News

  • LAPORAN HARIAN PERKEMBANGAN OPERASI KETUPAT 2026

    Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia menyampaikan bahwa pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 hingga hari ke-9 berjalan aman dan kondusif. Berdasarkan laporan periode Jumat, 20 Maret 2026 pukul 18.00 WIB hingga Sabtu, 21 Maret 2026 pukul 06.00 WIB, tidak terdapat kejadian menonjol yang mengganggu stabilitas kamtibmas.

    Di bidang lalu lintas, tercatat 260 kejadian kecelakaan dengan rincian 15 orang meninggal dunia, 25 orang luka berat, dan 272 orang luka ringan, dengan total kerugian materiil mencapai Rp695,7 juta. Polri terus mengimbau masyarakat agar mengutamakan keselamatan selama perjalanan.

    Sementara itu, volume arus lalu lintas keluar Jakarta melalui empat gerbang tol utama tercatat sebanyak 48.440 kendaraan atau turun 13,86 persen dibandingkan kondisi normal. Adapun arus masuk Jakarta tercatat 20.519 kendaraan atau turun 56,42 persen dibandingkan kondisi normal.

    Seiring dengan kondisi lalu lintas yang cenderung landai dan terkendali, Korps Lalu Lintas Polri secara resmi menghentikan penerapan rekayasa lalu lintas one way nasional pada arus mudik Lebaran 2026. Kebijakan tersebut diambil setelah melalui evaluasi bersama dan proses sosialisasi kepada masyarakat.

    Juru bicara satgas Humas Ops Ketupat 2026 Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan menyampaikan bahwa penghentian one way dilakukan karena kondisi arus kendaraan sudah kembali normal dan terkendali.

    “Berdasarkan hasil evaluasi, arus lalu lintas terpantau landai dan terkendali, sehingga rekayasa one way nasional dihentikan dan arus kendaraan kembali normal dua arah,” ujarnya.

    Ia menambahkan bahwa kebijakan rekayasa lalu lintas akan terus bersifat dinamis, menyesuaikan dengan kondisi di lapangan, guna memastikan mobilitas masyarakat tetap berjalan lancar. Saat ini, arus kendaraan baik menuju Jakarta maupun ke arah Trans Jawa terpantau normal. Jajaran kepolisian pun mulai memfokuskan pengamanan pada rangkaian Hari Raya Idulfitri, mulai dari malam takbiran, pelaksanaan Salat Id, hingga pengamanan di lokasi wisata.

    Di sisi lain, Polri juga mengingatkan masyarakat terkait potensi meningkatnya mobilitas pasca Lebaran atau bangkit mudik. Kesiapan personel di lapangan akan terus ditingkatkan, baik dalam pengaturan lalu lintas maupun pengamanan di titik rawan kepadatan. Pengelolaan arus balik dipastikan akan dilakukan secara optimal sebagaimana pada saat arus mudik. Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan diskon tarif tol pada 26 hingga 27 Maret 2026 serta kebijakan Work From Anywhere (WFA) guna menghindari penumpukan kendaraan dalam satu waktu.

    Selain itu, kepolisian juga mengantisipasi potensi kepadatan akibat kegiatan halal bihalal dan peningkatan kunjungan ke objek wisata, khususnya wisata air. Masyarakat dan pengelola diminta untuk memperhatikan kapasitas angkut serta mengutamakan keselamatan. Polri menegaskan bahwa keberhasilan Operasi Ketupat 2026 merupakan hasil sinergitas berbagai pihak, antara lain TNI, Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, Kementerian Kesehatan, Basarnas, BMKG, Jasa Raharja, pemerintah daerah, serta partisipasi aktif masyarakat.

    Pada momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Polri juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh masyarakat Indonesia.

    “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin. Semoga momentum ini menjadi sarana mempererat silaturahmi serta membawa keselamatan, kesehatan, dan keberkahan bagi kita semua,” tutupnya.

  • Polri Imbau Masyarakat Waspadai Lonjakan Arus Balik dan Manfaatkan WFA Pasca Idul Fitri 1447 H

    Usai pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah, Kepolisian Negara Republik Indonesia menyampaikan sejumlah imbauan penting kepada masyarakat terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta kondisi lalu lintas pasca hari raya.

