News

  • Bukan Cuma Angkat Senjata, Peran Ganda Satgas Damai Cartenz 2026 Dipuji Tokoh Papua

    Bukan Cuma Angkat Senjata, Peran Ganda Satgas Damai Cartenz 2026 Dipuji Tokoh Papua

    Jayapura – Tokoh Masyarakat Papua, Denny A. Wafumilena, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap kinerja Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 yang dinilai berhasil menjaga situasi keamanan sekaligus menjalankan berbagai program kemanusiaan bagi masyarakat di Tanah Papua.

    Pernyataan tersebut disampaikan Denny A. Wafumilena saat bertemu dengan Personel Satgas Humas Ops Damai Cartenz-2026 di Warung Tarwasih Jaya Tasangkapura, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Kamis (18/6/2026).

    Menurut Denny, langkah penegakan hukum yang dilakukan Satgas Operasi Damai Cartenz terhadap kelompok-kelompok kriminal yang selama ini meresahkan masyarakat merupakan upaya yang patut didukung demi terciptanya keamanan dan ketertiban di Papua.

    “Saya mendukung Satgas Damai Cartenz dalam melakukan penegakan hukum yang terarah dan terukur terhadap kelompok-kelompok kriminal yang meresahkan masyarakat di Tanah Papua,” ujar Denny.

    Selain menjalankan tugas penegakan hukum, Denny juga mengapresiasi berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan yang selama ini dilakukan Satgas Operasi Damai Cartenz kepada masyarakat.

    Menurutnya, kehadiran personel Satgas tidak hanya dirasakan dalam menjaga keamanan, tetapi juga melalui pelayanan kesehatan, dukungan di bidang pendidikan, serta bantuan sosial kepada masyarakat lanjut usia dan panti asuhan.

    “Saya mengapresiasi Satgas Damai Cartenz yang selain melakukan penegakan hukum juga memberikan pelayanan kesehatan, pendidikan, serta bantuan kepada masyarakat lansia maupun panti asuhan. Program-program seperti ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

    Denny turut menyampaikan terima kasih kepada Satgas Operasi Damai Cartenz yang telah berkontribusi dalam menciptakan situasi keamanan yang kondusif di berbagai wilayah Papua.

    “Terima kasih kepada Satgas Damai Cartenz yang telah berupaya menciptakan situasi yang aman di Tanah Papua sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan lebih tenang,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Denny berharap Satgas Operasi Damai Cartenz tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan kegiatan kemanusiaan dalam pelaksanaan tugasnya. Menurutnya, pendekatan yang humanis dapat semakin mempererat hubungan antara aparat keamanan dan masyarakat serta mendukung terciptanya Papua yang aman dan damai.

    “Kami berharap Satgas Damai Cartenz tetap mengedepankan kegiatan persuasif dan kegiatan kemanusiaan di Tanah Papua. Pendekatan seperti ini penting untuk membangun kepercayaan masyarakat dan menjaga kedamaian yang berkelanjutan,” tutup Denny.

  • Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas dan 4.547 Personel Kawal Aspirasi Hari Ini

    Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas dan 4.547 Personel Kawal Aspirasi Hari Ini

    Jakarta – Polda Metro Jaya menyiapkan 4.547 personel gabungan untuk melayani aksi penyampaian pendapat sejumlah elemen masyarakat di wilayah hukum Polda Metro Jaya, Jumat (19/6/2026).

    Personel akan ditempatkan di sejumlah titik kegiatan, antara lain area Monas, Bundaran HI/Dukuh Atas, Gedung DPR/MPR RI, serta Kedutaan Besar Amerika Serikat.

    Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, pengamanan dilakukan untuk memastikan kegiatan penyampaian pendapat berjalan aman, tertib, lancar, dan kondusif.

    “Polda Metro Jaya menyiapkan 4.547 personel gabungan untuk melayani dan mengamankan kegiatan penyampaian pendapat masyarakat. Kehadiran personel di lapangan untuk memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya,” ujar Kombes Budi.

