuan kepolisian, masyarakat dapat menghubungi layanan Polisi 110 maupun Bhabinkamtibmas setempat.

    Tidak lupa, warga diingatkan untuk selalu mengamankan kendaraan dengan menggunakan kunci ganda dan menyimpannya di tempat yang aman guna mencegah terjadinya pencurian kendaraan bermotor.

    Mengakhiri sambutannya, Kapolsek Bojonggede mengajak seluruh warga untuk berperan aktif menjaga keamanan dengan menjadikan diri sendiri sebagai polisi bagi keluarga maupun lingkungan sekitar.

    Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh keakraban, serta mendapat respons positif dari warga yang hadir.

  • Kapolda Riau Gaungkan Polisi sebagai Penjaga Peradaban di Wisuda dan Dies Natalis ke-80 STIK Polri

    Kapolda Riau Gaungkan Polisi sebagai Penjaga Peradaban di Wisuda dan Dies Natalis ke-80 STIK Polri

    Jakarta-Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menyampaikan orasi ilmiah bertajuk “Green Policing: Polisi sebagai Penjaga Peradaban” pada Dies Natalis ke-80 Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri di Jakarta, Rabu (17/6/2026).

    Dalam forum akademik yang mengusung tema “Pemolisian Demokrasi dan Reformasi Kultural untuk Meraih Kepercayaan Publik di Era Digital” tersebut, Kapolda Riau menawarkan Green Policing sebagai gagasan pengembangan pemolisian masa depan yang tidak lagi hanya berorientasi pada keamanan negara dan keamanan manusia, tetapi juga keamanan ekologis sebagai fondasi keberlanjutan peradaban.

    Orasi tersebut disampaikan di hadapan pimpinan Polri, guru besar, civitas akademika STIK, serta para wisudawan. Dalam momen tersebut, Irjen Herry menegaskan bahwa institusi kepolisian tidak dapat lagi memandang ancaman keamanan hanya dalam kerangka konvensional.

    Menurut peraih gelar doktor dari STIK tersebut, perubahan iklim, kerusakan lingkungan, kebakaran hutan dan lahan, pencemaran sungai, hingga hilangnya keanekaragaman hayati telah berkembang menjadi ancaman nyata terhadap kehidupan manusia dan stabilitas sosial.

    “Green Policing adalah evolusi dari gagasan keamanan itu sendiri. Dari state security yang melindungi negara, menuju human security yang melindungi manusia, dan kini berkembang menuju ecological security yang melindungi peradaban, manusia, dan alam secara bersamaan,” ujar Kapolda dalam orasinya.

    Irjen Herry menjelaskan, pengalaman bertugas di Riau memberikan pelajaran langsung mengenai kompleksitas ancaman ekologis.

    Provinsi Riau yang memiliki salah satu ekosistem gambut terbesar di dunia juga menghadapi berbagai persoalan lingkungan, mulai dari kebakaran hutan dan lahan, perambahan kawasan hutan, pembalakan liar, perburuan satwa dilindungi, pencemaran sungai, hingga pertambangan tanpa izin.

    Menurutnya, kondisi tersebut menuntut perubahan paradigma kepolisian. Polisi tidak cukup hanya hadir setelah kejahatan atau bencana terjadi, tetapi harus mampu membaca berbagai indikator lingkungan sebagai bagian dari sistem deteksi dini keamanan.

    “Angka kelembapan gambut bisa menjadi sinyal keamanan. Perubahan vegetasi dapat menjadi indikator risiko. Data ekologis harus dipandang sama pentingnya dengan data kriminal,” kata lulusan Akpol 1996 itu.

    Kapolda Riau memetakan Green Policing ke dalam tiga pilar utama. Pertama, pendekatan preventif melalui pembangunan kesadaran kolektif dan literasi ekologis masyarakat, antara lain melalui Satkamling Hijau, pendidikan lingkungan di sekolah, kampanye publik, serta penguatan kapasitas anggota Polri.