    Kasatgas Humas Operasi Ketupat 2026, Tjahyono Saputro, menyampaikan bahwa Polri mengantisipasi adanya peningkatan mobilitas masyarakat pasca Lebaran, khususnya fenomena bangkit mudik.

    “Kami mengingatkan kembali himbauan Bapak Kapolri terkait potensi meningkatnya mobilitas masyarakat pasca Shalat Idul Fitri. Untuk itu, Polri bersama seluruh jajaran meningkatkan kesiapan personel di lapangan, baik dalam pengaturan lalu lintas maupun pengamanan di titik-titik rawan kepadatan,” ujar Brigjen Pol Tjahyono Saputro.

    Ia menegaskan bahwa pengelolaan arus balik akan dilakukan secara optimal sebagaimana saat arus mudik, guna memastikan perjalanan masyarakat tetap aman, lancar, dan nyaman.

    Lebih lanjut, masyarakat juga diimbau untuk memanfaatkan kebijakan diskon tarif tol yang berlaku pada 26 hingga 27 Maret 2026 sebagai upaya mendistribusikan arus kendaraan agar tidak terpusat dalam satu waktu.

    “Kami juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere atau WFA secara bijak, sehingga perjalanan arus balik dapat dilakukan secara bertahap dan tidak menimbulkan kepadatan yang berlebihan,” tambahnya.

    Selain itu, Polri turut mengantisipasi kegiatan halal bihalal di berbagai daerah yang berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas. Personel telah disiagakan untuk melakukan pengaturan di lokasi-lokasi kegiatan masyarakat tersebut.

    Terkait objek wisata, khususnya wisata air, masyarakat dan pengelola diimbau untuk memperhatikan kapasitas angkut serta mengutamakan keselamatan guna menghindari risiko kecelakaan akibat over kapasitas.

    Brigjen Pol Tjahyono juga menegaskan bahwa keberhasilan Operasi Ketupat 2026 merupakan hasil sinergi seluruh stakeholder, mulai dari TNI, kementerian terkait, hingga pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat.

    Pada kesempatan tersebut, disampaikan pula ucapan dari Kapolri kepada seluruh masyarakat.

    “Atas nama Institusi Polri, kami mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin. Semoga di hari yang fitri ini kita semua kembali kepada kesucian, mempererat tali silaturahmi, serta senantiasa diberikan keselamatan, kesehatan, dan keberkahan dalam setiap langkah kita,” tutupnya.

  • Arus Mudik di Bandara Soekarno-Hatta lancar, Polri Pastikan Pelayanan Optimal bagi Masyarakat

    Jakarta – Kasatgas Humas Operasi Ketupat 2026 bersama jajaran melaksanakan peninjauan langsung arus mudik di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kamis (19/3/2026). Peninjauan dilakukan di Terminal 1, 2, dan 3 guna memastikan kelancaran operasional serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.

    Kegiatan tersebut dihadiri oleh Brigjen Pol Tjahyono Saputro selaku Karo PID Divhumas Polri yang dalam hal ini Kasatgas Humas Ops Ketupat 2026,. Didampingi Brigjen Pol M. Ngajib, Direktur Samapta Korsabhara Baharkam Polri dalam hal ini selaku Kasatgas Preventif Ops Ketupat 2026 dan Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta Kombes Pol Wisnu Wardana.

    Dalam peninjauan tersebut, rombongan mengecek langsung kondisi arus penumpang di masing-masing terminal, sekaligus memastikan kesiapan personel dalam memberikan pelayanan dan pengamanan selama periode mudik. Selain itu, jajaran juga meninjau posko pelayanan yang tersedia di tiap terminal.

    Petugas turut memastikan bahwa fasilitas pendukung di posko sangat baik berjalan optimal, termasuk sistem pusat data yang mampu menyajikan informasi secara cepat dan akurat guna mendukung pengambilan keputusan di lapangan. Hal ini menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran arus mudik serta meningkatkan respons terhadap potensi gangguan.