    Adapun personel yang dilibatkan terdiri dari unsur Polda Metro Jaya sebanyak 3.479 personel, jajaran Polres sebanyak 458 personel, serta BKO sebanyak 610 personel. Unsur BKO tersebut meliputi TNI sebanyak 300 personel, Korbrimob sebanyak 100 personel, Korsabhara sebanyak 200 personel, dan Dinas Perhubungan sebanyak 10 personel.

    Sejumlah elemen masyarakat dijadwalkan menyampaikan aspirasi di beberapa lokasi. Di area Monas diperkirakan terdapat massa dari Dewan Pengurus Tani Merdeka Indonesia, Pengurus HMI Tangerang, dan Poros Pemuda Peduli Indonesia. Sementara itu, massa lainnya direncanakan berada di kawasan Bundaran HI/Dukuh Atas, Gedung DPR/MPR RI, serta Kedutaan Besar Amerika Serikat.

    Kombes Budi menjelaskan, pola pelayanan dan pengamanan dilakukan secara preemtif, preventif, serta penegakan hukum apabila ditemukan pelanggaran. Petugas juga disiagakan untuk pengaturan arus lalu lintas, pengamanan objek, serta pelayanan kepada masyarakat pengguna jalan.

    “Kami mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis. Seluruh personel telah diingatkan untuk bertindak sesuai prosedur, tidak mudah terprovokasi, serta mengutamakan keselamatan masyarakat, peserta aksi, dan petugas,” katanya.

    Kombes Budi menambahkan, rekayasa lalu lintas akan dilakukan secara situasional menyesuaikan perkembangan di lapangan. Masyarakat diimbau untuk menghindari kawasan yang menjadi titik kegiatan apabila tidak memiliki kepentingan mendesak.

    “Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Kepada peserta aksi, silakan menyampaikan pendapat secara tertib, damai, tidak melakukan tindakan anarkis, tidak merusak fasilitas umum, tidak membawa benda berbahaya, dan tetap menghormati hak masyarakat lainnya,” ujar Kombes Budi.

    Polda Metro Jaya juga mengimbau masyarakat segera melapor apabila melihat potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat melalui layanan kepolisian terdekat atau Call Center 110.

  • Brimob Batalyon B Pelopor Bubarkan Tawuran di Kramat Jati, 4 Remaja dan Dua Celurit Diamankan

    Brimob Batalyon B Pelopor Bubarkan Tawuran di Kramat Jati, 4 Remaja dan Dua Celurit Diamankan

    Jakarta Timur – Patroli gabungan Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya bersama Tim Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Timur membubarkan aksi tawuran yang terjadi di kawasan Jalan Raya Bogor, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (19/6/2026) dini hari. Dalam penindakan tersebut, petugas mengamankan empat remaja yang diduga terlibat serta menyita dua bilah celurit.

    Setelah mengamankan para pelaku tawuran, patroli gabungan kembali melakukan penyisiran di sejumlah titik rawan gangguan kamtibmas. Dalam kegiatan tersebut, petugas juga mengamankan sejumlah pemuda yang diduga hendak melakukan balap liar di kawasan Cipayung untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

    Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Henik Maryanto, mengatakan patroli gabungan menjadi salah satu langkah untuk merespons potensi gangguan keamanan yang kerap terjadi pada malam hingga dini hari. “Kehadiran petugas di lapangan diharapkan dapat mencegah gangguan kamtibmas berkembang dan merugikan masyarakat,” ujarnya.

    “Sinergi antara Brimob dan jajaran kewilayahan akan terus diperkuat guna mengantisipasi berbagai bentuk gangguan ketertiban yang meresahkan warga,” kata Henik. Selain penindakan, upaya pencegahan melalui patroli rutin juga terus dilakukan sebagai langkah menjaga situasi keamanan tetap terkendali.

    Masyarakat diimbau untuk turut berperan menjaga lingkungan masing-masing serta segera melaporkan potensi gangguan kamtibmas melalui layanan Polri 110 agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat oleh petugas.

  • Brimob Batalyon B Pelopor Bubarkan Tawuran di Kramat Jati, 4 Remaja dan Dua Celurit Diamankan

    Brimob Batalyon B Pelopor Bubarkan Tawuran di Kramat Jati, 4 Remaja dan Dua Celurit Diamankan

    Jakarta Timur – Patroli gabungan Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya bersama Tim Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Timur membubarkan aksi tawuran yang terjadi di kawasan Jalan Raya Bogor, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (19/6/2026) dini hari. Dalam penindakan tersebut, petugas mengamankan empat remaja yang diduga terlibat serta menyita dua bilah celurit.