    Kedua, pendekatan represif melalui penguatan penegakan hukum terhadap kejahatan lingkungan seperti karhutla, pertambangan ilegal, perambahan hutan, serta penelusuran aktor ekonomi di balik kejahatan ekologis.

    Ketiga, pendekatan restoratif melalui berbagai program pemulihan lingkungan seperti reboisasi, rehabilitasi daerah aliran sungai, pembangunan sekat kanal, hingga program Tabung Harmoni Hijau.

    Ia juga menyoroti Program JALUR (Jelajah Riau untuk Rakyat) sebagai salah satu implementasi konkret Green Policing.

    Program tersebut menempatkan sungai sebagai ruang hidup yang harus dijaga secara terpadu melalui kolaborasi lintas sektor dengan menghadirkan layanan kesehatan, pendidikan, edukasi lingkungan, serta penguatan hubungan sosial masyarakat di sepanjang daerah aliran sungai.

    Dalam perspektif yang lebih luas, Green Policing diposisikan bukan sekadar sebagai inovasi kelembagaan, melainkan sebagai kontrak sosial baru antara polisi, masyarakat, dan lingkungan hidup.

    Karena itu, ia menilai masa depan institusi kepolisian akan sangat ditentukan oleh kemampuannya bertransformasi menjadi eco-stewards atau penjaga keberlanjutan ekologis.

    “Ancaman terbesar terhadap stabilitas sosial di masa depan lahir dari kerusakan ekologis. Karena itu polisi harus hadir sebagai penjaga syarat-syarat keberlangsungan kehidupan sebelum gangguan itu lahir,” ujarnya.

    Mengakhiri orasinya, Kapolda menegaskan bahwa menjaga lingkungan pada hakikatnya adalah menjaga masa depan umat manusia.

    Menurutnya, apabila polisi mampu berada di garis depan perjuangan tersebut, maka peran kepolisian tidak lagi sekadar sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai penjaga peradaban.

    “Melindungi lingkungan adalah melindungi masa depan kemanusiaan. Jika kita menjaga alam, maka alam akan menjaga kita. Dan bila polisi mampu berdiri di garis depan perjuangan itu, maka polisi bukan sekadar penegak hukum. Ia adalah penjaga peradaban,” urainya.

    Ia menambahkan, gagasan Green Policing yang dikembangkan Polda Riau tersebut merupakan elaborasi atas konsep Presisi yang digagas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

    “Melalui pendekatan tersebut, kepolisian tidak hanya diposisikan sebagai penjaga keamanan dan penegak hukum, tetapi juga sebagai institusi yang berperan menjaga keberlanjutan lingkungan serta masa depan peradaban,” demikian Kapolda Riau. []

  • Lahirkan Pemimpin Polri Masa Depan, STIK Wisuda 289 Lulusan S1, S2, dan Doktor Ilmu Kepolisian

    Lahirkan Pemimpin Polri Masa Depan, STIK Wisuda 289 Lulusan S1, S2, dan Doktor Ilmu Kepolisian

    Jakarta – Polri terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan tinggi kepolisian. Hal tersebut ditegaskan dalam kegiatan Wisuda Mahasiswa Program S1 Angkatan ke-83, S2 Angkatan ke-14, dan Program Doktor Ilmu Kepolisian Tahun Akademik 2026 yang dirangkaikan dengan Dies Natalis ke-80 Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri di Kampus STIK-PTIK, Jakarta, Rabu (17/6).

    Kalemdiklat Polri Komjen Pol. Drs. Ridwan Zulkarnain Panca Putra Simanjuntak, M.Si., menyampaikan bahwa sebanyak 289 wisudawan yang terdiri dari Program Sarjana, Magister, dan Doktor telah menyelesaikan pendidikan sebagai bagian dari upaya Polri meningkatkan kualitas dan kapabilitas personel dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks.