    Tidak hanya itu, rombongan juga berinteraksi langsung dengan para penumpang untuk menyerap aspirasi serta memastikan bahwa pelayanan yang diberikan oleh petugas, baik dari Kepolisian maupun stakeholder terkait, berjalan dengan baik dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

    Brigjen Pol Tjahyono Saputro menyampaikan bahwa secara umum kondisi arus mudik di Bandara Soekarno-Hatta berjalan lancar dan terkendali.

    “Alhamdulillah, dari hasil pemantauan kami di Terminal 1, 2, dan 3, arus mudik berjalan dengan baik. Tercatat sekitar 191 ribu penumpang telah diberangkatkan melalui kurang lebih 1.200 penerbangan. Pelayanan yang diberikan petugas juga sudah cukup optimal sehingga masyarakat dapat terlayani dengan baik,” ujarnya.

    Ia juga mengapresiasi berbagai inovasi layanan yang dihadirkan, termasuk dukungan mobil antar terminal bagi penumpang yang membutuhkan.

    “Ini menjadi bentuk pelayanan tambahan yang sangat membantu masyarakat, khususnya bagi penumpang yang harus berpindah terminal. Kami melihat ini mendapat respons positif dari masyarakat,” tambahnya.

    Polri berharap seluruh rangkaian Operasi Ketupat 2026, khususnya di sektor transportasi udara, dapat terus berjalan aman dan lancar hingga akhir masa operasi.

    “Mudah-mudahan sampai dengan selesainya operasi ini, seluruh pelayanan penerbangan dapat berjalan dengan baik, sehingga masyarakat bisa melaksanakan mudik dengan aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan bersama keluarga,” tutupnya.

    Mudik Aman, Keluarga Bahagia

  • Satresnarkoba Polres Metro Depok Ungkap Ribuan Butir Obat Daftar G Selama Maret 2026

    Depok – Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Depok berhasil mengungkap peredaran obat daftar G jenis tramadol dalam jumlah besar selama periode awal hingga pertengahan Maret 2026.

    Dalam kurun waktu tersebut, petugas berhasil menyita sebanyak 4.066 butir tramadol dari sejumlah lokasi di wilayah Kota Depok. Pengungkapan ini merupakan hasil dari 13 laporan yang diterima penyidik, sekaligus mengamankan 13 orang pelaku yang terlibat dalam jaringan peredaran obat terlarang tersebut.

    Para pelaku diketahui beroperasi di berbagai wilayah di Kota Depok, antara lain Tajur Halang, Pancoran Mas (Panmas), Limo, Sukmajaya, Sawangan, dan Beji. Modus yang digunakan pelaku adalah mengedarkan obat secara ilegal tanpa izin, yang berpotensi disalahgunakan oleh masyarakat, khususnya kalangan remaja.

    Kasat Resnarkoba Polres Metro Depok, Kompol Yefta Haruan, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk memberantas peredaran obat daftar G di wilayah hukumnya.

    “Peredaran obat daftar G ini sangat merugikan dan kerap menjadi pemicu berbagai permasalahan, seperti tawuran, tindak pidana, serta kenakalan remaja lainnya,” ujarnya.

    Ia juga mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif dalam memberikan informasi kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan terkait peredaran obat-obatan terlarang.

    Dengan pengungkapan ini, diharapkan dapat menekan angka peredaran obat ilegal serta menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kota Depok.

  • Laporan Harian Operasi Ketupat 2026 Pemantauan Arus Mudik Tanggal 18 Maret 2026

    Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melalui Juru Bicara Operasi Ketupat 2026 menyampaikan update situasi lalu lintas dan keamanan selama pelaksanaan Operasi Ketupat, Rabu (18/3/2026). Dalam laporan harian untuk periode Selasa, 17 Maret 2026 pukul 18.00 WIB hingga Rabu, 18 Maret 2026 pukul 06.00 WIB. Pada periode ini, angka kecelakaan lalu lintas mencapai 173 kejadian. Dari jumlah tersebut, 29 orang meninggal dunia, 70 orang mengalami luka berat, dan 505 orang luka ringan. Kerugian material ditaksir mencapai lebih dari Rp1 miliar.

