News

  • Polri Terus Perkuat Pelayanan Warga di Pengungsian Gunung Sinabung

    Polri Terus Perkuat Pelayanan Warga di Pengungsian Gunung Sinabung

    JAKARTA — Polri terus memperkuat pelayanan dan kesiapsiagaan bagi masyarakat menyusul aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Hingga Kamis, 3 September 2026 pukul 08.00 WIB, Gunung Sinabung masih berstatus Level III atau Siaga.

    Meski intensitas asap kawah mengalami penurunan, Polri bersama Pemerintah Kabupaten Karo, TNI, PVMBG, BPBD, dan unsur terkait tetap meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi perkembangan situasi.

    Berdasarkan data Polda Sumatera Utara, asap kawah Gunung Sinabung terpantau berwarna putih hingga kelabu dengan ketinggian 50 hingga 300 meter di atas puncak kawah.

    Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, penurunan intensitas asap tidak menjadi alasan untuk mengurangi kewaspadaan. Polri bersama seluruh unsur terkait terus memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan dan pelayanan.

    “Meskipun intensitas asap kawah menurun, status Gunung Sinabung masih Level III atau Siaga. Karena itu, Polri bersama Pemkab Karo dan TNI tetap memperkuat kesiapsiagaan. Masyarakat kami minta tetap tenang, tetapi waspada, mengikuti setiap arahan petugas, dan tidak memasuki zona yang dinyatakan berbahaya,” ujar Trunoyudo dalam Keterangannya di Jakarta (3/9).

    Hingga pagi ini, sebanyak 374 warga Desa Kuta Tengah masih berada di lokasi pengungsian Jambur Desa Suka Tepu. Polri bersama Pemkab Karo dan TNI terus memastikan keamanan serta kebutuhan dasar masyarakat selama berada di pengungsian.

    Bantuan dari Kapolda Sumut juga telah disalurkan kepada warga terdampak berupa selimut, makanan ringan, minuman, dan snack anak.

    Selain memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, Polri juga memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis anak-anak terdampak. Satbinmas Polres Karo melaksanakan trauma healing bagi anak-anak di lokasi pengungsian.

    “Pelayanan kepada masyarakat tidak hanya menyangkut kebutuhan fisik, tetapi juga kondisi psikologis. Anak-anak menjadi perhatian kami agar tetap merasa aman dan mendapatkan pendampingan selama berada di pengungsian,” kata Trunoyudo.

    Dalam penanganan situasi tersebut, sebanyak 202 personel gabungan dari Ditsamapta, Brimobda Polda Sumut, dan Polres Karo masih disiagakan di sejumlah titik pantau dan lokasi posko pengungsian.

    Personel melakukan pemantauan aktivitas Gunung Sinabung, pelayanan masyarakat, serta siap mendukung proses evakuasi apabila terjadi peningkatan situasi. Polri juga terus memperkuat koordinasi dengan Pemkab Karo, TNI, PVMBG, BPBD, dan unsur terkait untuk memastikan setiap perkembangan dapat segera direspons secara cepat dan terkoordinasi.

    Di samping memberikan pelayanan kepada masyarakat di pengungsian, personel Polri juga melakukan penanganan terhadap dampak abu vulkanik. Personel Brimob Polda Sumut bersama personel BKO membantu melakukan penyiraman ruas jalan terdampak abu vulkanik menggunakan kendaraan Armoured Water Cannon (AWC).

    Upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi dampak abu vulkanik serta menjaga keamanan dan kenyamanan aktivitas masyarakat. Dukungan pelayanan kesehatan, dapur lapangan, logistik, serta sarana operasional juga telah disiapkan untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat selama proses penanganan.

    “Personel tetap berada di lapangan dan siap bergerak apabila terjadi perubahan situasi. Prioritas kami adalah memastikan masyarakat aman, kebutuhan pengungsi terpenuhi, dan setiap potensi risiko dapat diantisipasi sedini mungkin,” jelas Trunoyudo.

    Polri mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan dengan mengikuti setiap imbauan dan arahan personel Polri bersama tim gabungan di lapangan. Masyarakat juga diminta tidak memasuki zona yang dinyatakan berbahaya.

    Bagi masyarakat yang berada di wilayah terdampak abu vulkanik, Polri mengimbau agar menggunakan masker dan selalu mengikuti informasi resmi dari PVMBG, pemerintah daerah, serta petugas di lapangan.

    “Kami meminta masyarakat tetap tenang, jangan panik, tetapi jangan lengah. Ikuti arahan personel Polri dan tim gabungan di lapangan. Apabila ada perintah evakuasi, segera ikuti dan jangan menunda,” tegas Trunoyudo.

    Polri bersama Pemkab Karo, TNI, PVMBG, BPBD, dan seluruh unsur terkait akan terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Sinabung serta menyesuaikan langkah penanganan berdasarkan kondisi di lapangan dan rekomendasi resmi.

    Hingga Kamis, 3 September 2026 pukul 08.00 WIB, tidak terdapat korban jiwa akibat aktivitas Gunung Sinabung.

  • Polri Bersama Tim Gabungan Gunakan Cara Baru Hadapi Karhutla Gambut

    Polri Bersama Tim Gabungan Gunakan Cara Baru Hadapi Karhutla Gambut

    BANJARBARU, KALIMANTAN SELATAN — Polri bersama TNI, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, instansi teknis, dunia usaha, relawan, dan masyarakat memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan. Selain mengandalkan metode pemadaman konvensional, penanganan karhutla gambut kini diperkuat dengan pemanfaatan teknologi untuk mendeteksi dan mendinginkan bara yang masih tersimpan di bawah permukaan tanah.

    Polda Kalimantan Selatan menerapkan kombinasi drone thermal, sistem pipa undercooling, serta cairan pemadam berbahan dasar Methyl Ester Sulfonate (MES) yang dikembangkan Bidlabfor Polda Kalsel. Teknologi tersebut diterapkan salah satunya di kawasan Pengayuan, Banjarbaru, untuk menghadapi karakteristik lahan gambut yang memungkinkan panas dan bara bertahan di bawah permukaan meski api di atas tanah telah padam.