    “Ini adalah bagian dari upaya Polri untuk terus meningkatkan kemampuan pengetahuan seluruh personel SDM Polri agar mampu memahami serta melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya melalui pendekatan keilmuan yang mereka ikuti selama program pendidikan di STIK Lemdiklat Polri,” ujar Komjen Pol. Panca.

    Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan merupakan implementasi dari rekomendasi Tim Percepatan Reformasi Polri serta kebijakan Kapolri dalam membangun SDM yang profesional, berintegritas, dan mampu menjawab harapan masyarakat.

    Komjen Pol. Panca juga mengungkapkan bahwa Kapolri mendorong STIK untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui pengembangan Universitas Kepolisian yang saat ini tengah dikaji. Universitas tersebut nantinya diharapkan tidak hanya menjadi pusat pendidikan bagi anggota Polri, tetapi juga terbuka bagi masyarakat yang ingin mendalami ilmu-ilmu terkait keamanan dan ketertiban.

    “Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian harus terus beradaptasi dan mengembangkan diri melalui Universitas Kepolisian yang saat ini sedang kita bahas untuk dapat mengakomodasi tidak hanya polisi, tetapi seluruh elemen masyarakat yang ingin menimba ilmu dan berkaitan dengan masalah-masalah keamanan,” katanya.

    Sementara itu, Ketua STIK Lemdiklat Polri Irjen Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto, S.I.K., M.Si., menegaskan komitmen lembaganya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan aspek etika, logika, dan rasa dalam pembentukan perwira Polri.

    “Polisi harus pintar. Kami terus berbenah agar STIK menjadi bagian penting dalam mencetak kader-kader Polri yang bermartabat, profesional, dan beradab,” ujar Irjen Pol. Eko.

    Pada kesempatan yang sama, Guru Besar STIK Lemdiklat Polri Prof. (Ris) Hermawan Sulistyo, M.A., Ph.D., menilai peningkatan jumlah lulusan pendidikan tinggi, khususnya program doktoral, akan memperkuat kualitas kepemimpinan di lingkungan Polri.

    “Semakin cerdas, semakin tinggi, semakin pintar, semakin memiliki empati kepada publik,” ungkap Prof. Hermawan.

    Melalui penguatan pendidikan tinggi kepolisian, Polri berharap dapat melahirkan pemimpin-pemimpin yang tidak hanya memiliki kecakapan akademis, tetapi juga mampu menghadirkan pelayanan yang humanis, profesional, serta semakin dekat dengan masyarakat sesuai arah kebijakan Kapolri dan harapan Presiden Republik Indonesia.

  • Di Balik Ramainya Pasar Keyabi Nduga, Senyum Mama Papua dan Polwan Damai Cartenz Rajut Rasa Aman dan Nyaman

    Di Balik Ramainya Pasar Keyabi Nduga, Senyum Mama Papua dan Polwan Damai Cartenz Rajut Rasa Aman dan Nyaman

    Nduga, Papua Pegunungan – Di tengah aktivitas jual beli yang berlangsung hangat dan penuh keakraban, Pasar Keyabi di Kabupaten Nduga menjadi gambaran nyata bahwa roda perekonomian masyarakat Papua Pegunungan terus berjalan dengan aman dan kondusif. Suasana tersebut terlihat saat personel Polisi Wanita (Polwan) yang tergabung dalam Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 menyambangi para pedagang dan warga di Pasar Keyabi, Kabupaten Nduga, pada Selasa (16/6/2026).

    Pasar Keyabi yang merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat di Kabupaten Nduga tampak ramai dipenuhi mama-mama Papua yang menjajakan hasil kebun lokal, mulai dari sayur-mayur, umbi-umbian, hingga berbagai komoditas pangan lainnya. Kehadiran para Polwan di tengah aktivitas masyarakat disambut hangat oleh para pedagang maupun pengunjung pasar.