    Polri juga mencatat peningkatan signifikan pada arus kendaraan keluar Jakarta. Sebanyak 142 ribu kendaraan melintas melalui empat gerbang tol utama, atau meningkat sekitar 45 persen dibandingkan kondisi normal. Hal ini menunjukkan bahwa arus mudik Lebaran 2026 mulai mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

    Sebagai langkah antisipasi, Korlantas Polri telah memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa one way sepenggal tahap pertama sejak Selasa, 17 Maret 2026 pukul 15.00 WIB di ruas Tol Trans Jawa, mulai dari KM 70 Tol Cikampek hingga KM 273 Tol Pejagan–Pemalang. Selain itu, pada hari ini direncanakan penerapan one way nasional dari KM 70 Tol Cikampek hingga KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung, menyesuaikan dengan kondisi arus lalu lintas terkini.

    Di sektor penyeberangan, kepadatan juga terpantau di Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Berdasarkan laporan di lapangan pada Rabu pagi pukul 09.30 WITA, antrean kendaraan menuju Jawa mencapai sekitar 11 kilometer dari arah Denpasar hingga depan SD 5 Melaya. Sementara dari arah Singaraja, antrean tercatat sekitar 100 meter dari Tugu Cekik.

    Kepadatan tersebut didominasi kendaraan pribadi. Untuk mengurai antrean, petugas melakukan sejumlah langkah seperti percepatan kendaraan prioritas, pengantongan di Terminal Cargo Gilimanuk dan Jembatan Timbang Cekik, serta optimalisasi buffer zone dengan sistem kanalisasi.

    Di dalam area pelabuhan, seluruh kantong parkir di dermaga dan terminal telah terisi penuh. Sebanyak 33 kapal beroperasi hingga pukul 07.00 WITA, dan mulai pukul 08.00 WITA, 23 kapal menerapkan pola Tiba Bongkar Berangkat (TBB) guna mempercepat sirkulasi penyeberangan.

    Polri mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan mudik. Pengendara diminta memastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima, serta tidak memaksakan diri apabila lelah.

    “Masyarakat diharapkan memanfaatkan rest area untuk beristirahat, mematuhi aturan lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama,” disampaikan dalam laporan tersebut.

    Selain itu, Polri juga menyediakan layanan penitipan kendaraan bermotor secara gratis di kantor kepolisian bagi masyarakat yang akan mudik. Masyarakat juga diingatkan untuk tidak menggunakan petasan karena berpotensi membahayakan keselamatan dan mengganggu ketertiban umum.

    Untuk kebutuhan darurat, masyarakat dapat menghubungi layanan kepolisian di nomor 110 yang aktif selama 24 jam.

    Polri menegaskan akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bersama seluruh pemangku kepentingan guna memastikan kelancaran dan keamanan arus mudik Lebaran 2026.

    Mudik Aman, Keluarga Bahagia.

  • Satgas Ops Damai Cartenz Perkuat Sinergi dengan Wartawan Mimika Lewat Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama

    MIMIKA – Dalam upaya mempererat sinergi serta membangun komunikasi yang lebih harmonis dengan insan pers, Satgas Operasi Damai Cartenz menggelar kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama dengan para jurnalis di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin (16/3/2026).

    Kegiatan yang berlangsung di Junsei Cafe ini dihadiri oleh jajaran Satgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026 bersama sejumlah wartawan dari berbagai media yang bertugas di wilayah Mimika.

    Acara yang dimulai sekitar pukul 17.00 WIT tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Selain menjadi momen berbuka puasa bersama, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperkuat hubungan dan koordinasi antara Satgas Operasi Damai Cartenz dengan insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam penyampaian informasi kepada masyarakat.

    Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menyampaikan apresiasi atas peran aktif para jurnalis dalam menyajikan informasi yang objektif dan edukatif kepada masyarakat.

    Menurutnya, kolaborasi antara aparat keamanan dan media memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas keamanan serta menciptakan situasi yang kondusif di Tanah Papua.