    Setelah mengamankan para pelaku tawuran, patroli gabungan kembali melakukan penyisiran di sejumlah titik rawan gangguan kamtibmas. Dalam kegiatan tersebut, petugas juga mengamankan sejumlah pemuda yang diduga hendak melakukan balap liar di kawasan Cipayung untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

    Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Henik Maryanto, mengatakan patroli gabungan menjadi salah satu langkah untuk merespons potensi gangguan keamanan yang kerap terjadi pada malam hingga dini hari. “Kehadiran petugas di lapangan diharapkan dapat mencegah gangguan kamtibmas berkembang dan merugikan masyarakat,” ujarnya.

    “Sinergi antara Brimob dan jajaran kewilayahan akan terus diperkuat guna mengantisipasi berbagai bentuk gangguan ketertiban yang meresahkan warga,” kata Henik. Selain penindakan, upaya pencegahan melalui patroli rutin juga terus dilakukan sebagai langkah menjaga situasi keamanan tetap terkendali.

    Masyarakat diimbau untuk turut berperan menjaga lingkungan masing-masing serta segera melaporkan potensi gangguan kamtibmas melalui layanan Polri 110 agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat oleh petugas.

  • PANIT INTELKAM POLSEK PANCORAN MAS LAKSANAKAN KEGIATAN JAGA DEPOK ON THE SPOT

    Depok – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif, Panit Intelkam Polsek Pancoran Mas melaksanakan kegiatan Jaga Depok On The Spot pada Rabu (17/06/2026) pukul 11.00 WIB hingga 11.40 WIB di Jl. Raya Sawangan, Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok.

    Kegiatan dipimpin oleh Panit Intelkam Polsek Pancoran Mas, Ipda Bambang H., didampingi Bripka Koko selaku Banit Intelkam. Dalam kegiatan tersebut, personel melaksanakan sambang dan dialogis dengan warga serta para pedagang kaki lima (PKL) guna mempererat silaturahmi, menjalin komunikasi yang baik, serta menggali berbagai informasi yang berkembang di lingkungan masyarakat.

    Melalui kegiatan ini, personel Polsek Pancoran Mas mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan kamtibmas, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan.

    Warga yang hadir dalam kegiatan tersebut menyambut baik kehadiran anggota kepolisian dan menyampaikan apresiasi atas upaya Polsek Pancoran Mas dalam membangun kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan Jaga Depok On The Spot.

    Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.

  • Polda Metro Jaya Pastikan Aksi Unjuk Rasa di Silang Selatan Monas Berjalan Terkendali

    Polda Metro Jaya Pastikan Aksi Unjuk Rasa di Silang Selatan Monas Berjalan Terkendali

    Jakarta – Polda Metro Jaya memastikan kegiatan aksi penyampaian pendapat di kawasan Silang Selatan Monas, wilayah Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (17/6/2026), berjalan aman, tertib, dan terkendali.

    Berdasarkan laporan situasi pukul 12.15 WIB, terdapat dua kelompok massa yang menyampaikan pendapat di kawasan Silang Selatan Monas. Total massa yang berada di lokasi diperkirakan sekitar 800 orang.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, personel kepolisian hadir di lapangan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang menyampaikan pendapat, sekaligus memastikan aktivitas masyarakat lainnya tetap berjalan lancar.

    “Personel hadir untuk memberikan pelayanan dan memastikan kegiatan penyampaian pendapat berjalan aman, tertib, serta tidak mengganggu aktivitas masyarakat,” ujar Kombes Budi.

    Adapun massa aksi tersebut berasal dari Aliansi Masyarakat Jakarta Timur dengan jumlah sekitar 500 orang. Mereka menyampaikan tuntutan agar pihak terkait mengadili koruptor dalam Program MBG serta menyuarakan agar Program MBG tetap dilanjutkan.