    Berdasarkan data kesiapsiagaan, sebanyak 3.030 personel Polda Kalsel menjadi bagian dari 11.681 personel gabungan yang disiapkan untuk penanganan karhutla di wilayah Kalimantan Selatan. Kekuatan tersebut dikerahkan sesuai tingkat kerawanan dan kebutuhan di masing-masing wilayah.

    Khusus di kawasan Pengayuan, sedikitnya 350 personel gabungan dari Polri, TNI, BPBD, Dinas Perkebunan dan Peternakan, pihak perusahaan, serta unsur pendukung diterjunkan. Personel bekerja dalam tiga shift untuk memastikan proses pemadaman, pembasahan, pendinginan, dan pemantauan berlangsung secara berkelanjutan.

    Pengayuan menjadi salah satu contoh penerapan kekuatan personel yang dipadukan dengan teknologi dalam menangani karhutla di lahan gambut. Kondisi gambut membuat api tidak selalu terlihat di permukaan karena panas dapat menjalar dan bara dapat bertahan di lapisan bawah tanah.

    Untuk mengatasi kondisi tersebut, sistem pipa undercooling digunakan dengan menancapkan pipa hingga sekitar dua meter ke dalam lapisan gambut. Cairan pemadam kemudian diinjeksi langsung ke bagian bawah permukaan yang masih menyimpan panas.

    Di saat yang sama, personel tetap melakukan pemadaman dan pembasahan dari permukaan menggunakan metode konvensional. Dengan pola tersebut, penanganan dilakukan dari dua arah, yakni memadamkan api dari atas sekaligus mendinginkan sumber panas dari bawah.

    Deteksi titik panas dilakukan menggunakan drone thermal milik Ditintelkam Polda Kalsel. Pemantauan dilakukan sebelum dan sesudah proses penanganan untuk mengetahui kondisi temperatur di lokasi.

    Pada salah satu titik pengujian, pemantauan awal mendeteksi suhu tanah gambut mencapai sekitar 120 derajat Celsius. Tim kemudian melakukan pembasahan permukaan dan menginjeksikan cairan melalui sistem pipa undercooling selama kurang lebih satu menit.

    Setelah proses penanganan, lokasi kembali dipantau menggunakan drone thermal. Hasil pemantauan menunjukkan suhu pada titik yang ditangani turun ke kisaran 30 derajat Celsius dan titik panas yang sebelumnya terdeteksi tidak lagi terlihat pada pemantauan berikutnya.

    Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan pemanfaatan teknologi tersebut bertujuan membantu petugas mengetahui kondisi karhutla secara lebih menyeluruh.

    “Kita tidak hanya melihat apakah api di permukaan sudah padam. Kita juga perlu mengetahui apakah masih ada panas yang tersimpan di bawah tanah. Drone thermal membantu menemukan titik panas, kemudian sistem undercooling digunakan untuk melakukan pendinginan dari bawah,” ujar Trunoyudo.

    Menurutnya, penerapan teknologi tersebut tidak menggantikan metode pemadaman yang selama ini digunakan. Sebaliknya, teknologi menjadi tambahan kemampuan bagi petugas, khususnya dalam menghadapi karakteristik lahan gambut.

    “Metode konvensional tetap dilakukan. Cara baru ini menambah kemampuan tim, khususnya ketika menghadapi karakter gambut yang memungkinkan bara bertahan di bawah permukaan,” lanjutnya.

    Cairan yang digunakan dalam sistem undercooling merupakan formula berbahan dasar MES hasil pengembangan Bidlabfor Polda Kalsel. Dalam penerapannya, sekitar 100 liter formula dapat dicampurkan dengan 12.000 liter air dalam satu kolam bioflok portable.

    Kolam tersebut digunakan untuk mendekatkan sumber air ke lokasi penanganan sekaligus mendukung pembasahan permukaan dan proses injeksi melalui pipa undercooling. Polda Kalsel juga menyiapkan kolam bioflok portable berkapasitas 12.000 liter untuk mendukung kebutuhan operasi di lapangan.

    Selain inovasi teknologi, penanganan karhutla tetap diperkuat dengan kesiapan personel dan sarana pendukung. Sejumlah peralatan yang disiapkan antara lain empat drone, 16 kendaraan AWC, enam kendaraan SAR, 115 kendaraan roda dua, 33 kendaraan R4 double cabin, 14 kendaraan R4 single cabin, tujuh kendaraan R4 tangki, 19 kendaraan R6 truck, 31 mesin pompa, lima pompa apung, dan lima pompa portable.

    Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., bersama Gubernur Kalimantan Selatan dan unsur Forkopimda meninjau langsung penerapan metode tersebut di kawasan Pengayuan, Rabu, 2 September 2026.

    Pengerahan di kawasan tersebut dilakukan secara terpadu melalui patroli, pemadaman, pembasahan, pendinginan, hingga pemantauan titik-titik rawan. Evaluasi terhadap penerapan metode baru juga terus dilakukan untuk memastikan teknologi yang digunakan benar-benar memberikan manfaat bagi petugas di lapangan.

    Trunoyudo mengatakan inovasi dalam penanganan karhutla harus diukur berdasarkan efektivitasnya di lapangan, bukan sekadar menjadi teknologi tambahan.

    “Kita tidak ingin inovasi hanya menjadi demonstrasi. Ukurannya adalah apakah benar-benar membantu petugas. Apakah lebih mudah diterapkan, apakah titik panas lebih cepat diketahui, dan apakah proses pendinginan dapat dilakukan dengan lebih tepat. Itu yang terus kita evaluasi,” katanya.

    Kapolda Kalsel juga menginstruksikan Bidlabfor Polda Kalsel untuk meningkatkan produksi formula cairan pemadam serta menyiapkan standardisasi sistem pipa undercooling agar dapat digunakan secara lebih luas oleh Satgas Karhutla di wilayah Kalimantan Selatan.