    “Media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat. Kami mengapresiasi rekan-rekan jurnalis yang selama ini turut membantu menghadirkan informasi yang objektif sehingga masyarakat dapat memahami situasi secara utuh dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak benar,” ujarnya.

    Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., yang menekankan pentingnya menjaga hubungan baik melalui komunikasi yang terbuka dan konstruktif.

    Ia menyebut, kemitraan yang solid dengan media akan mendukung penyampaian informasi terkait situasi keamanan maupun kegiatan di Papua secara cepat, tepat, dan bertanggung jawab.

    “Silaturahmi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama antara aparat keamanan dan rekan-rekan media. Dengan komunikasi yang baik, kita dapat bersama-sama menjaga situasi keamanan yang kondusif di Papua,” ungkapnya.

    Kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama tersebut berlangsung lancar dan penuh keakraban. Melalui kegiatan ini, diharapkan hubungan harmonis antara Satgas Operasi Damai Cartenz dan insan pers di Kabupaten Mimika dapat terus terjaga guna mendukung penyampaian informasi yang akurat dan terpercaya kepada masyarakat.

  • Praktis dan Cepat, Layanan SKCK Polda Metro Jaya Tuai Apresiasi Masyarakat

    Jakarta — Layanan SKCK Online Keliling Polda Metro Jaya yang berlangsung di SPKT Polda Metro Jaya mendapat apresiasi dari masyarakat. Warga yang memanfaatkan layanan tersebut menilai proses pengurusan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) berjalan cepat, mudah, dan sangat membantu, Selasa (17/3/2026).

    Salah satu pemohon, Sintya Hutagalung, mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan. Ia menyebut proses pengurusan SKCK sangat praktis dengan petugas yang ramah serta waktu penyelesaian yang cepat. “Hallo, nama saya Sintya Hutagalung. Saya baru saja mengurus SKCK di Polda Metro Jaya, pengurusannya sangat praktis, pegawainya ramah, dan cepat sekali selesainya,” ujarnya.

    Sementara itu, Pamin 1 Sie Yanmin Ditintelkam Polda Metro Jaya, Ipda M. Alghifari, mengatakan bahwa layanan SKCK Online Keliling ini merupakan upaya untuk mempermudah masyarakat dalam mengurus administrasi kepolisian. Pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan yang cepat, profesional, dan humanis.

    “Melalui layanan ini, kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan kemudahan dalam pengurusan SKCK tanpa proses yang berbelit, sehingga dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” jelasnya.

  • Wakapolri Tinjau Udara Arus Mudik, Pastikan Penyeberangan Merak–Bakauheni Terkendali

    Lampung – Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo melakukan pemantauan arus mudik Lebaran 2026 di jalur penyeberangan Merak–Bakauheni guna melihat secara langsung dinamika pergerakan kendaraan serta kesiapan pengamanan Operasi Ketupat 2026. Hal tersebut disampaikan dalam doorstop kepada awak media di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, Selasa (17/3).

    Berdasarkan hasil pemantauan udara, arus lalu lintas dari arah Jakarta menuju Merak maupun sebaliknya terpantau relatif lancar dengan dukungan kondisi cuaca yang cukup baik. Meski demikian, antrean kendaraan roda dua dan roda empat mulai terlihat di Pelabuhan Merak sebagai bagian dari peningkatan volume pemudik yang akan menyeberang menuju Bakauheni.

    “Secara umum dari hasil analisa dari udara relatif cukup lancar, dan alhamdulillah dalam kondisi cuaca yang cukup baik,” ujar Komjen Pol. Dedi Prasetyo.

    Dalam kesempatan tersebut, Komjen Pol. Dedi Prasetyo juga menyampaikan prediksi puncak arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Gelombang kedua arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 hingga 19 Maret, sementara arus balik diprediksi berlangsung dalam dua gelombang, yakni pada 24–25 Maret dan 28–29 Maret 2026.

    “Diprediksi arus mudik gelombang kedua akan terjadi pada tanggal 18 sampai 19 Maret. Kemudian arus balik diperkirakan pada tanggal 24–25 dan 28–29 Maret,” jelasnya.