    Selain itu, terdapat pula massa dari Pimpinan Unit Kerja SP Kimia Energi dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia PT Indobuildco Unit The Sultan Hotel & Residence dengan jumlah sekitar 300 orang. Massa aksi tersebut diketahui telah membubarkan diri pada pukul 12.00 WIB dan kembali ke Hotel Sultan.

    Kombes Budi menjelaskan, situasi di kawasan Gedung MPR/DPR RI, baik pintu depan maupun pintu belakang atau Gerbang Pancasila, dilaporkan nihil massa aksi. Kondisi tersebut menunjukkan situasi kegiatan penyampaian pendapat di wilayah hukum Polda Metro Jaya masih berjalan terkendali.

    “Kami menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat. Kami mengimbau seluruh peserta aksi untuk tetap menjaga ketertiban, tidak mudah terprovokasi, serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Mari bersama-sama menjaga Jakarta tetap aman, tertib, dan kondusif,” pungkas Kombes Budi.

    Polda Metro Jaya juga mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan Monas dan sekitarnya agar tetap memperhatikan situasi lalu lintas serta mengikuti arahan petugas. Masyarakat dapat menghubungi layanan kepolisian 110 apabila membutuhkan bantuan atau melihat adanya gangguan kamtibmas.

  • Unit Reskrim Polsek Bojongsari Polres Metro Depok berhasil ungkap kasus curanmor wilayah Cinangka Sawangan – Depok

    Unit Reskrim Polsek Bojongsari Polres Metro Depok berhasil ungkap kasus curanmor wilayah Cinangka Sawangan – Depok

    Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 3 Juni 2026 sekitar pukul 06.30 WIB di Jalan Cempaka RT 04/02, Kelurahan Cinangka, Kecamatan Sawangan, Kota Depok. Korban diketahui memarkirkan sepeda motor Suzuki Satria FU miliknya di depan teras rumah kontrakan. Saat situasi sekitar dalam keadaan sepi, dua orang pelaku mendatangi lokasi dengan berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Beat.

    Sesampainya di lokasi, salah satu pelaku berinisial MI turun dari sepeda motor dan mendekati kendaraan milik korban. Pelaku kemudian berusaha mengambil sepeda motor tersebut dengan cara mendorongnya ke arah jalan keluar. Sementara itu, pelaku lainnya berinisial NW tetap berada di atas sepeda motor Honda Beat dalam kondisi mesin menyala sambil mengawasi keadaan sekitar guna memastikan aksi pencurian berjalan lancar.

    Namun, aksi kedua pelaku diketahui oleh seorang saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian. Menyadari perbuatannya diketahui, pelaku MI langsung meninggalkan sepeda motor korban dan melarikan diri ke arah kebun kosong. Pada saat yang bersamaan, pelaku NW berusaha melarikan diri menggunakan sepeda motor Honda Beat yang digunakan saat beraksi. Akan tetapi, upaya pelarian tersebut berhasil digagalkan oleh saksi dan warga sekitar yang segera melakukan pengejaran. Pelaku NW berhasil diamankan bersama barang bukti oleh warga dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Cinangka, kemudian diserahkan ke Polsek Bojongsari untuk proses hukum lebih lanjut.

    Berdasarkan hasil pemeriksaan dan pengembangan penyidikan, petugas kemudian berhasil mengetahui keberadaan pelaku lainnya. Pada Kamis, 4 Juni 2026 sekitar pukul 23.30 WIB, pelaku MI berhasil ditangkap di kediamannya tanpa perlawanan dan selanjutnya dibawa ke Polsek Bojongsari guna menjalani proses penyidikan.

    Dalam perkara ini, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Suzuki Satria FU tahun 2013 milik korban, satu unit sepeda motor Honda Beat yang digunakan para pelaku saat melakukan aksinya, serta sebuah tas hitam yang berisi identitas milik pelaku. Dari hasil pemeriksaan sementara, motif tindak pidana tersebut diduga dilatarbelakangi faktor ekonomi. Atas perbuatannya, para tersangka dipersangkakan melanggar Pasal 477 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) mengenai pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun. Dalam keadaan tertentu yang memenuhi unsur pemberatan, ancaman pidana dapat meningkat hingga paling lama 9 (sembilan) tahun penjara

