News

  • Polres Metro Depok Amankan Pengedar Obat Keras, Puluhan Pil Disita

    DEPOK – Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Depok mengungkap dugaan peredaran obat-obatan tanpa izin edar di wilayah Kecamatan Bojongsari, Kota Depok. Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan seorang pria berinisial ZA alias J beserta sejumlah obat dan uang tunai.

    Penangkapan dilakukan pada Rabu, 16 September 2026 sekitar pukul 20.00 WIB, di pinggir Jl. Raya Parung-Ciputat No. 17, Kelurahan Serua, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok.

    Petugas melakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap tersangka. Dari hasil penggeledahan badan dan pakaian, ditemukan sejumlah obat-obatan yang diduga termasuk obat keras dan psikotropika, yaitu 8 butir Dolgesik Tramadol, 25 butir Calmlet Alprazolam, 26 butir Atarax Alprazolam, 20 butir Alprazolam, serta 9 butir Riklona.

    Selain obat-obatan tersebut, petugas turut mengamankan uang tunai sebesar Rp120.000 yang berdasarkan keterangan dalam perkara tersebut diduga merupakan hasil penjualan obat-obatan.

    Selanjutnya, tersangka bersama seluruh barang bukti dibawa ke Polres Metro Depok untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

    Dalam perkara ini, tersangka disangkakan Pasal 60 Ayat (1) huruf b dan/atau Pasal 62 UU Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika, serta Pasal 435 jo. Pasal 138 atau Pasal 436 Ayat (1) dan (2) UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan jo. Lampiran I UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

  • Polres Metro Depok Ungkap Peredaran Obat Keras Tanpa Izin Edar

    DEPOK – Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Depok kembali mengungkap dugaan peredaran obat-obatan daftar G tanpa izin edar di wilayah Kota Depok. Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan seorang pria berinisial NA alias I beserta sejumlah obat dan uang tunai yang diduga merupakan hasil penjualan.

    Penangkapan dilakukan pada Selasa, 15 September 2026 sekitar pukul 18.00 WIB, di Jl. Raya Citayam, Kelurahan Bojong Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, Kota Depok.

    Petugas melakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap tersangka. Dari hasil penggeledahan badan dan pakaian, ditemukan barang bukti berupa 18 butir Tramadol dan 8 butir Trihexyphenidyl 2 mg.

    Selain obat-obatan tersebut, petugas turut mengamankan uang tunai sebesar Rp60.000 yang berdasarkan keterangan dalam perkara tersebut merupakan uang hasil penjualan obat.

    Tersangka berikut barang bukti kemudian dibawa ke Polres Metro Depok untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

    Dalam perkara ini, tersangka disangkakan Pasal 435 jo. Pasal 138 Ayat (2) dan (3) UU RI Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan jo. Lampiran I UU RI Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, atau Pasal 436 Ayat (1) dan (2) jo. Pasal 145 Ayat (1) dan (2) UU RI Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan jo. Lampiran I UU RI Nomor 1 Tahun 2026.

  • Polres Metro Depok Ungkap Peredaran 70 Butir Tramadol

    DEPOK – Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Depok mengungkap kasus dugaan peredaran obat keras tanpa izin edar di wilayah Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok. Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan seorang pria berinisial S beserta barang bukti 70 butir obat Tramadol.

    Penangkapan dilakukan pada Selasa, 15 September 2026 sekitar pukul 11.00 WIB, di sebuah kontrakan yang berada di Jl. Raya KSU No. 1, Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok.

    Anggota Subnit 3 Unit 2 Satresnarkoba Polres Metro Depok melakukan penangkapan terhadap tersangka. Selanjutnya, petugas melakukan penggeledahan badan/pakaian serta tempat tertutup lainnya.

    Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan satu bungkus plastik klip bening berisi 70 butir obat Tramadol. Selain itu, turut diamankan satu unit telepon seluler merek POCO warna hitam yang selanjutnya dijadikan barang bukti.

    Tersangka bersama barang bukti kemudian dibawa ke Polres Metro Depok untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

    Dalam perkara tersebut, tersangka disangkakan Pasal 435 atau Pasal 436 Ayat (1) dan Ayat (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan jo. Lampiran I UU RI Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

  • Polres Metro Depok Ungkap Peredaran Sabu, 50,57 Gram Diamankan

    DEPOK – Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Depok mengungkap kasus dugaan peredaran narkotika jenis sabu di wilayah hukum Polres Metro Depok. Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan seorang laki-laki berinisial HY alias A beserta barang bukti sabu dengan total berat brutto 50,57 gram.

    Penangkapan dilakukan pada Senin, 14 September 2026 sekitar pukul 21.00 WIB, di kawasan Jl. Cagar Alam, Kelurahan Pancoran Mas, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok.