    Dipimpin Dantim Satgas Tindak, Ipda Deni Alpianda, S.H., bersama Ipda Fiona Safitri, S.H., M.H., dan personel Polwan lainnya, kegiatan tersebut dilaksanakan dengan pendekatan humanis melalui dialog, silaturahmi, serta interaksi langsung dengan masyarakat. Para Polwan tampak berbaur bersama mama-mama Papua, mendengarkan cerita mereka, membeli hasil jualan warga, sekaligus menyerap berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat.

    Suasana kekeluargaan begitu terasa ketika para pedagang berbincang santai dengan personel. Senyum dan tawa menghiasi setiap sudut pasar, memperlihatkan hubungan yang semakin dekat antara aparat keamanan dan masyarakat. Kehadiran personel tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menghadirkan semangat serta perhatian kepada warga yang setiap hari menggantungkan penghidupan dari aktivitas perdagangan di pasar tersebut.

    Melalui kegiatan ini, Satgas Operasi Damai Cartenz juga ingin menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa Pasar Keyabi merupakan kawasan yang aman untuk beraktivitas. Masyarakat tetap dapat menjalankan kegiatan ekonomi, berjualan, dan berinteraksi seperti biasa dalam suasana yang tertib dan kondusif.

    Selain menjalin kedekatan, personel juga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas serta mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan, kerukunan, dan keamanan lingkungan secara bersama-sama demi mendukung pembangunan dan kesejahteraan di Papua Pegunungan.

    Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengatakan bahwa pasar tradisional merupakan salah satu ruang penting untuk membangun komunikasi langsung dengan masyarakat.

    “Pasar adalah tempat masyarakat berkumpul dan beraktivitas setiap hari. Kehadiran personel di Pasar Keyabi merupakan bentuk komitmen Polri untuk memastikan masyarakat merasa aman sekaligus mempererat hubungan dengan warga. Kami ingin menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat di Papua Pegunungan dapat berjalan dengan baik, aman, dan kondusif,” ujar Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani.

    Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menegaskan bahwa pendekatan humanis akan terus dikedepankan dalam setiap pelaksanaan tugas di wilayah Papua.

    “Kedekatan dengan masyarakat merupakan modal utama dalam menjaga stabilitas keamanan. Melalui interaksi yang hangat dan penuh kekeluargaan seperti di Pasar Keyabi, kami ingin membangun rasa saling percaya sehingga masyarakat semakin nyaman beraktivitas dan bersama-sama menjaga situasi yang aman serta damai,” kata Kombes Pol. Adarma Sinaga.

    Kegiatan tersebut menjadi potret nyata bahwa keamanan dan aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan berdampingan. Di Pasar Keyabi, mama-mama Papua tetap berjualan, warga tetap berbelanja, dan kehidupan sosial masyarakat berlangsung dengan hangat, mencerminkan semangat kebersamaan serta harapan akan Papua yang aman, damai, dan sejahtera.

  • Polda Metro Jaya Siapkan 4.961 Personel Gabungan Layani Aksi Unras di Jakarta

    Polda Metro Jaya Siapkan 4.961 Personel Gabungan Layani Aksi Unras di Jakarta

    Jakarta – Polda Metro Jaya menyiapkan 4.961 personel gabungan untuk melayani dan mengamankan aksi penyampaian pendapat dari sejumlah elemen masyarakat dan mahasiswa di wilayah hukum Polda Metro Jaya, Rabu (17/6/2026).

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, personel gabungan tersebut akan ditempatkan di sejumlah titik kegiatan, antara lain kawasan Monas, Bundaran HI/Dukuh Atas, Gedung DPR/MPR RI, serta titik-titik pengaturan lalu lintas di sekitarnya.

    “Polda Metro Jaya menyiapkan 4.961 personel gabungan untuk melayani kegiatan penyampaian pendapat masyarakat. Personel ditempatkan di sejumlah titik agar kegiatan dapat berjalan aman, tertib, dan kondusif,” ujar Kombes Budi.