    Pengembangan tersebut diarahkan untuk memperkuat penanganan sekaligus mendukung upaya pencegahan. Dengan deteksi panas yang lebih dini, titik rawan diharapkan dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

    “Personel sudah dikerahkan, sarana sudah disiapkan, dan kerja bersama terus berjalan. Sekarang kita perkuat dengan teknologi dan cara baru. Tujuannya sederhana: ketika ada panas, kita bisa lebih cepat menemukan; ketika ada bara, kita bisa lebih tepat mendinginkan,” ujar Trunoyudo.

    Ia menambahkan, penanganan karhutla membutuhkan sinergi seluruh unsur karena persoalan kebakaran hutan dan lahan tidak dapat ditangani oleh satu pihak saja.

    “Polri tidak bekerja sendiri. Ada TNI, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, instansi teknis, dunia usaha, relawan, dan masyarakat. Semua memiliki peran. Inovasi ini menjadi salah satu cara untuk memperkuat kemampuan bersama dalam menghadapi karhutla,” katanya.

    Penanganan karhutla di Kalimantan Selatan dilakukan melalui rangkaian upaya mulai dari deteksi titik panas, pengerahan personel, pemadaman permukaan, pembasahan, pendinginan bawah tanah, pemantauan ulang, hingga pencegahan agar api tidak kembali muncul.

    Penerapan metode di Pengayuan menjadi salah satu contoh bagaimana pendekatan konvensional dapat dipadukan dengan teknologi untuk menghadapi karakter kebakaran gambut yang tidak selalu terlihat dari permukaan.

  • Brimob Polda Metro Jaya Patroli Cipta Kondisi, Bantu Pengemudi Ojol Kecelakaan di Kebun Sirih

    Brimob Polda Metro Jaya Patroli Cipta Kondisi, Bantu Pengemudi Ojol Kecelakaan di Kebun Sirih

    Jakarta — Brimob Polda Metro Jaya menggelar patroli cipta kondisi untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di sejumlah wilayah Jakarta, Kamis (3/9/2026). Sebanyak 10 personel dengan lima kendaraan roda dua diterjunkan menyusuri sejumlah titik yang dinilai rawan tawuran, pencurian dengan kekerasan (curas), hingga pencurian kendaraan bermotor (curanmor)

    Patroli dimulai setelah apel gabungan pada pukul 10.00 WIB. Tim kemudian bergerak menyusuri rute Slipi, Permata Hijau, Kebayoran Lama, Daan Mogot, hingga Kemanggisan. Kehadiran personel di lapangan ditujukan untuk mencegah potensi gangguan sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang beraktivitas di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

    Di tengah perjalanan kembali ke Mako sekitar pukul 12.30 WIB, personel Brimob menemukan seorang pengemudi ojek online bernama Sunardi yang mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Kebun Sirih. Personel segera membawa korban ke Klinik Sat Brimob Polda Metro Jaya di Kwitang untuk mendapatkan pertolongan pertama. Korban kemudian ditangani oleh Ibu Rini bersama anggota Bakes. Dari hasil pemeriksaan, Sunardi mengalami keseleo pada bagian bahu kiri serta luka memar pada kaki kiri. Setelah mendapat penanganan awal, personel menghubungi rekan korban bernama Sumardi untuk memberitahukan kejadian tersebut. Setelah kondisinya diperiksa dan mendapat pertolongan pertama, Sunardi kemudian dibawa pulang oleh rekannya.

    Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto mengatakan patroli cipta kondisi merupakan langkah preventif untuk menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. “Personel harus selalu waspada, bertindak sesuai SOP, serta mengedepankan sikap humanis saat memberikan pelayanan kepada masyarakat. Setiap kejadian menonjol juga harus segera dilaporkan agar dapat ditangani dengan tepat,” ujar nya.

    Kombes Pol. Henik menambahkan kehadiran personel Brimob di lapangan tidak hanya berfokus pada pencegahan gangguan kamtibmas, tetapi juga memberikan pertolongan ketika masyarakat membutuhkan. “Kami ingin personel selalu hadir dengan sikap responsif dan humanis. Ketika menemukan masyarakat yang membutuhkan bantuan, personel harus memberikan pertolongan sesuai kemampuan dan prosedur yang berlaku,” ujar nya.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati saat beraktivitas di jalan, terutama bagi pengendara roda dua yang memiliki mobilitas tinggi. Ia juga meminta masyarakat tidak ragu meminta bantuan kepada petugas apabila mengalami kendala atau melihat adanya gangguan kamtibmas.

    “Kami mengimbau masyarakat, khususnya para pengendara, agar selalu mengutamakan keselamatan, mematuhi aturan lalu lintas, dan tetap waspada selama beraktivitas. Apabila membutuhkan bantuan kepolisian atau melihat adanya potensi gangguan kamtibmas, segera hubungi petugas terdekat atau layanan Polisi 110,” Pungkas Kombes Budi.

  • Kapolri: Kakak Kapolri Dulu Juga Pramuka

    Kapolri: Kakak Kapolri Dulu Juga Pramuka

    Sukabumi – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo berbagi cerita tentang pengalamannya menjadi anggota Pramuka saat memberikan sambutan pada Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka Persatuan Ummat Islam (PUI) 2026 di Selabintana Camping Ground, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti ribuan anggota Pramuka dan keluarga besar PUI.

    Di hadapan para peserta, Kapolri yang akrab menyapa peserta dengan sebutan “adik-adik Pramuka” mengaku memiliki kedekatan tersendiri dengan Gerakan Pramuka. Ia mengenang masa sekolahnya ketika aktif mengikuti kegiatan Pramuka sejak tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.

    “Kakak Kapolri ini juga menjadi salah satu anggota Pramuka, mulai dari SD, dari Siaga, sampai dengan SMA saya ikut Gerakan Pramuka,” kata Kapolri.