    Petugas Satresnarkoba Polres Metro Depok melakukan penggeledahan terhadap tersangka serta tempat tertutup lainnya. Dari hasil penggeledahan, ditemukan sejumlah paket plastik klip yang diduga berisi sabu.

    Barang bukti yang diamankan terdiri dari beberapa paket sabu dengan berat brutto masing-masing 25,24 gram, 0,86 gram, 5,94 gram, 4,63 gram, 10,24 gram, 2,38 gram, dan 1,28 gram, dengan total keseluruhan 50,57 gram.

    Selain narkotika, petugas turut mengamankan satu tas selempang warna biru-cokelat, satu dompet motif batik, satu timbangan digital warna hitam, serta satu unit telepon genggam OPPO A16 warna silver.

    Selanjutnya, tersangka bersama seluruh barang bukti dibawa ke Polres Metro Depok untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

    Atas perbuatannya, tersangka disangkakan Pasal 114 Ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo. Lampiran II UU RI Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, atau Pasal 609 Ayat (2) huruf a UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP jo. Pasal VII Angka 50 UU RI Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

  • Polres Metro Depok Ringkus Pengedar Sabu di Jalan Alternatif Cibubur, 29 Gram Narkoba Disita

    Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Metro Depok berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Cimanggis, Kota Depok.

    Dalam operasi tersebut, polisi menangkap seorang tersangka pria berinisial DSW alias Pakde (49) dengan barang bukti puluhan paket siap edar.

    Penangkapan bermula dari kecurigaan petugas terhadap aktivitas pelaku. Tim Opsnal Satresnarkoba yang dipimpin oleh Aipda Leo Raja Mandala, Aipda Adi Kustiadi, dan Brigadir Ridwan Dwi Gani langsung bergerak melakukan penyergapan saat pelaku berada di pinggir Jalan Alternatif Cibubur, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok.

    Saat disergap, petugas langsung melakukan penggeledahan badan dan pakaian terhadap pelaku yang diketahui berprofesi sebagai karyawan swasta dan berdomisili di Ciracas, Jakarta Timur tersebut.

    Sabu Disembunyikan dalam Kaos KakiDari hasil penggeledahan, polisi menemukan modus operandi pelaku yang cukup cerdik untuk mengelabui petugas. Pelaku menyembunyikan barang haram tersebut di dalam sebuah tote bag berwarna hijau.Di dalam tas tersebut, ditemukan kotak spion berwarna merah-hitam yang berisi sepotong kaos kaki putih. Saat kaos kaki itu diperiksa, petugas menemukan dua bungkus plastik klip bening besar berlapis tisu. Di dalamnya terdapat 40 plastik klip bening berisi narkotika jenis sabu dengan berat bruto keseluruhan mencapai 29,89 gram. Selain sabu, polisi juga menyita satu unit telepon genggam merk Samsung yang diduga kuat digunakan untuk bertransaksi.

    Ancaman HukumanGuna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka beserta seluruh barang bukti kini telah diamankan di Mapolres Metro Depok untuk menjalani proses pemeriksaan dan pengembangan penyelidikan lebih lanjut.Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 609 ayat (2) huruf A Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana dan/atau Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara yang berat.

  • Polri Terus Perkuat Pelayanan Warga di Pengungsian Gunung Sinabung

    Polri Terus Perkuat Pelayanan Warga di Pengungsian Gunung Sinabung

    JAKARTA — Polri terus memperkuat pelayanan dan kesiapsiagaan bagi masyarakat menyusul aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Hingga Kamis, 3 September 2026 pukul 08.00 WIB, Gunung Sinabung masih berstatus Level III atau Siaga.

    Meski intensitas asap kawah mengalami penurunan, Polri bersama Pemerintah Kabupaten Karo, TNI, PVMBG, BPBD, dan unsur terkait tetap meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi perkembangan situasi.

    Berdasarkan data Polda Sumatera Utara, asap kawah Gunung Sinabung terpantau berwarna putih hingga kelabu dengan ketinggian 50 hingga 300 meter di atas puncak kawah.

    Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, penurunan intensitas asap tidak menjadi alasan untuk mengurangi kewaspadaan. Polri bersama seluruh unsur terkait terus memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan dan pelayanan.

    “Meskipun intensitas asap kawah menurun, status Gunung Sinabung masih Level III atau Siaga. Karena itu, Polri bersama Pemkab Karo dan TNI tetap memperkuat kesiapsiagaan. Masyarakat kami minta tetap tenang, tetapi waspada, mengikuti setiap arahan petugas, dan tidak memasuki zona yang dinyatakan berbahaya,” ujar Trunoyudo dalam Keterangannya di Jakarta (3/9).