    Adapun rincian personel yang dilibatkan terdiri dari 3.147 personel jajaran Polda Metro Jaya, 500 personel TNI, 1.300 personel BKO Mabes Polri, serta 14 personel Damkar yang disiagakan untuk mendukung kelancaran pelayanan dan pengamanan kegiatan.

    Lebih lanjut Kombes Budi menjelaskan, pola pelayanan dan pengamanan akan mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, dan terukur. Personel yang bertugas juga diingatkan agar menghindari sikap arogan serta tidak mengeluarkan ucapan maupun tindakan yang dapat memicu ketegangan.

    “Prinsipnya kami hadir untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Anggota di lapangan diarahkan bertindak humanis, persuasif, dan tetap sesuai prosedur,” katanya.

    Selain pengamanan di lokasi aksi, Polda Metro Jaya juga menyiapkan personel lalu lintas untuk menjaga kelancaran arus kendaraan. Rekayasa lalu lintas akan dilakukan secara situasional dengan melihat perkembangan di lapangan.

    “Pengaturan lalu lintas bersifat situasional. Kami mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi agar menyesuaikan perjalanan dan mengikuti arahan petugas,” jelasnya.

    Polda Metro Jaya juga mengimbau peserta aksi agar menyampaikan pendapat secara damai, tertib, dan tidak mudah terprovokasi. Masyarakat diminta bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar aktivitas umum tetap berjalan lancar.

    “Kami menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat. Mari bersama-sama menjaga Jakarta tetap aman, tertib, dan kondusif,” pungkas Kombes Budi.

  • Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Wakapolri dan Akpol ’90 Dhira Brata Gelar Bakti Sosial dan Kesehatan di Bogor

    Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Wakapolri dan Akpol ’90 Dhira Brata Gelar Bakti Sosial dan Kesehatan di Bogor

    BOGOR – Keluarga besar Akpol ’90 Dhira Brata menggelar Bakti Sosial dan Bakti Kesehatan dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 di Megamendung, Kabupaten Bogor, Minggu (14/6/2026).

    Kegiatan ini dihadiri Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., didampingi Ketua Umum Panitia Hari Bhayangkara ke-80 Komjen Pol. Ramdani Hidayat, S.H., beserta Bhayangkari. Hadir pula Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol. Eddy Hartono, pejabat TNI-Polri, unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta keluarga besar Akpol ’90 Dhira Brata.

    Salurkan 500 Paket Sembako, Layani 200 Warga melalui Bakti Kesehatan, Santuni 110 Anak Yatim Piatu dan Dhuafa, serta Gelar Aksi Pelestarian Lingkungan di Megamendung
    Melalui kegiatan ini, Polri bersama Akpol ’90 Dhira Brata menyalurkan 500 paket sembako, memberikan layanan kesehatan gratis kepada 200 warga, serta menyerahkan santunan dan bantuan kebutuhan pokok kepada 110 anak yatim piatu dan dhuafa.

    Layanan kesehatan yang diberikan mencakup pemeriksaan umum, pengecekan gula darah, asam urat, dan kolesterol, konsultasi dokter spesialis penyakit dalam, pemberian obat-obatan, pembagian kacamata baca gratis, serta paket imunitas. Kehadiran tenaga medis dan fasilitas yang memadai mendapat respons positif dari masyarakat.

    Wakapolri bersama Bhayangkari juga meninjau langsung lokasi kegiatan, menyapa warga, berdialog dengan penerima manfaat, dan memberikan dukungan kepada masyarakat yang menjalani pemeriksaan kesehatan.

    Kehangatan interaksi tersebut mencerminkan kedekatan Polri dengan masyarakat. Antusiasme warga menunjukkan bahwa kehadiran Polri dirasakan tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui program yang memberikan manfaat langsung.

    Dalam kesempatan itu, Wakapolri menegaskan bahwa Hari Bhayangkara ke-80 harus menjadi momentum untuk memperkuat pengabdian Polri kepada masyarakat.