  • Kapolsek Bojonggede Gelar JAGA DEPOK ON THE SPOT, Ajak Warga Aktif Jaga Keamanan Lingkungan

    Kapolsek Bojonggede Gelar JAGA DEPOK ON THE SPOT, Ajak Warga Aktif Jaga Keamanan Lingkungan

    BOJONGGEDE – Dalam rangka memperkuat sinergitas antara Polri dan masyarakat serta menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, Kapolsek Bojonggede AKP Abdullah Safiih, S.H., melaksanakan kegiatan JAGA DEPOK ON THE SPOT pada Rabu (17/06/2026) pukul 10.00 WIB hingga selesai di Kp. Sawah Indah RT 02/09, Desa Bojonggede, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor.

    Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kapolsek Bojonggede AKP Abdullah Safiih, S.H., Kanit Binmas IPTU Yayat Darojat, S.H., Kanit Patroli AKP Sigit Yulianto, S.H., Panit Binmas IPDA Asep Sopian, S.H., serta Bhabinkamtibmas AIPTU Eddy.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua RW 09 Bapak Suherlan, Ketua RT 05 Bapak Abdul Wahid, Ketua RT 04 Bapak Suratno, Ketua RT 01 Bapak Rohim, Tokoh Masyarakat Bapak Rahmat, serta warga setempat Bapak Iwan dan masyarakat lainnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Bojonggede menyampaikan sejumlah pesan dan imbauan kamtibmas kepada warga masyarakat. Di antaranya mengajak masyarakat untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan adanya peredaran obat-obatan terlarang seperti tramadol dan sejenisnya di lingkungan sekitar.

    Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk selalu waspada terhadap berbagai modus penipuan online yang saat ini marak terjadi. Kapolsek menjelaskan bahwa jajaran Kepolisian secara rutin melaksanakan operasi kejahatan jalanan setiap malam hingga menjelang pagi guna menciptakan rasa aman bagi masyarakat.

    Kapolsek juga mengajak warga untuk mengaktifkan kembali Pos Satkamling sebagai sarana bersama dalam menjaga keamanan lingkungan. Apabila terdapat permasalahan atau membutuhkan bantuan kepolisian, masyarakat dapat menghubungi layanan Polisi 110 maupun Bhabinkamtibmas setempat.

    Tidak lupa, warga diingatkan untuk selalu mengamankan kendaraan dengan menggunakan kunci ganda dan menyimpannya di tempat yang aman guna mencegah terjadinya pencurian kendaraan bermotor.

    Mengakhiri sambutannya, Kapolsek Bojonggede mengajak seluruh warga untuk berperan aktif menjaga keamanan dengan menjadikan diri sendiri sebagai polisi bagi keluarga maupun lingkungan sekitar.

    Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh keakraban, serta mendapat respons positif dari warga yang hadir.

  • Kapolda Riau Gaungkan Polisi sebagai Penjaga Peradaban di Wisuda dan Dies Natalis ke-80 STIK Polri

    Kapolda Riau Gaungkan Polisi sebagai Penjaga Peradaban di Wisuda dan Dies Natalis ke-80 STIK Polri

    Jakarta-Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menyampaikan orasi ilmiah bertajuk “Green Policing: Polisi sebagai Penjaga Peradaban” pada Dies Natalis ke-80 Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri di Jakarta, Rabu (17/6/2026).

    Dalam forum akademik yang mengusung tema “Pemolisian Demokrasi dan Reformasi Kultural untuk Meraih Kepercayaan Publik di Era Digital” tersebut, Kapolda Riau menawarkan Green Policing sebagai gagasan pengembangan pemolisian masa depan yang tidak lagi hanya berorientasi pada keamanan negara dan keamanan manusia, tetapi juga keamanan ekologis sebagai fondasi keberlanjutan peradaban.

    Orasi tersebut disampaikan di hadapan pimpinan Polri, guru besar, civitas akademika STIK, serta para wisudawan. Dalam momen tersebut, Irjen Herry menegaskan bahwa institusi kepolisian tidak dapat lagi memandang ancaman keamanan hanya dalam kerangka konvensional.