    Sejumlah langkah pengamanan dan rekayasa lalu lintas telah disiapkan oleh Polda Lampung bersama stakeholder terkait guna mengantisipasi lonjakan volume kendaraan pada periode tersebut. Penguatan pengamanan dilakukan melalui patroli, pengawalan, serta pengaturan arus kendaraan di titik-titik krusial, khususnya menuju kawasan pelabuhan.

    Selain itu, kesiapan juga mencakup dukungan sarana dan prasarana, termasuk pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu, serta pemantauan melalui command center untuk memastikan pergerakan arus lalu lintas dapat terpantau secara menyeluruh. Masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan baik, menghindari waktu-waktu puncak apabila memungkinkan, serta memanfaatkan layanan kepolisian melalui call center 110 apabila membutuhkan bantuan selama perjalanan.

    “Apabila membutuhkan layanan kepolisian, silakan hubungi layanan 110 dan kami minta jajaran untuk merespons dengan cepat,” tutupnya.

    Dengan berbagai langkah antisipasi tersebut, diharapkan pelaksanaan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026, khususnya di wilayah penyeberangan Merak–Bakauheni, dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.

  • Titiek Soeharto Apresiasi Kapolri Tindaklanjuti Instruksi Presiden soal Bangun Jembatan

    Riau – Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto mengapresiasi kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang terus menyukseskan seluruh program Presiden Prabowo untuk masyarakat Indonesia.

    Salah satunya adalah membangun jembatan untuk kemaslahatan masyarakat. Titiek sendiri menghadiri langsung peresmian 27 jembatan dan Groundbreaking 83 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau.

    “Saya ingin menyampaikan selamat dan apresiasi kepada Kepolisian Republik Indonesia di bawah pimpinan Pak Kapolri, Jenderal Sigit, beserta utamanya kepada Polda Riau yang sudah membangun baru saja kita resmikan ada 27 jembatan,” kata Titiek, Selasa (17/3/2026).

    Menurutnya, pembangunan jembatan Polri ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Pasalnya, kata Titiek, jalur penghubung itu bisa memperlancar aktivitas anak sekolah dan lainnya.

    “Yang menghubungkan dua daerah yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat sehingga sekolah anak-anak bisa sekolah dengan lancar, sesuai dengan ini perintah Pak Presiden langsung dilaksanakan oleh Pak Kapolri beserta jajarannya,” ujar Titiek.

    Titiek menegaskan, Polri tidak akan berhenti membangun jembatan hanya di Riau. Namun, Ia meyakini jalur penghubung tersebut bakal dibangun di seluruh Indonesia.

    Mengingat, kata Titiek, Polri terus menyukseskan seluruh program Presiden. Ia mencontohkan kesuksesan Korps Bhayangkara menghasilkan swasembada pangan khususnya jagung.

    “Jadi mudah-mudahan, ini bukan tugas kepolisian tentunya untuk membangun jembatan, tapi karena terpanggil untuk segera menyelesaikan masalah-masalah yang ada di daerah supaya anak-anak bisa belajar dengan baik, ke sekolah dengan baik, dan perekonomian kedua bagian sisi jembatan ini bisa berjalan dengan baik,” paparnya.

    “Makanya kepolisian turun tangan dan sekali lagi kami dari Komisi IV mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas langkah-langkah kerja nyata dari Polri yang telah dilakukan selama ini,” tambahnya mengakhiri.

  • Wakapolri: Aplikasi Siger Polda Lampung Permudah Pemudik, Perjalanan Lebih Aman dan Terukur

    Lampung – Wakapolri Komjen. Pol Dedi Prasetyo memberikan apresiasi kepada Polda Lampung atas kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, khususnya melalui inovasi aplikasi Siger yang didukung soliditas dan sinergi kuat lintas stakeholder dalam mengelola arus mudik Lebaran 2026. Apresiasi tersebut disampaikan saat doorstop kepada awak media di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, Selasa (17/3).