    Hingga pagi ini, sebanyak 374 warga Desa Kuta Tengah masih berada di lokasi pengungsian Jambur Desa Suka Tepu. Polri bersama Pemkab Karo dan TNI terus memastikan keamanan serta kebutuhan dasar masyarakat selama berada di pengungsian.

    Bantuan dari Kapolda Sumut juga telah disalurkan kepada warga terdampak berupa selimut, makanan ringan, minuman, dan snack anak.

    Selain memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, Polri juga memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis anak-anak terdampak. Satbinmas Polres Karo melaksanakan trauma healing bagi anak-anak di lokasi pengungsian.

    “Pelayanan kepada masyarakat tidak hanya menyangkut kebutuhan fisik, tetapi juga kondisi psikologis. Anak-anak menjadi perhatian kami agar tetap merasa aman dan mendapatkan pendampingan selama berada di pengungsian,” kata Trunoyudo.

    Dalam penanganan situasi tersebut, sebanyak 202 personel gabungan dari Ditsamapta, Brimobda Polda Sumut, dan Polres Karo masih disiagakan di sejumlah titik pantau dan lokasi posko pengungsian.

    Personel melakukan pemantauan aktivitas Gunung Sinabung, pelayanan masyarakat, serta siap mendukung proses evakuasi apabila terjadi peningkatan situasi. Polri juga terus memperkuat koordinasi dengan Pemkab Karo, TNI, PVMBG, BPBD, dan unsur terkait untuk memastikan setiap perkembangan dapat segera direspons secara cepat dan terkoordinasi.

    Di samping memberikan pelayanan kepada masyarakat di pengungsian, personel Polri juga melakukan penanganan terhadap dampak abu vulkanik. Personel Brimob Polda Sumut bersama personel BKO membantu melakukan penyiraman ruas jalan terdampak abu vulkanik menggunakan kendaraan Armoured Water Cannon (AWC).

    Upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi dampak abu vulkanik serta menjaga keamanan dan kenyamanan aktivitas masyarakat. Dukungan pelayanan kesehatan, dapur lapangan, logistik, serta sarana operasional juga telah disiapkan untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat selama proses penanganan.

    “Personel tetap berada di lapangan dan siap bergerak apabila terjadi perubahan situasi. Prioritas kami adalah memastikan masyarakat aman, kebutuhan pengungsi terpenuhi, dan setiap potensi risiko dapat diantisipasi sedini mungkin,” jelas Trunoyudo.

    Polri mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan dengan mengikuti setiap imbauan dan arahan personel Polri bersama tim gabungan di lapangan. Masyarakat juga diminta tidak memasuki zona yang dinyatakan berbahaya.

    Bagi masyarakat yang berada di wilayah terdampak abu vulkanik, Polri mengimbau agar menggunakan masker dan selalu mengikuti informasi resmi dari PVMBG, pemerintah daerah, serta petugas di lapangan.

    “Kami meminta masyarakat tetap tenang, jangan panik, tetapi jangan lengah. Ikuti arahan personel Polri dan tim gabungan di lapangan. Apabila ada perintah evakuasi, segera ikuti dan jangan menunda,” tegas Trunoyudo.

    Polri bersama Pemkab Karo, TNI, PVMBG, BPBD, dan seluruh unsur terkait akan terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Sinabung serta menyesuaikan langkah penanganan berdasarkan kondisi di lapangan dan rekomendasi resmi.

    Hingga Kamis, 3 September 2026 pukul 08.00 WIB, tidak terdapat korban jiwa akibat aktivitas Gunung Sinabung.

  • Polri Bersama Tim Gabungan Gunakan Cara Baru Hadapi Karhutla Gambut

    Polri Bersama Tim Gabungan Gunakan Cara Baru Hadapi Karhutla Gambut

    BANJARBARU, KALIMANTAN SELATAN — Polri bersama TNI, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, instansi teknis, dunia usaha, relawan, dan masyarakat memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan. Selain mengandalkan metode pemadaman konvensional, penanganan karhutla gambut kini diperkuat dengan pemanfaatan teknologi untuk mendeteksi dan mendinginkan bara yang masih tersimpan di bawah permukaan tanah.

    Polda Kalimantan Selatan menerapkan kombinasi drone thermal, sistem pipa undercooling, serta cairan pemadam berbahan dasar Methyl Ester Sulfonate (MES) yang dikembangkan Bidlabfor Polda Kalsel. Teknologi tersebut diterapkan salah satunya di kawasan Pengayuan, Banjarbaru, untuk menghadapi karakteristik lahan gambut yang memungkinkan panas dan bara bertahan di bawah permukaan meski api di atas tanah telah padam.