    Pengalaman tersebut membuat pertemuannya dengan ribuan anggota Pramuka PUI menjadi momentum nostalgia sekaligus kebahagiaan tersendiri. Kapolri menilai pilihan generasi muda untuk bergabung dengan Pramuka merupakan langkah yang tepat dalam mempersiapkan diri menghadapi masa depan.

    Menurutnya, Pramuka bukan sekadar tempat berkumpul dan berkegiatan, tetapi merupakan wadah strategis untuk membentuk karakter, kedisiplinan, keterampilan, kepedulian, semangat gotong royong, serta kemampuan bersosialisasi. Bekal tersebut akan sangat bermanfaat ketika para anggota Pramuka memasuki dunia pendidikan, pekerjaan, maupun kehidupan bermasyarakat.

    Dalam suasana penuh keakraban, Kapolri juga mencontohkan sejumlah pejabat Polri yang pernah mengikuti Pramuka dan kini menjadi perwira tinggi. Ia pun menyampaikan pesan motivasi kepada para peserta bahwa pengalaman dan nilai-nilai yang diperoleh selama mengikuti Pramuka dapat menjadi bekal untuk meraih cita-cita.

    “Saya yakin bahwa di hadapan saya ini adalah adik-adik pilihan yang sudah benar memilih Gerakan Pramuka sebagai salah satu wadah untuk mempersiapkan diri sebagai generasi-generasi penerus di masa yang akan datang,” ujarnya.

    Kapolri kemudian mengingatkan bahwa tantangan generasi muda saat ini semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi dan media sosial. Kemudahan memperoleh informasi dan pengetahuan harus dimanfaatkan untuk belajar, mengembangkan kemampuan, serta menghasilkan berbagai hal positif.

    Namun, kemajuan teknologi juga membawa berbagai risiko. Karena itu, Kapolri meminta generasi muda untuk mewaspadai judi online, narkoba, tawuran, keterlibatan dalam geng, berbagai bentuk kejahatan, serta penyebaran paham negatif melalui media sosial yang dapat merusak masa depan.

    Kapolri juga menekankan pentingnya menjaga nilai kebangsaan di tengah keberagaman Indonesia. Menurutnya, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika tidak cukup hanya dihafalkan, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia turut mengapresiasi PUI yang sejak sebelum kemerdekaan konsisten menjaga semangat Islam wasathiyah dan komitmen terhadap NKRI.

    Dalam kesempatan tersebut, Kapolri menyatakan dukungannya terhadap usulan pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada tokoh pendiri PUI sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan dan kontribusinya bagi bangsa.

    Kapolri turut menyinggung momentum bonus demografi Indonesia. Menurutnya, besarnya jumlah penduduk usia produktif merupakan kesempatan yang harus dimanfaatkan melalui peningkatan kualitas pendidikan, keterampilan, karakter, dan daya saing generasi muda.

    Pemerintah, lanjut Kapolri, terus membuka kesempatan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program pendidikan, mulai dari Sekolah Rakyat, sekolah unggulan, sekolah transformasi, program LPDP, hingga berbagai fasilitas pendidikan lainnya. Polri juga turut mengambil bagian melalui SMA Kemala Taruna Bhayangkara.

    Tidak hanya mempersiapkan diri melalui pendidikan, Kapolri mengajak anggota Pramuka untuk terus hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, berbagai keterampilan yang diperoleh melalui Pramuka sangat relevan untuk mendukung penanggulangan bencana, pelayanan dan pengamanan kegiatan masyarakat, hingga pelestarian lingkungan.

    Kapolri secara khusus mengapresiasi anggota Pramuka yang selama ini ikut membantu masyarakat dalam berbagai kegiatan pengamanan, termasuk pada momentum mudik dan perayaan hari besar. Ia menilai kehadiran Pramuka ketika masyarakat membutuhkan merupakan wujud nyata semangat pengabdian.

    “Saya salut karena pada saat yang lain libur, kalian semua adik-adik Pramuka justru hadir di tengah-tengah masyarakat untuk ikut melayani masyarakat. Ini adalah semangat yang luar biasa dan harus terus dijaga,” tegasnya.

    Anggota Pramuka juga didorong menjadi pelopor Gerakan ASRI—Aman, Sehat, Resik, dan Indah—melalui kegiatan sederhana namun nyata, seperti menjaga kebersihan, mengurangi sampah, menanam pohon, serta ikut merawat lingkungan.

    Menutup sambutannya, Kapolri menegaskan bahwa Polri siap menjadi sahabat generasi muda. Ia mempersilakan para anggota Pramuka untuk menjadikan kepolisian sebagai tempat berkonsultasi ketika menghadapi kesulitan dalam perjalanan mengembangkan diri dan mengejar cita-cita.

    “Terus berkarya, terus kembangkan diri kalian, jadikan polisi sebagai sahabat kalian. Kami di kepolisian selalu siap untuk mendukung dan mendorong agar adik-adik semua bisa mencapai dan meraih cita-cita,” pesan Kapolri.

    Ia berharap seluruh peserta pulang dari Kemah Nasional dengan semangat dan tekad yang semakin kuat untuk mempersiapkan diri menjadi generasi terbaik sekaligus calon pemimpin Indonesia di masa mendatang.

    Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI 2026 berlangsung di Selabintana Camping Ground, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis, 3 September 2026.

  • Kapolri di Kemah Nasional PUI: Jaga Persatuan, Siapkan Generasi Muda Majukan Indonesia

    Kapolri di Kemah Nasional PUI: Jaga Persatuan, Siapkan Generasi Muda Majukan Indonesia

    Sukabumi – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengajak generasi muda untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan sekaligus mempersiapkan diri menjadi generasi penerus yang mampu membawa Indonesia semakin maju. Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka Persatuan Ummat Islam (PUI) 2026 di Selabintana Camping Ground, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026).