    Menurut peraih gelar doktor dari STIK tersebut, perubahan iklim, kerusakan lingkungan, kebakaran hutan dan lahan, pencemaran sungai, hingga hilangnya keanekaragaman hayati telah berkembang menjadi ancaman nyata terhadap kehidupan manusia dan stabilitas sosial.

    “Green Policing adalah evolusi dari gagasan keamanan itu sendiri. Dari state security yang melindungi negara, menuju human security yang melindungi manusia, dan kini berkembang menuju ecological security yang melindungi peradaban, manusia, dan alam secara bersamaan,” ujar Kapolda dalam orasinya.

    Irjen Herry menjelaskan, pengalaman bertugas di Riau memberikan pelajaran langsung mengenai kompleksitas ancaman ekologis.

    Provinsi Riau yang memiliki salah satu ekosistem gambut terbesar di dunia juga menghadapi berbagai persoalan lingkungan, mulai dari kebakaran hutan dan lahan, perambahan kawasan hutan, pembalakan liar, perburuan satwa dilindungi, pencemaran sungai, hingga pertambangan tanpa izin.

    Menurutnya, kondisi tersebut menuntut perubahan paradigma kepolisian. Polisi tidak cukup hanya hadir setelah kejahatan atau bencana terjadi, tetapi harus mampu membaca berbagai indikator lingkungan sebagai bagian dari sistem deteksi dini keamanan.

    “Angka kelembapan gambut bisa menjadi sinyal keamanan. Perubahan vegetasi dapat menjadi indikator risiko. Data ekologis harus dipandang sama pentingnya dengan data kriminal,” kata lulusan Akpol 1996 itu.

    Kapolda Riau memetakan Green Policing ke dalam tiga pilar utama. Pertama, pendekatan preventif melalui pembangunan kesadaran kolektif dan literasi ekologis masyarakat, antara lain melalui Satkamling Hijau, pendidikan lingkungan di sekolah, kampanye publik, serta penguatan kapasitas anggota Polri.

    Kedua, pendekatan represif melalui penguatan penegakan hukum terhadap kejahatan lingkungan seperti karhutla, pertambangan ilegal, perambahan hutan, serta penelusuran aktor ekonomi di balik kejahatan ekologis.

    Ketiga, pendekatan restoratif melalui berbagai program pemulihan lingkungan seperti reboisasi, rehabilitasi daerah aliran sungai, pembangunan sekat kanal, hingga program Tabung Harmoni Hijau.

    Ia juga menyoroti Program JALUR (Jelajah Riau untuk Rakyat) sebagai salah satu implementasi konkret Green Policing.

    Program tersebut menempatkan sungai sebagai ruang hidup yang harus dijaga secara terpadu melalui kolaborasi lintas sektor dengan menghadirkan layanan kesehatan, pendidikan, edukasi lingkungan, serta penguatan hubungan sosial masyarakat di sepanjang daerah aliran sungai.

    Dalam perspektif yang lebih luas, Green Policing diposisikan bukan sekadar sebagai inovasi kelembagaan, melainkan sebagai kontrak sosial baru antara polisi, masyarakat, dan lingkungan hidup.

    Karena itu, ia menilai masa depan institusi kepolisian akan sangat ditentukan oleh kemampuannya bertransformasi menjadi eco-stewards atau penjaga keberlanjutan ekologis.

    “Ancaman terbesar terhadap stabilitas sosial di masa depan lahir dari kerusakan ekologis. Karena itu polisi harus hadir sebagai penjaga syarat-syarat keberlangsungan kehidupan sebelum gangguan itu lahir,” ujarnya.

    Mengakhiri orasinya, Kapolda menegaskan bahwa menjaga lingkungan pada hakikatnya adalah menjaga masa depan umat manusia.

    Menurutnya, apabila polisi mampu berada di garis depan perjuangan tersebut, maka peran kepolisian tidak lagi sekadar sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai penjaga peradaban.

    “Melindungi lingkungan adalah melindungi masa depan kemanusiaan. Jika kita menjaga alam, maka alam akan menjaga kita. Dan bila polisi mampu berdiri di garis depan perjuangan itu, maka polisi bukan sekadar penegak hukum. Ia adalah penjaga peradaban,” urainya.