    Berdasarkan data kesiapsiagaan, sebanyak 3.030 personel Polda Kalsel menjadi bagian dari 11.681 personel gabungan yang disiapkan untuk penanganan karhutla di wilayah Kalimantan Selatan. Kekuatan tersebut dikerahkan sesuai tingkat kerawanan dan kebutuhan di masing-masing wilayah.

    Khusus di kawasan Pengayuan, sedikitnya 350 personel gabungan dari Polri, TNI, BPBD, Dinas Perkebunan dan Peternakan, pihak perusahaan, serta unsur pendukung diterjunkan. Personel bekerja dalam tiga shift untuk memastikan proses pemadaman, pembasahan, pendinginan, dan pemantauan berlangsung secara berkelanjutan.

    Pengayuan menjadi salah satu contoh penerapan kekuatan personel yang dipadukan dengan teknologi dalam menangani karhutla di lahan gambut. Kondisi gambut membuat api tidak selalu terlihat di permukaan karena panas dapat menjalar dan bara dapat bertahan di lapisan bawah tanah.

    Untuk mengatasi kondisi tersebut, sistem pipa undercooling digunakan dengan menancapkan pipa hingga sekitar dua meter ke dalam lapisan gambut. Cairan pemadam kemudian diinjeksi langsung ke bagian bawah permukaan yang masih menyimpan panas.

    Di saat yang sama, personel tetap melakukan pemadaman dan pembasahan dari permukaan menggunakan metode konvensional. Dengan pola tersebut, penanganan dilakukan dari dua arah, yakni memadamkan api dari atas sekaligus mendinginkan sumber panas dari bawah.

    Deteksi titik panas dilakukan menggunakan drone thermal milik Ditintelkam Polda Kalsel. Pemantauan dilakukan sebelum dan sesudah proses penanganan untuk mengetahui kondisi temperatur di lokasi.

    Pada salah satu titik pengujian, pemantauan awal mendeteksi suhu tanah gambut mencapai sekitar 120 derajat Celsius. Tim kemudian melakukan pembasahan permukaan dan menginjeksikan cairan melalui sistem pipa undercooling selama kurang lebih satu menit.

    Setelah proses penanganan, lokasi kembali dipantau menggunakan drone thermal. Hasil pemantauan menunjukkan suhu pada titik yang ditangani turun ke kisaran 30 derajat Celsius dan titik panas yang sebelumnya terdeteksi tidak lagi terlihat pada pemantauan berikutnya.

    Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan pemanfaatan teknologi tersebut bertujuan membantu petugas mengetahui kondisi karhutla secara lebih menyeluruh.

    “Kita tidak hanya melihat apakah api di permukaan sudah padam. Kita juga perlu mengetahui apakah masih ada panas yang tersimpan di bawah tanah. Drone thermal membantu menemukan titik panas, kemudian sistem undercooling digunakan untuk melakukan pendinginan dari bawah,” ujar Trunoyudo.

    Menurutnya, penerapan teknologi tersebut tidak menggantikan metode pemadaman yang selama ini digunakan. Sebaliknya, teknologi menjadi tambahan kemampuan bagi petugas, khususnya dalam menghadapi karakteristik lahan gambut.

    “Metode konvensional tetap dilakukan. Cara baru ini menambah kemampuan tim, khususnya ketika menghadapi karakter gambut yang memungkinkan bara bertahan di bawah permukaan,” lanjutnya.

    Cairan yang digunakan dalam sistem undercooling merupakan formula berbahan dasar MES hasil pengembangan Bidlabfor Polda Kalsel. Dalam penerapannya, sekitar 100 liter formula dapat dicampurkan dengan 12.000 liter air dalam satu kolam bioflok portable.

    Kolam tersebut digunakan untuk mendekatkan sumber air ke lokasi penanganan sekaligus mendukung pembasahan permukaan dan proses injeksi melalui pipa undercooling. Polda Kalsel juga menyiapkan kolam bioflok portable berkapasitas 12.000 liter untuk mendukung kebutuhan operasi di lapangan.

    Selain inovasi teknologi, penanganan karhutla tetap diperkuat dengan kesiapan personel dan sarana pendukung. Sejumlah peralatan yang disiapkan antara lain empat drone, 16 kendaraan AWC, enam kendaraan SAR, 115 kendaraan roda dua, 33 kendaraan R4 double cabin, 14 kendaraan R4 single cabin, tujuh kendaraan R4 tangki, 19 kendaraan R6 truck, 31 mesin pompa, lima pompa apung, dan lima pompa portable.

    Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., bersama Gubernur Kalimantan Selatan dan unsur Forkopimda meninjau langsung penerapan metode tersebut di kawasan Pengayuan, Rabu, 2 September 2026.