    Di hadapan ribuan anggota Pramuka dan keluarga besar PUI, Kapolri menegaskan bahwa Indonesia merupakan bangsa besar yang lahir dari kesepakatan para pendiri bangsa dan dipersatukan dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

    Keberagaman suku, budaya, dan berbagai potensi sumber daya yang dimiliki Indonesia, menurut Kapolri, merupakan kekuatan besar. Namun, kekuatan tersebut hanya dapat membawa Indonesia menjadi negara maju apabila seluruh elemen bangsa mampu menjaga persatuan.

    “Kalau ini semua kita satukan, tentunya ini menjadi satu kekuatan besar yang bisa mengantarkan Indonesia untuk maju, melompat menjadi negara nomor empat di dunia. Dan kita harus yakin bahwa kita bisa,” kata Kapolri.

    Kapolri juga mengingatkan bahwa Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika tidak boleh hanya berhenti sebagai sesuatu yang dihafalkan atau diucapkan. Nilai-nilai tersebut harus benar-benar dipahami dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga generasi muda tumbuh dengan semangat kebangsaan yang kuat.

    Dalam konteks tersebut, Kapolri mengapresiasi PUI yang sejak sebelum kemerdekaan telah mengambil posisi wasathiyah dan konsisten menjaga komitmen terhadap NKRI. Ia berharap nilai-nilai Intisab PUI dan semangat ishlah terus ditanamkan kepada generasi muda sebagai kekuatan untuk menjaga persatuan sekaligus mengisi kemerdekaan.

    Menurut Kapolri, tugas generasi saat ini adalah melanjutkan perjuangan para pendiri bangsa dengan mengisi kemerdekaan melalui karya dan kontribusi nyata. Karena itu, generasi muda harus dipersiapkan agar memiliki pengetahuan, karakter, kedisiplinan, keterampilan, serta kepedulian terhadap sesama.

    Dalam hal ini, Kapolri menilai Gerakan Pramuka menjadi salah satu wadah yang tepat untuk mempersiapkan generasi penerus dan calon pemimpin bangsa. Pramuka membiasakan generasi muda untuk disiplin, bergotong royong, bersosialisasi, saling membantu, dan memiliki keterampilan yang bermanfaat ketika terjun di tengah masyarakat.

    Kapolri bahkan mengenang pengalamannya mengikuti Gerakan Pramuka sejak duduk di sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.

    “Kakak Kapolri ini juga menjadi salah satu anggota Pramuka, mulai dari SD, dari Siaga, sampai dengan SMA saya ikut Gerakan Pramuka,” ujarnya.

    Kapolri mengatakan pentingnya mempersiapkan generasi muda semakin relevan karena Indonesia tengah menghadapi momentum bonus demografi, yakni ketika jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan penduduk usia nonproduktif. Momentum yang hanya terjadi sekali bagi setiap negara tersebut harus dimanfaatkan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kerja keras.

    “Manakala kita bisa berhasil memanfaatkan momentum tersebut dengan meningkatkan kualitas SDM dan kemudian kita bekerja keras, maka kita yakin bahwa Indonesia akan memiliki lompatan untuk menjadi negara maju,” tegasnya.

    Pemerintah, kata Kapolri, terus membuka ruang peningkatan kualitas SDM melalui berbagai program pendidikan, seperti Sekolah Rakyat, sekolah unggulan, sekolah transformasi, pendidikan jarak jauh, hingga program LPDP. Polri juga mengambil bagian melalui SMA Kemala Taruna Bhayangkara untuk mempersiapkan generasi muda yang memiliki kemampuan dan potensi menjadi pemimpin masa depan.

    Di tengah upaya tersebut, Kapolri meminta generasi muda tidak terjerumus pada berbagai hal negatif yang dapat merusak masa depan. Ia secara khusus mengingatkan bahaya narkoba, judi online, tawuran, keterlibatan dalam geng, kejahatan, serta pengaruh dan penyebaran paham negatif melalui media sosial.

    Perkembangan teknologi, menurutnya, harus dimanfaatkan sebagai sarana untuk belajar dan meningkatkan kemampuan. Kemudahan memperoleh informasi melalui smartphone, mesin pencari, media sosial, hingga berbagai teknologi baru memberikan kesempatan besar bagi anak muda untuk mengembangkan diri, sepanjang digunakan secara bijak.

    “Kalian semua adalah calon-calon penerus, calon-calon pemimpin bangsa. Sehingga kemudian harus saling menjaga, harus saling merawat, dan terus meningkatkan persatuan dan kesatuan. Karena hanya dengan persatuan dan kesatuan maka Indonesia ini akan menjadi maju,” pesan Kapolri.

    Selain mempersiapkan kemampuan diri, Kapolri mendorong anggota Pramuka untuk terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Ia mengapresiasi keterlibatan Pramuka dalam penanggulangan bencana dan pelayanan masyarakat, termasuk membantu berbagai kegiatan pengamanan pada momentum hari besar dan kegiatan masyarakat.

    Kapolri juga mendorong anggota Pramuka menjadi pelopor dalam menjaga lingkungan, antara lain melalui Gerakan ASRI—Aman, Sehat, Resik, dan Indah, dengan membangun kesadaran menjaga kebersihan, mengurangi sampah, dan menanam pohon.

    Menutup sambutannya, Kapolri menegaskan bahwa Polri siap menjadi sahabat generasi muda. Polri akan terus mendukung dan mendorong generasi muda untuk mengembangkan potensi, mengatasi berbagai kesulitan, serta meraih cita-cita.

    “Terus berkarya, terus kembangkan diri kalian, jadikan polisi sebagai sahabat kalian. Kami tentunya di kepolisian selalu siap untuk mendukung, mendorong agar adik-adik semua bisa mencapai dan meraih cita-cita,” tutup Kapolri.

    Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI 2026 diikuti 5.499 peserta, termasuk 3.957 anggota Pramuka serta perwakilan pelajar, mahasiswa, pemuda, guru, pengurus, dan unsur keluarga besar PUI.