    “Hari Bhayangkara ke-80 harus menjadi momentum untuk semakin memperkuat kedekatan Polri dengan masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya, terutama oleh saudara-saudara kita yang membutuhkan. Pengabdian Polri tidak hanya diwujudkan dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui kepedulian, empati, dan aksi nyata yang membawa manfaat bagi masyarakat. Sesuai petunjuk Bapak Kapolri, saya mengajak seluruh jajaran Polri mulai dari Mabes Polri, Polda, Polres hingga Polsek untuk terus bersinergi dan bekerja sama dengan seluruh stakeholder terkait dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat menjelang Hari Bhayangkara ke-80,” ujar Wakapolri.

    Kehadiran Polri juga dirasakan langsung oleh para penerima manfaat. Salah seorang warga mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan melalui kegiatan tersebut.

    “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Wakapolri dan seluruh jajaran Polri serta keluarga besar Akpol ’90 Dhira Brata. Kami merasakan bahwa Polri benar-benar hadir untuk masyarakat, bukan hanya menjaga keamanan tetapi juga membantu warga yang membutuhkan. Semoga kebaikan ini menjadi amal dan membawa keberkahan bagi seluruh anggota Polri,” ungkapnya.

    Selain kegiatan sosial dan kesehatan, acara ini juga menekankan pentingnya pelestarian lingkungan. Wakapolri bersama alumni Akpol ’90 Dhira Brata menanam pohon alpukat, sukun, dan durian sebagai simbol komitmen menjaga lingkungan yang hijau dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

    Komitmen tersebut dilanjutkan dengan pelepasan 90 ekor burung kutilang dan sejumlah burung merpati putih sebagai simbol harapan, kedamaian, dan harmoni antara manusia dengan alam, sekaligus ajakan untuk menjaga keseimbangan ekosistem.

    Melalui kegiatan ini, Polri menegaskan bahwa semangat Hari Bhayangkara tidak hanya diwujudkan melalui tugas menjaga keamanan, tetapi juga lewat pelayanan kemanusiaan, kepedulian sosial, dan kontribusi terhadap pelestarian lingkungan. Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya Polri untuk terus hadir, melayani, dan mengabdi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

  • Wakapolri Hadir di Tengah Warga, Dorong Kesehatan Masyarakat Bogor

    Wakapolri Hadir di Tengah Warga, Dorong Kesehatan Masyarakat Bogor

    Bogor – Kehangatan dan kedekatan antara Polri dan masyarakat terasa kuat dalam kegiatan Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar Polri bersama Alumni Akpol 1990 Dhira Brata di Polsek Megamendung, Kabupaten Bogor, Minggu (14/6/2026). Sejak pagi, ratusan warga memadati lokasi kegiatan untuk mendapatkan layanan kesehatan gratis yang disediakan oleh tim medis Pusdokkes Polri.

    Di tengah antusiasme masyarakat tersebut, Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, M.Si. hadir langsung meninjau jalannya kegiatan. Tidak sekadar melihat pelaksanaan pelayanan kesehatan, Wakapolri menyempatkan diri menyapa warga yang sedang mengantre, berbincang hangat, serta menanyakan kondisi kesehatan mereka satu per satu.

    Senyum dan sapaan Wakapolri disambut antusias oleh masyarakat. Suasana akrab terlihat saat ia menyusuri antrean warga yang didominasi para lansia, ibu rumah tangga, dan pekerja harian yang memanfaatkan kesempatan untuk memeriksakan kesehatannya secara gratis.

    “Sehat-sehat terus ya Ibu dan Bapak,” sapa Wakapolri kepada warga yang tengah menunggu giliran pemeriksaan.

    Kehadiran Wakapolri di tengah masyarakat menjadi simbol nyata kepedulian Polri terhadap kesehatan warga. Menurutnya, kesehatan merupakan modal utama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan harus menjadi perhatian bersama.