    Ia menambahkan, gagasan Green Policing yang dikembangkan Polda Riau tersebut merupakan elaborasi atas konsep Presisi yang digagas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

    “Melalui pendekatan tersebut, kepolisian tidak hanya diposisikan sebagai penjaga keamanan dan penegak hukum, tetapi juga sebagai institusi yang berperan menjaga keberlanjutan lingkungan serta masa depan peradaban,” demikian Kapolda Riau. []

  • Lahirkan Pemimpin Polri Masa Depan, STIK Wisuda 289 Lulusan S1, S2, dan Doktor Ilmu Kepolisian

    Lahirkan Pemimpin Polri Masa Depan, STIK Wisuda 289 Lulusan S1, S2, dan Doktor Ilmu Kepolisian

    Jakarta – Polri terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan tinggi kepolisian. Hal tersebut ditegaskan dalam kegiatan Wisuda Mahasiswa Program S1 Angkatan ke-83, S2 Angkatan ke-14, dan Program Doktor Ilmu Kepolisian Tahun Akademik 2026 yang dirangkaikan dengan Dies Natalis ke-80 Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri di Kampus STIK-PTIK, Jakarta, Rabu (17/6).

    Kalemdiklat Polri Komjen Pol. Drs. Ridwan Zulkarnain Panca Putra Simanjuntak, M.Si., menyampaikan bahwa sebanyak 289 wisudawan yang terdiri dari Program Sarjana, Magister, dan Doktor telah menyelesaikan pendidikan sebagai bagian dari upaya Polri meningkatkan kualitas dan kapabilitas personel dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks.

    “Ini adalah bagian dari upaya Polri untuk terus meningkatkan kemampuan pengetahuan seluruh personel SDM Polri agar mampu memahami serta melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya melalui pendekatan keilmuan yang mereka ikuti selama program pendidikan di STIK Lemdiklat Polri,” ujar Komjen Pol. Panca.

    Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan merupakan implementasi dari rekomendasi Tim Percepatan Reformasi Polri serta kebijakan Kapolri dalam membangun SDM yang profesional, berintegritas, dan mampu menjawab harapan masyarakat.

    Komjen Pol. Panca juga mengungkapkan bahwa Kapolri mendorong STIK untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui pengembangan Universitas Kepolisian yang saat ini tengah dikaji. Universitas tersebut nantinya diharapkan tidak hanya menjadi pusat pendidikan bagi anggota Polri, tetapi juga terbuka bagi masyarakat yang ingin mendalami ilmu-ilmu terkait keamanan dan ketertiban.

    “Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian harus terus beradaptasi dan mengembangkan diri melalui Universitas Kepolisian yang saat ini sedang kita bahas untuk dapat mengakomodasi tidak hanya polisi, tetapi seluruh elemen masyarakat yang ingin menimba ilmu dan berkaitan dengan masalah-masalah keamanan,” katanya.

    Sementara itu, Ketua STIK Lemdiklat Polri Irjen Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto, S.I.K., M.Si., menegaskan komitmen lembaganya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan aspek etika, logika, dan rasa dalam pembentukan perwira Polri.

    “Polisi harus pintar. Kami terus berbenah agar STIK menjadi bagian penting dalam mencetak kader-kader Polri yang bermartabat, profesional, dan beradab,” ujar Irjen Pol. Eko.

    Pada kesempatan yang sama, Guru Besar STIK Lemdiklat Polri Prof. (Ris) Hermawan Sulistyo, M.A., Ph.D., menilai peningkatan jumlah lulusan pendidikan tinggi, khususnya program doktoral, akan memperkuat kualitas kepemimpinan di lingkungan Polri.

    “Semakin cerdas, semakin tinggi, semakin pintar, semakin memiliki empati kepada publik,” ungkap Prof. Hermawan.

    Melalui penguatan pendidikan tinggi kepolisian, Polri berharap dapat melahirkan pemimpin-pemimpin yang tidak hanya memiliki kecakapan akademis, tetapi juga mampu menghadirkan pelayanan yang humanis, profesional, serta semakin dekat dengan masyarakat sesuai arah kebijakan Kapolri dan harapan Presiden Republik Indonesia.