  • Kapolri: Bonus Demografi Jadi Momentum Siapkan Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

    Kapolri: Bonus Demografi Jadi Momentum Siapkan Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

    Sukabumi – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengajak generasi muda memanfaatkan momentum bonus demografi dengan terus meningkatkan kualitas diri, pendidikan, keterampilan, dan karakter. Hal tersebut disampaikan Kapolri saat memberikan sambutan pada Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka Persatuan Ummat Islam (PUI) 2026 di Selabintana Camping Ground, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026). 0309 – MEMBERIKAN SAMBUTAN PADA APEL KEBANGSAAN KEMAH NASIONAL PRAMUKA PUI 2026.pdf

    Menurut Kapolri, bonus demografi menjadi peluang besar bagi Indonesia karena jumlah penduduk usia produktif akan lebih besar dibandingkan usia nonproduktif. Momentum tersebut harus dipersiapkan dengan baik agar menjadi kekuatan untuk mendorong Indonesia melakukan lompatan menuju negara maju.

    “Momentum tersebut hanya terjadi satu kali di setiap negara. Manakala kita berhasil memanfaatkan momentum tersebut dengan meningkatkan kualitas SDM dan bekerja keras, maka kita yakin Indonesia akan memiliki lompatan untuk menjadi negara maju,” ujar Kapolri.

    Karena itu, Kapolri menekankan pentingnya mempersiapkan generasi muda sejak dini. Menurutnya, keberhasilan memanfaatkan bonus demografi sangat ditentukan oleh kualitas generasi penerus yang tidak hanya memiliki pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga karakter, kedisiplinan, kepedulian, serta semangat persatuan dan kesatuan.

    Dalam konteks tersebut, Kapolri menilai Gerakan Pramuka memiliki posisi strategis dalam menyiapkan generasi unggul dan calon pemimpin masa depan. Berbagai pendidikan dan pelatihan dalam Pramuka membiasakan generasi muda untuk disiplin, mandiri, bergotong royong, bersosialisasi, serta memiliki kepedulian untuk membantu sesama.

    Kapolri bahkan berbagi pengalamannya yang pernah menjadi anggota Pramuka sejak tingkat Siaga di sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Pengalaman tersebut membuat dirinya meyakini bahwa Pramuka merupakan salah satu wadah yang tepat bagi anak muda untuk mengembangkan potensi dan mempersiapkan masa depan.

    “Saya yakin bahwa di hadapan saya ini adalah adik-adik pilihan yang sudah benar memilih Gerakan Pramuka sebagai salah satu wadah untuk mempersiapkan diri sebagai generasi-generasi penerus di masa yang akan datang,” katanya.

    Di sisi lain, Kapolri mengingatkan bonus demografi juga dapat menjadi tantangan apabila generasi muda tidak dipersiapkan dengan baik. Berbagai pengaruh negatif seperti narkoba, judi online, tawuran, keterlibatan dalam geng, kejahatan, hingga penyebaran paham negatif melalui media sosial harus diwaspadai karena dapat merusak masa depan generasi muda.

    Kapolri meminta perkembangan teknologi tidak dijauhi, melainkan dimanfaatkan secara bijak sebagai sarana meningkatkan kemampuan. Kehadiran smartphone, media sosial, kecerdasan buatan hingga berbagai platform digital telah membuka kesempatan yang semakin luas bagi generasi muda untuk memperoleh pengetahuan tanpa dibatasi ruang dan waktu.

    Untuk mendukung peningkatan kualitas SDM, Kapolri mengatakan pemerintah terus membuka akses pendidikan melalui berbagai program, di antaranya Sekolah Rakyat, sekolah unggulan, sekolah transformasi, pendidikan jarak jauh, serta program LPDP. Polri juga turut berkontribusi melalui SMA Kemala Taruna Bhayangkara sebagai bagian dari upaya mempersiapkan calon-calon pemimpin masa depan.

    Kapolri juga mengingatkan generasi muda bahwa kemajuan Indonesia membutuhkan persatuan di tengah keberagaman. Nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika tidak boleh berhenti sebatas hafalan, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

    Menurutnya, keberagaman suku, budaya, dan berbagai potensi sumber daya yang dimiliki Indonesia akan menjadi kekuatan besar apabila seluruh elemen bangsa mampu menjaganya dalam bingkai persatuan dan kesatuan.

    “Kalian semua adalah calon-calon penerus, calon-calon pemimpin bangsa. Karena itu harus saling menjaga, saling merawat, dan terus meningkatkan persatuan dan kesatuan. Hanya dengan persatuan dan kesatuan Indonesia akan menjadi maju,” tegas Kapolri.

    Selain mempersiapkan kemampuan diri, Kapolri mendorong anggota Pramuka untuk terus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat. Keterampilan yang diperoleh dalam Pramuka dapat diimplementasikan melalui keterlibatan dalam penanggulangan bencana, pelayanan masyarakat, membantu pengamanan kegiatan masyarakat, serta menjaga kelestarian lingkungan.

    Kapolri juga mengajak Pramuka menjadi pelopor Gerakan ASRI—Aman, Sehat, Resik, dan Indah melalui berbagai kegiatan nyata seperti menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi sampah, dan menanam pohon.

    Menutup sambutannya, Kapolri menegaskan Polri siap menjadi sahabat generasi muda dalam mengembangkan potensi dan meraih cita-cita. Ia berharap seluruh peserta Kemah Nasional Pramuka PUI terus mempersiapkan diri untuk mengambil peran dalam perjalanan Indonesia menuju masa depan.

    “Terus berkarya, terus kembangkan diri kalian, jadikan polisi sebagai sahabat kalian. Kami di kepolisian selalu siap mendukung dan mendorong agar adik-adik semua bisa mencapai dan meraih cita-cita,” pesan Kapolri.

    Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI 2026 diikuti 5.499 peserta, terdiri atas 3.957 anggota Pramuka serta perwakilan pelajar/OSIS, mahasiswa, pemuda PUI, guru, pengurus, dan berbagai unsur keluarga besar PUI.