    “Semoga masyarakat Bogor selalu sehat. Saya melihat antusiasme masyarakat sangat tinggi untuk memeriksakan kesehatannya. Ini menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan semakin baik. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini sehingga dapat dilakukan langkah pencegahan maupun pengobatan yang tepat,” ujar Wakapolri.

    Wakapolri juga menegaskan bahwa hasil pemeriksaan kesehatan yang ditemukan dalam kegiatan tersebut harus ditindaklanjuti secara serius agar masyarakat memperoleh manfaat yang berkelanjutan.
    “Kami berharap hasil pemeriksaan kesehatan hari ini dapat menjadi langkah awal untuk menjaga kesehatan masyarakat secara lebih optimal. Apabila ditemukan kondisi kesehatan yang memerlukan perhatian lebih lanjut, kami akan mendorong Polres Bogor bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor untuk melakukan tindak lanjut sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan terbaik dan berkesinambungan,” lanjutnya.

    Selain pelayanan kesehatan, Polri bersama Alumni Akpol 1990 Dhira Brata juga menyalurkan bantuan sosial berupa 500 paket sembako kepada masyarakat termasuk anak perhatian khusus juga diberikan kepada anak yatim dan dhuafa.

    Pada sektor kesehatan, masyarakat memperoleh berbagai layanan mulai dari pemeriksaan tanda vital, konsultasi dokter, pemeriksaan laboratorium sederhana, pemberian obat-obatan, edukasi kesehatan, pembagian 100 kacamata baca, hingga pemberian 100 paket imunitas.
    Kepala Satuan Kesehatan Pusdokkes Polri, Kombes Pol dr. Alexy Oktoman Djohansjah, Sp.OG., Subsp.Onk., menjelaskan bahwa seluruh layanan kesehatan telah dipersiapkan secara maksimal untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

    “Kami mempersiapkan kapasitas pelayanan kesehatan untuk sekitar 500 masyarakat. Seluruh tenaga medis, sarana kesehatan, obat-obatan, ambulans, hingga peralatan pemeriksaan telah kami siapkan agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang cepat, nyaman, dan maksimal,” ujar Kombes Pol dr. Alexy.

    Untuk mendukung kelancaran kegiatan, Pusdokkes Polri menghadirkan berbagai layanan kesehatan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari pemeriksaan kesehatan umum, cek kesehatan gratis, pelayanan dokter spesialis penyakit dalam, pembagian kacamata baca gratis, hingga pemeriksaan laboratorium sederhana.
    Pelayanan kesehatan tersebut didukung oleh tim medis berjumlah 40 personel yang terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, perawat, petugas laboratorium, serta didukung empat unit ambulans guna memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal.

    Dari kegiatan tersebut, sebanyak 204 warga berhasil mendapatkan pelayanan kesehatan. Hasil pemeriksaan menunjukkan hipertensi menjadi keluhan terbanyak yang ditemukan dengan 45 kasus, disusul ISPA sebanyak 32 kasus, gastritis atau dispepsia 25 kasus, diabetes melitus 18 kasus, dermatitis 15 kasus, nyeri otot dan sendi 12 kasus, asam urat 10 kasus, dislipidemia 8 kasus, keluhan mata 7 kasus, anemia 5 kasus, serta keluhan lainnya sebanyak 27 kasus.
    Temuan tersebut menunjukkan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala dan upaya deteksi dini, terutama terhadap penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes melitus yang memerlukan pemantauan serta pengobatan berkelanjutan.
    Kegiatan ini mendapat apresiasi dari masyarakat yang merasakan langsung manfaat pelayanan kesehatan yang diberikan. Salah satunya disampaikan oleh Ibu Susanti, warga Desa Sukakarya.
    “Alhamdulillah, kegiatan ini sangat membantu masyarakat. Kami jadi mengetahui kondisi kesehatan kami masing-masing. Pelayanannya sangat baik, para dokter dan anggota Polri juga ramah. Kami merasa senang karena Bapak Wakapolri datang langsung menyapa dan melihat kondisi masyarakat,” ujarnya.