    Pengerahan di kawasan tersebut dilakukan secara terpadu melalui patroli, pemadaman, pembasahan, pendinginan, hingga pemantauan titik-titik rawan. Evaluasi terhadap penerapan metode baru juga terus dilakukan untuk memastikan teknologi yang digunakan benar-benar memberikan manfaat bagi petugas di lapangan.

    Trunoyudo mengatakan inovasi dalam penanganan karhutla harus diukur berdasarkan efektivitasnya di lapangan, bukan sekadar menjadi teknologi tambahan.

    “Kita tidak ingin inovasi hanya menjadi demonstrasi. Ukurannya adalah apakah benar-benar membantu petugas. Apakah lebih mudah diterapkan, apakah titik panas lebih cepat diketahui, dan apakah proses pendinginan dapat dilakukan dengan lebih tepat. Itu yang terus kita evaluasi,” katanya.

    Kapolda Kalsel juga menginstruksikan Bidlabfor Polda Kalsel untuk meningkatkan produksi formula cairan pemadam serta menyiapkan standardisasi sistem pipa undercooling agar dapat digunakan secara lebih luas oleh Satgas Karhutla di wilayah Kalimantan Selatan.

    Pengembangan tersebut diarahkan untuk memperkuat penanganan sekaligus mendukung upaya pencegahan. Dengan deteksi panas yang lebih dini, titik rawan diharapkan dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

    “Personel sudah dikerahkan, sarana sudah disiapkan, dan kerja bersama terus berjalan. Sekarang kita perkuat dengan teknologi dan cara baru. Tujuannya sederhana: ketika ada panas, kita bisa lebih cepat menemukan; ketika ada bara, kita bisa lebih tepat mendinginkan,” ujar Trunoyudo.

    Ia menambahkan, penanganan karhutla membutuhkan sinergi seluruh unsur karena persoalan kebakaran hutan dan lahan tidak dapat ditangani oleh satu pihak saja.

    “Polri tidak bekerja sendiri. Ada TNI, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, instansi teknis, dunia usaha, relawan, dan masyarakat. Semua memiliki peran. Inovasi ini menjadi salah satu cara untuk memperkuat kemampuan bersama dalam menghadapi karhutla,” katanya.

    Penanganan karhutla di Kalimantan Selatan dilakukan melalui rangkaian upaya mulai dari deteksi titik panas, pengerahan personel, pemadaman permukaan, pembasahan, pendinginan bawah tanah, pemantauan ulang, hingga pencegahan agar api tidak kembali muncul.

    Penerapan metode di Pengayuan menjadi salah satu contoh bagaimana pendekatan konvensional dapat dipadukan dengan teknologi untuk menghadapi karakter kebakaran gambut yang tidak selalu terlihat dari permukaan.

  • Brimob Polda Metro Jaya Patroli Cipta Kondisi, Bantu Pengemudi Ojol Kecelakaan di Kebun Sirih

    Brimob Polda Metro Jaya Patroli Cipta Kondisi, Bantu Pengemudi Ojol Kecelakaan di Kebun Sirih

    Jakarta — Brimob Polda Metro Jaya menggelar patroli cipta kondisi untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di sejumlah wilayah Jakarta, Kamis (3/9/2026). Sebanyak 10 personel dengan lima kendaraan roda dua diterjunkan menyusuri sejumlah titik yang dinilai rawan tawuran, pencurian dengan kekerasan (curas), hingga pencurian kendaraan bermotor (curanmor)

    Patroli dimulai setelah apel gabungan pada pukul 10.00 WIB. Tim kemudian bergerak menyusuri rute Slipi, Permata Hijau, Kebayoran Lama, Daan Mogot, hingga Kemanggisan. Kehadiran personel di lapangan ditujukan untuk mencegah potensi gangguan sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang beraktivitas di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

    Di tengah perjalanan kembali ke Mako sekitar pukul 12.30 WIB, personel Brimob menemukan seorang pengemudi ojek online bernama Sunardi yang mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Kebun Sirih. Personel segera membawa korban ke Klinik Sat Brimob Polda Metro Jaya di Kwitang untuk mendapatkan pertolongan pertama. Korban kemudian ditangani oleh Ibu Rini bersama anggota Bakes. Dari hasil pemeriksaan, Sunardi mengalami keseleo pada bagian bahu kiri serta luka memar pada kaki kiri. Setelah mendapat penanganan awal, personel menghubungi rekan korban bernama Sumardi untuk memberitahukan kejadian tersebut. Setelah kondisinya diperiksa dan mendapat pertolongan pertama, Sunardi kemudian dibawa pulang oleh rekannya.

    Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto mengatakan patroli cipta kondisi merupakan langkah preventif untuk menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. “Personel harus selalu waspada, bertindak sesuai SOP, serta mengedepankan sikap humanis saat memberikan pelayanan kepada masyarakat. Setiap kejadian menonjol juga harus segera dilaporkan agar dapat ditangani dengan tepat,” ujar nya.