  • Petani Tebu Sampaikan Aspirasi di Monas, Polisi Siapkan Pelayanan

    Petani Tebu Sampaikan Aspirasi di Monas, Polisi Siapkan Pelayanan

    JAKARTA — Ratusan petani yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) menyampaikan aspirasi di kawasan Silang Selatan Monas, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026). Kegiatan berlangsung sejak pagi dengan penyampaian aspirasi secara bergantian.

    Sekitar 500 peserta aksi telah tiba di kawasan Monas sejak pagi. Massa terlebih dahulu berkumpul di area Parkir IRTI Monas sebelum bergerak menuju Silang Selatan Monas sekitar pukul 09.17 WIB dan mulai menyampaikan aspirasi beberapa menit kemudian.

    Dalam kegiatan tersebut, para peserta menyampaikan aspirasi terkait kondisi dan kebijakan di sektor pergulaan. Sejumlah poster, spanduk, bendera organisasi, serta beberapa batang tebu turut dibawa sebagai bagian dari penyampaian aspirasi.

    Polres Metro Jakarta Pusat menyiapkan pelayanan dan pengamanan untuk memastikan kegiatan penyampaian pendapat dapat berlangsung aman dan tertib. Pengamanan juga diarahkan untuk menjaga aktivitas masyarakat lain di sekitar kawasan Monas tetap berjalan dengan baik.

    Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Dr. Reynold E.P. Hutagalung mengatakan sebanyak 524 personel disiagakan untuk memberikan pelayanan selama kegiatan berlangsung. “Personel kami gelar untuk memberikan pelayanan kepada peserta yang menyampaikan aspirasi sekaligus menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi. Seluruh personel kami minta mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif,” katanya.

    Pengamanan di lokasi dipimpin Kapolsek Metro Gambir AKBP Agus Ady Wijaya. Personel ditempatkan secara proporsional di sejumlah titik untuk memantau perkembangan kegiatan dan membantu menjaga kelancaran aktivitas masyarakat di sekitar kawasan Monas.

    Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengimbau seluruh peserta untuk menyampaikan aspirasi secara damai, tertib, dan tetap menghormati hak masyarakat lain yang beraktivitas di sekitar lokasi. “Silakan menyampaikan aspirasi dengan tertib dan damai. Kami mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama menjaga keamanan, menghormati pengguna jalan serta masyarakat lainnya, dan mengikuti arahan petugas di lapangan,” katanya.

    Hingga perkembangan terakhir, kegiatan penyampaian pendapat DPN APTRI masih berlangsung dan situasi di sekitar Silang Selatan Monas terpantau aman. Kepolisian tetap melakukan pelayanan dan pengamanan hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai serta menyesuaikan pengaturan lalu lintas secara situasional apabila diperlukan.

  • Polri: Keselamatan Anak Tanggung Jawab Kita Bersama, Orang Tua Diminta Tingkatkan Pengawasan

    Polri: Keselamatan Anak Tanggung Jawab Kita Bersama, Orang Tua Diminta Tingkatkan Pengawasan

    Jakarta – Polri mengimbau para orang tua untuk meningkatkan perhatian dan pengawasan terhadap anak-anaknya, khususnya agar tidak berada di lokasi kegiatan penyampaian aspirasi yang berpotensi mengalami kericuhan. Imbauan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya bersama untuk menjaga keselamatan anak sekaligus memastikan kegiatan penyampaian pendapat berlangsung secara tertib.

    Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, orang tua memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman dan edukasi kepada anak mengenai risiko berada di tengah situasi yang tidak kondusif.

    “Kami mengimbau para orang tua untuk memastikan anak-anak tidak berada di lokasi kegiatan penyampaian aspirasi yang berpotensi terjadi kericuhan. Keselamatan mereka adalah tanggung jawab kita bersama. Untuk itu, para orang tua diharapkan dapat membimbing dan mengedukasi anak-anaknya agar memahami risiko serta mengutamakan kepentingan masa depan dan keselamatan mereka,” ujar Kombes Pol. Budi Hermanto dalam keterangannya di Polda Metro Jaya, Kamis (27/8/2026).

    Menurut Kombes Pol. Budi Hermanto, penyampaian aspirasi merupakan hak masyarakat yang dilindungi dan dihormati. Namun, anak-anak perlu mendapatkan pendampingan dan pemahaman yang cukup agar tidak terlibat dalam situasi yang dapat membahayakan keselamatan mereka.

    “Anak-anak kita tentu memiliki masa depan yang panjang. Jangan sampai mereka berada di tempat atau situasi yang berpotensi membahayakan diri sendiri. Karena itu, peran orang tua untuk memberikan edukasi, arahan, dan pengawasan sangat penting,” jelasnya.

    Ia juga mengajak para orang tua untuk membangun komunikasi yang baik dengan anak serta memahami aktivitas dan lingkungan pergaulan mereka, terutama ketika terdapat informasi mengenai kegiatan penyampaian aspirasi di suatu wilayah.

    “Kami mengajak para orang tua untuk terus berkomunikasi dengan anak-anaknya, memberikan pemahaman bahwa menyampaikan pendapat dapat dilakukan dengan cara yang baik dan sesuai ketentuan. Yang paling utama adalah jangan sampai mereka menjadi korban atau berada dalam situasi yang dapat membahayakan keselamatan,” tuturnya.

    Kombes Pol. Budi Hermanto menegaskan, menjaga keselamatan anak membutuhkan peran dan kerja sama antara kepolisian, keluarga, masyarakat, dan seluruh pihak.

    “Keselamatan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga anak-anak kita, kita bimbing dan kita edukasi untuk kepentingan masa depan mereka. Jangan sampai keinginan untuk ikut-ikutan justru membawa mereka pada situasi yang merugikan,” pungkasnya.