    Melalui kolaborasi antara Polri, Masyarakat, dan Alumni Akpol 1990 Dhira Brata, kegiatan ini menjadi wujud nyata hadirnya Polri di tengah masyarakat. Tidak hanya memberikan layanan kesehatan dan bantuan sosial, tetapi juga membangun kepedulian bersama untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera. Semangat melayani yang diwujudkan melalui Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara ke-80 ini sekaligus mempererat kedekatan Polri dengan masyarakat melalui aksi nyata yang manfaatnya dirasakan langsung oleh warga.

  • Menyapa dari Jantung Papua, Patroli Humanis Satgas Damai Cartenz Perkuat Kedekatan dengan Warga Ilaga

    Menyapa dari Jantung Papua, Patroli Humanis Satgas Damai Cartenz Perkuat Kedekatan dengan Warga Ilaga

    Ilaga, Papua Tengah – Di tengah sejuknya udara pegunungan dan aktivitas masyarakat yang berlangsung seperti biasa, personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 kembali hadir menyapa warga melalui patroli humanis di Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Minggu (14/6/2026).

    Patroli tersebut tidak hanya bertujuan menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga menjadi ruang interaksi yang hangat antara aparat keamanan dan warga. Personel berjalan menyusuri kawasan permukiman, menyapa masyarakat, berbincang dengan para orang tua, serta berinteraksi dengan anak-anak yang antusias menyambut kehadiran mereka.

    Bagi sebagian warga, kehadiran personel yang datang dengan senyum dan sapaan sederhana memberikan rasa tenang tersendiri. Melalui komunikasi yang terjalin secara langsung, personel mendengarkan berbagai aspirasi masyarakat sekaligus memastikan aktivitas warga dapat berjalan dengan aman dan nyaman.

    Kegiatan ini merupakan bagian dari pendekatan humanis yang terus dikedepankan Satgas Operasi Damai Cartenz dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua. Selain memantau situasi wilayah, personel juga berupaya membangun kepercayaan dan kedekatan dengan masyarakat sebagai mitra utama dalam mewujudkan keamanan yang berkelanjutan.

    Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengatakan bahwa kehadiran personel di tengah masyarakat merupakan bagian penting dari upaya membangun rasa aman sekaligus memperkuat hubungan emosional antara Polri dan masyarakat Papua.

    “Keamanan tidak hanya dibangun melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui kepercayaan. Karena itu, kami terus mendorong personel untuk hadir, menyapa, mendengarkan, dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Dengan kedekatan tersebut, rasa aman akan tumbuh secara alami,” ujar Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani.

    Menurutnya, pendekatan persuasif dan humanis menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas keamanan yang berkelanjutan di Papua.

    Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menegaskan bahwa patroli humanis merupakan bentuk nyata pelayanan Polri yang mengedepankan sentuhan kemanusiaan.

    “Setiap interaksi yang terbangun dengan masyarakat memiliki arti penting. Ketika masyarakat merasa didengar dan diperhatikan, maka akan terbangun hubungan yang kuat antara aparat dan warga. Inilah yang terus kami jaga melalui berbagai kegiatan humanis di lapangan,” kata Kombes Pol. Adarma Sinaga.

    Respons positif masyarakat yang ditemui selama patroli menjadi gambaran bahwa pendekatan humanis mampu menciptakan suasana yang lebih hangat dan harmonis. Kehadiran personel di tengah aktivitas warga tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan dalam menjaga kedamaian di Tanah Papua.

    Melalui patroli rutin dan berbagai kegiatan kemasyarakatan lainnya, Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 berkomitmen untuk terus hadir sebagai pelindung, pengayom, sekaligus pelayanan sahabat masyarakat dalam mewujudkan Papua yang aman, damai, dan sejahtera.