    Kombes Pol. Henik menambahkan kehadiran personel Brimob di lapangan tidak hanya berfokus pada pencegahan gangguan kamtibmas, tetapi juga memberikan pertolongan ketika masyarakat membutuhkan. “Kami ingin personel selalu hadir dengan sikap responsif dan humanis. Ketika menemukan masyarakat yang membutuhkan bantuan, personel harus memberikan pertolongan sesuai kemampuan dan prosedur yang berlaku,” ujar nya.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati saat beraktivitas di jalan, terutama bagi pengendara roda dua yang memiliki mobilitas tinggi. Ia juga meminta masyarakat tidak ragu meminta bantuan kepada petugas apabila mengalami kendala atau melihat adanya gangguan kamtibmas.

    “Kami mengimbau masyarakat, khususnya para pengendara, agar selalu mengutamakan keselamatan, mematuhi aturan lalu lintas, dan tetap waspada selama beraktivitas. Apabila membutuhkan bantuan kepolisian atau melihat adanya potensi gangguan kamtibmas, segera hubungi petugas terdekat atau layanan Polisi 110,” Pungkas Kombes Budi.

  • Kapolri: Kakak Kapolri Dulu Juga Pramuka

    Kapolri: Kakak Kapolri Dulu Juga Pramuka

    Sukabumi – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo berbagi cerita tentang pengalamannya menjadi anggota Pramuka saat memberikan sambutan pada Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka Persatuan Ummat Islam (PUI) 2026 di Selabintana Camping Ground, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti ribuan anggota Pramuka dan keluarga besar PUI.

    Di hadapan para peserta, Kapolri yang akrab menyapa peserta dengan sebutan “adik-adik Pramuka” mengaku memiliki kedekatan tersendiri dengan Gerakan Pramuka. Ia mengenang masa sekolahnya ketika aktif mengikuti kegiatan Pramuka sejak tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.

    “Kakak Kapolri ini juga menjadi salah satu anggota Pramuka, mulai dari SD, dari Siaga, sampai dengan SMA saya ikut Gerakan Pramuka,” kata Kapolri.

    Pengalaman tersebut membuat pertemuannya dengan ribuan anggota Pramuka PUI menjadi momentum nostalgia sekaligus kebahagiaan tersendiri. Kapolri menilai pilihan generasi muda untuk bergabung dengan Pramuka merupakan langkah yang tepat dalam mempersiapkan diri menghadapi masa depan.

    Menurutnya, Pramuka bukan sekadar tempat berkumpul dan berkegiatan, tetapi merupakan wadah strategis untuk membentuk karakter, kedisiplinan, keterampilan, kepedulian, semangat gotong royong, serta kemampuan bersosialisasi. Bekal tersebut akan sangat bermanfaat ketika para anggota Pramuka memasuki dunia pendidikan, pekerjaan, maupun kehidupan bermasyarakat.

    Dalam suasana penuh keakraban, Kapolri juga mencontohkan sejumlah pejabat Polri yang pernah mengikuti Pramuka dan kini menjadi perwira tinggi. Ia pun menyampaikan pesan motivasi kepada para peserta bahwa pengalaman dan nilai-nilai yang diperoleh selama mengikuti Pramuka dapat menjadi bekal untuk meraih cita-cita.

    “Saya yakin bahwa di hadapan saya ini adalah adik-adik pilihan yang sudah benar memilih Gerakan Pramuka sebagai salah satu wadah untuk mempersiapkan diri sebagai generasi-generasi penerus di masa yang akan datang,” ujarnya.

    Kapolri kemudian mengingatkan bahwa tantangan generasi muda saat ini semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi dan media sosial. Kemudahan memperoleh informasi dan pengetahuan harus dimanfaatkan untuk belajar, mengembangkan kemampuan, serta menghasilkan berbagai hal positif.

    Namun, kemajuan teknologi juga membawa berbagai risiko. Karena itu, Kapolri meminta generasi muda untuk mewaspadai judi online, narkoba, tawuran, keterlibatan dalam geng, berbagai bentuk kejahatan, serta penyebaran paham negatif melalui media sosial yang dapat merusak masa depan.

    Kapolri juga menekankan pentingnya menjaga nilai kebangsaan di tengah keberagaman Indonesia. Menurutnya, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika tidak cukup hanya dihafalkan, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia turut mengapresiasi PUI yang sejak sebelum kemerdekaan konsisten menjaga semangat Islam wasathiyah dan komitmen terhadap NKRI.