  • Polda Metro Jaya Tegaskan Penyampaian Aspirasi Damai Harus Dibedakan dari Tindakan Melanggar Hukum

    Polda Metro Jaya Tegaskan Penyampaian Aspirasi Damai Harus Dibedakan dari Tindakan Melanggar Hukum

    JAKARTA — Polda Metro Jaya menyampaikan perkembangan penanganan peristiwa yang terjadi setelah kegiatan penyampaian pendapat di depan Gedung DPR/MPR RI pada Kamis (27/8/2026). Kegiatan penyampaian aspirasi sebelumnya telah berakhir dan sebagian besar peserta meninggalkan lokasi dengan tertib.

    Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, kepolisian menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat secara damai dan bertanggung jawab. Setelah kegiatan berakhir, petugas menangani sejumlah orang yang diduga terlibat dalam tindakan yang mengganggu ketertiban, merusak fasilitas, dan membahayakan keselamatan di sekitar lokasi.

    “Kami mengapresiasi masyarakat yang telah menyampaikan aspirasi secara damai dan meninggalkan lokasi dengan tertib. Perbuatan yang melanggar hukum setelah kegiatan tersebut harus dibedakan secara jelas dari masyarakat yang menggunakan haknya untuk menyampaikan pendapat,” ujar Kombes Budi di Polda Metro Jaya, Jumat (28/8/2026).

    Petugas kemudian mengambil langkah kepolisian secara bertahap dan terukur untuk menghentikan gangguan, mencegah dampaknya meluas, serta menjaga keselamatan masyarakat.

    Dalam rangkaian penanganan, petugas turut mengamankan sejumlah barang yang saat ini masih didalami keterkaitannya dengan peristiwa, yakni dua golok, dua gunting, satu asahan pisau, 10 lembar PVC, satu ketapel, 19 mata panah, satu rantai besi, dan empat tongkat bambu.

    Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Dr. Iman Imanuddin mengatakan, sebanyak 45 orang telah ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil pemeriksaan dan alat bukti yang diperoleh.

    Penyidik mendalami dugaan tindak pidana terkait perusakan fasilitas umum, perbuatan terhadap orang maupun barang secara bersama-sama, kepemilikan senjata tajam, serta kemungkinan adanya pihak yang berperan menggerakkan atau mendorong orang lain untuk terlibat dalam tindakan melanggar hukum.

    “Penegakan hukum tidak ditujukan kepada masyarakat yang menyampaikan aspirasi secara damai. Status hukum ditentukan berdasarkan peran, perbuatan, dan alat bukti masing-masing,” ujar Kombes Iman.

    Sementara itu, Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Metro Jaya Kombes Pol Rita Wulandari Wibowo memastikan penanganan terhadap anak dilakukan dengan mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak. Proses tersebut melibatkan pekerja sosial, UPT PPA Provinsi DKI Jakarta, Pembimbing Kemasyarakatan dari Bapas, serta tetap menjaga kerahasiaan identitas anak.

    Polda Metro Jaya juga menyiapkan pendampingan lanjutan bagi anak yang telah putus sekolah. Bagi anak yang masih menempuh pendidikan, pembinaan akan dilakukan bersama tenaga pendidik dan Dinas Pendidikan agar proses pendidikan tetap berjalan sekaligus mencegah keterlibatan kembali dalam perbuatan serupa.

    “Kami akan terus berkoordinasi untuk memastikan anak-anak memperoleh pendampingan dan pembinaan sesuai kebutuhannya, termasuk dalam keberlanjutan pendidikan mereka,” ujar Kombes Rita.

    Masyarakat yang memiliki informasi mengenai anak atau perempuan yang belum diketahui keberadaannya setelah kegiatan tersebut dapat menghubungi layanan Lapor Bu Direktorat Reserse PPA dan PPO Polda Metro Jaya melalui nomor 0812-14110-110.

    Polda Metro Jaya memastikan situasi Jakarta saat ini aman dan aktivitas masyarakat telah kembali berjalan. Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, serta menyampaikan setiap perbedaan pendapat melalui cara-cara yang damai dan sesuai dengan ketentuan hukum.

  • Polisi Pastikan Situasi Pejompongan-Petamburan Terkendali, Warga Tetap Beraktivitas Seperti Biasa

    Polisi Pastikan Situasi Pejompongan-Petamburan Terkendali, Warga Tetap Beraktivitas Seperti Biasa

    Jakarta – Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Pejompongan Raya dan Petamburan, Jakarta Pusat, terpantau aman, tertib, dan kondusif pada Jumat (28/8/2026).

    Berdasarkan pemantauan personel Polsek Metro Tanah Abang, aktivitas masyarakat di kedua wilayah tersebut berjalan normal. Mobilitas warga, kegiatan sosial, maupun aktivitas di lingkungan permukiman berlangsung sebagaimana biasa tanpa adanya gangguan yang menonjol.

    Kondisi serupa juga terlihat pada aktivitas perkantoran. Arus keluar-masuk pegawai serta kegiatan pelayanan berjalan sebagaimana mestinya. Sementara itu, arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan sekitar Pejompongan Raya dan Petamburan terpantau lancar dan terkendali dengan tingkat kepadatan yang masih dalam batas normal.

    Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo, S.I.K., M.I.K. mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan situasi untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat tetap terjaga.

    “Secara umum situasi di wilayah Pejompongan Raya dan Petamburan sampai saat ini aman, tertib, dan kondusif. Aktivitas masyarakat maupun perkantoran berjalan sebagaimana mestinya dan tidak ditemukan adanya kejadian menonjol,” kata Dhimas di Jakarta, Jumat (28/8/2026).

    Ia menambahkan, jajaran Polsek Metro Tanah Abang terus melakukan pemantauan secara berkala sebagai langkah antisipasi terhadap setiap perkembangan situasi di lapangan.

    “Kami tetap melakukan pemantauan secara berkala dan mengantisipasi setiap potensi gangguan kamtibmas. Kami ingin memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

    Hingga laporan situasi tersebut dibuat, tidak ditemukan adanya gangguan keamanan dan ketertiban yang menghambat aktivitas masyarakat di sekitar Pejompongan Raya dan Petamburan.