    Dalam kesempatan tersebut, Kapolri menyatakan dukungannya terhadap usulan pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada tokoh pendiri PUI sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan dan kontribusinya bagi bangsa.

    Kapolri turut menyinggung momentum bonus demografi Indonesia. Menurutnya, besarnya jumlah penduduk usia produktif merupakan kesempatan yang harus dimanfaatkan melalui peningkatan kualitas pendidikan, keterampilan, karakter, dan daya saing generasi muda.

    Pemerintah, lanjut Kapolri, terus membuka kesempatan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program pendidikan, mulai dari Sekolah Rakyat, sekolah unggulan, sekolah transformasi, program LPDP, hingga berbagai fasilitas pendidikan lainnya. Polri juga turut mengambil bagian melalui SMA Kemala Taruna Bhayangkara.

    Tidak hanya mempersiapkan diri melalui pendidikan, Kapolri mengajak anggota Pramuka untuk terus hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, berbagai keterampilan yang diperoleh melalui Pramuka sangat relevan untuk mendukung penanggulangan bencana, pelayanan dan pengamanan kegiatan masyarakat, hingga pelestarian lingkungan.

    Kapolri secara khusus mengapresiasi anggota Pramuka yang selama ini ikut membantu masyarakat dalam berbagai kegiatan pengamanan, termasuk pada momentum mudik dan perayaan hari besar. Ia menilai kehadiran Pramuka ketika masyarakat membutuhkan merupakan wujud nyata semangat pengabdian.

    “Saya salut karena pada saat yang lain libur, kalian semua adik-adik Pramuka justru hadir di tengah-tengah masyarakat untuk ikut melayani masyarakat. Ini adalah semangat yang luar biasa dan harus terus dijaga,” tegasnya.

    Anggota Pramuka juga didorong menjadi pelopor Gerakan ASRI—Aman, Sehat, Resik, dan Indah—melalui kegiatan sederhana namun nyata, seperti menjaga kebersihan, mengurangi sampah, menanam pohon, serta ikut merawat lingkungan.

    Menutup sambutannya, Kapolri menegaskan bahwa Polri siap menjadi sahabat generasi muda. Ia mempersilakan para anggota Pramuka untuk menjadikan kepolisian sebagai tempat berkonsultasi ketika menghadapi kesulitan dalam perjalanan mengembangkan diri dan mengejar cita-cita.

    “Terus berkarya, terus kembangkan diri kalian, jadikan polisi sebagai sahabat kalian. Kami di kepolisian selalu siap untuk mendukung dan mendorong agar adik-adik semua bisa mencapai dan meraih cita-cita,” pesan Kapolri.

    Ia berharap seluruh peserta pulang dari Kemah Nasional dengan semangat dan tekad yang semakin kuat untuk mempersiapkan diri menjadi generasi terbaik sekaligus calon pemimpin Indonesia di masa mendatang.

    Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI 2026 berlangsung di Selabintana Camping Ground, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis, 3 September 2026.

  • Kapolri di Kemah Nasional PUI: Jaga Persatuan, Siapkan Generasi Muda Majukan Indonesia

    Kapolri di Kemah Nasional PUI: Jaga Persatuan, Siapkan Generasi Muda Majukan Indonesia

    Sukabumi – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengajak generasi muda untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan sekaligus mempersiapkan diri menjadi generasi penerus yang mampu membawa Indonesia semakin maju. Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka Persatuan Ummat Islam (PUI) 2026 di Selabintana Camping Ground, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026).

    Di hadapan ribuan anggota Pramuka dan keluarga besar PUI, Kapolri menegaskan bahwa Indonesia merupakan bangsa besar yang lahir dari kesepakatan para pendiri bangsa dan dipersatukan dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

    Keberagaman suku, budaya, dan berbagai potensi sumber daya yang dimiliki Indonesia, menurut Kapolri, merupakan kekuatan besar. Namun, kekuatan tersebut hanya dapat membawa Indonesia menjadi negara maju apabila seluruh elemen bangsa mampu menjaga persatuan.

    “Kalau ini semua kita satukan, tentunya ini menjadi satu kekuatan besar yang bisa mengantarkan Indonesia untuk maju, melompat menjadi negara nomor empat di dunia. Dan kita harus yakin bahwa kita bisa,” kata Kapolri.

    Kapolri juga mengingatkan bahwa Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika tidak boleh hanya berhenti sebagai sesuatu yang dihafalkan atau diucapkan. Nilai-nilai tersebut harus benar-benar dipahami dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga generasi muda tumbuh dengan semangat kebangsaan yang kuat.

    Dalam konteks tersebut, Kapolri mengapresiasi PUI yang sejak sebelum kemerdekaan telah mengambil posisi wasathiyah dan konsisten menjaga komitmen terhadap NKRI. Ia berharap nilai-nilai Intisab PUI dan semangat ishlah terus ditanamkan kepada generasi muda sebagai kekuatan untuk menjaga persatuan sekaligus mengisi kemerdekaan.

    Menurut Kapolri, tugas generasi saat ini adalah melanjutkan perjuangan para pendiri bangsa dengan mengisi kemerdekaan melalui karya dan kontribusi nyata. Karena itu, generasi muda harus dipersiapkan agar memiliki pengetahuan, karakter, kedisiplinan, keterampilan, serta kepedulian terhadap sesama.

    Dalam hal ini, Kapolri menilai Gerakan Pramuka menjadi salah satu wadah yang tepat untuk mempersiapkan generasi penerus dan calon pemimpin bangsa. Pramuka membiasakan generasi muda untuk disiplin, bergotong royong, bersosialisasi, saling membantu, dan memiliki keterampilan yang bermanfaat ketika terjun di tengah masyarakat.

    Kapolri bahkan mengenang pengalamannya mengikuti Gerakan Pramuka sejak duduk di sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.

    “Kakak Kapolri ini juga menjadi salah satu anggota Pramuka, mulai dari SD, dari Siaga, sampai dengan SMA saya ikut Gerakan Pramuka,” ujarnya.

    Kapolri mengatakan pentingnya mempersiapkan generasi muda semakin relevan karena Indonesia tengah menghadapi momentum bonus demografi, yakni ketika jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan penduduk usia nonproduktif. Momentum yang hanya terjadi sekali bagi setiap negara tersebut harus dimanfaatkan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kerja keras.

    “Manakala kita bisa berhasil memanfaatkan momentum tersebut dengan meningkatkan kualitas SDM dan kemudian kita bekerja keras, maka kita yakin bahwa Indonesia akan memiliki lompatan untuk menjadi negara maju,” tegasnya.

    Pemerintah, kata Kapolri, terus membuka ruang peningkatan kualitas SDM melalui berbagai program pendidikan, seperti Sekolah Rakyat, sekolah unggulan, sekolah transformasi, pendidikan jarak jauh, hingga program LPDP. Polri juga mengambil bagian melalui SMA Kemala Taruna Bhayangkara untuk mempersiapkan generasi muda yang memiliki kemampuan dan potensi menjadi pemimpin masa depan.

    Di tengah upaya tersebut, Kapolri meminta generasi muda tidak terjerumus pada berbagai hal negatif yang dapat merusak masa depan. Ia secara khusus mengingatkan bahaya narkoba, judi online, tawuran, keterlibatan dalam geng, kejahatan, serta pengaruh dan penyebaran paham negatif melalui media sosial.

    Perkembangan teknologi, menurutnya, harus dimanfaatkan sebagai sarana untuk belajar dan meningkatkan kemampuan. Kemudahan memperoleh informasi melalui smartphone, mesin pencari, media sosial, hingga berbagai teknologi baru memberikan kesempatan besar bagi anak muda untuk mengembangkan diri, sepanjang digunakan secara bijak.

    “Kalian semua adalah calon-calon penerus, calon-calon pemimpin bangsa. Sehingga kemudian harus saling menjaga, harus saling merawat, dan terus meningkatkan persatuan dan kesatuan. Karena hanya dengan persatuan dan kesatuan maka Indonesia ini akan menjadi maju,” pesan Kapolri.

    Selain mempersiapkan kemampuan diri, Kapolri mendorong anggota Pramuka untuk terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Ia mengapresiasi keterlibatan Pramuka dalam penanggulangan bencana dan pelayanan masyarakat, termasuk membantu berbagai kegiatan pengamanan pada momentum hari besar dan kegiatan masyarakat.

    Kapolri juga mendorong anggota Pramuka menjadi pelopor dalam menjaga lingkungan, antara lain melalui Gerakan ASRI—Aman, Sehat, Resik, dan Indah, dengan membangun kesadaran menjaga kebersihan, mengurangi sampah, dan menanam pohon.

    Menutup sambutannya, Kapolri menegaskan bahwa Polri siap menjadi sahabat generasi muda. Polri akan terus mendukung dan mendorong generasi muda untuk mengembangkan potensi, mengatasi berbagai kesulitan, serta meraih cita-cita.

    “Terus berkarya, terus kembangkan diri kalian, jadikan polisi sebagai sahabat kalian. Kami tentunya di kepolisian selalu siap untuk mendukung, mendorong agar adik-adik semua bisa mencapai dan meraih cita-cita,” tutup Kapolri.

    Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI 2026 diikuti 5.499 peserta, termasuk 3.957 anggota Pramuka serta perwakilan pelajar, mahasiswa, pemuda, guru, pengurus, dan unsur keluarga besar PUI.