    Wakapolri menilai, peningkatan signifikan yang ditunjukkan Polda Lampung tidak terlepas dari kolaborasi erat antara Polri, TNI, pemerintah daerah, Basarnas, dan ASDP. Sinergi ini menjadi kunci dalam menghadirkan pelayanan yang optimal kepada masyarakat, sehingga perjalanan mudik dapat berlangsung lebih aman, lancar, dan terukur.

    Salah satu wujud nyata upaya pelayanan Polri adalah kehadiran aplikasi Siger yang menyajikan data lalu lintas secara real-time dan akurat. Aplikasi ini menjadi baseline utama dalam pengambilan keputusan di lapangan oleh Kapolda Lampung dan seluruh jajaran, sehingga setiap langkah penanganan dilakukan berbasis data (data-driven), lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran bagi kebutuhan masyarakat.

    Melalui aplikasi Siger, kondisi arus lalu lintas diklasifikasikan dalam tiga kriteria utama, yakni hijau, kuning, dan merah. Kategori hijau menunjukkan kondisi arus yang masih landai dan terkendali. Namun ketika terjadi peningkatan volume kendaraan berdasarkan traffic counting, maka masuk pada kategori kuning sebagai peringatan dini. Pada fase ini, kepadatan mulai terdeteksi dari gate tol hingga kisaran KM 500 menuju KM 1, sehingga langkah antisipasi langsung dijalankan.

    Dalam kondisi kuning, Polda Lampung bersama stakeholder telah menyiapkan lima rest area sebagai buffer zone untuk mengatur arus kendaraan sebelum menuju Pelabuhan Bakauheni. Pada titik ini, ASDP juga telah proaktif menghadirkan layanan pembelian tiket di rest area yang telah ditentukan, baik secara online maupun manual, sehingga masyarakat tidak perlu menunggu di pelabuhan.

    Apabila volume kendaraan meningkat signifikan, dengan rekapitulasi mencapai di atas 6.000 hingga 9.000 kendaraan dan kepadatan mencapai sekitar KM 4, maka kondisi ditetapkan sebagai kategori merah. Pada situasi ini, langkah penanganan ditingkatkan dengan penambahan buffer zone menjadi 10 rest area. Seluruh titik tersebut juga dilengkapi layanan tiket oleh ASDP untuk mempercepat proses penyeberangan dan mengurangi antrean.

    Selain pengendalian arus, aplikasi Siger juga berfungsi sebagai layanan informasi bagi masyarakat. Pemudik dapat menentukan pilihan jalur perjalanan secara lebih terukur, karena telah disiapkan empat alternatif jalur, yakni jalur barat, jalur tengah, jalur tol, dan jalur timur. Dengan skema ini, distribusi kendaraan menjadi lebih merata dan arus lalu lintas dapat dikendalikan secara optimal.

    Pelayanan kepada masyarakat juga diperkuat melalui distribusi kendaraan ke empat pelabuhan—ASDP, SMA, BBJ, dan Panjang—yang diputuskan secara terpadu oleh seluruh stakeholder. Melalui mekanisme ini, kendaraan roda dua, roda empat, dan angkutan penumpang lainnya dapat diarahkan secara proporsional ke masing-masing pelabuhan, sehingga mengurangi penumpukan dan meningkatkan kelancaran arus.

    Dalam aspek kesiapsiagaan, Polda Lampung bersama stakeholder juga telah menyiapkan langkah antisipasi terhadap situasi kontingensi, khususnya kecelakaan di perairan. Sebanyak 16 kapal disiagakan dengan dukungan 320 personel gabungan dari TNI, Basarnas, Polair, dan Polri. Kesiapan ini dilengkapi dengan perhitungan kebutuhan keselamatan seperti life jacket, kecepatan respons, serta penguatan pemantauan berbasis data secara real-time guna memitigasi risiko fatalitas di lapangan.

    Command center yang terintegrasi menjadi pusat kendali utama dalam memantau seluruh pergerakan arus lalu lintas dan mendukung pengambilan keputusan cepat lintas instansi. Selain itu, Polda Lampung juga mengoptimalkan pelayanan melalui pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu di berbagai titik strategis untuk memastikan masyarakat mendapatkan bantuan dengan cepat dan mudah.

    “Keberhasilan ini tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh soliditas dan sinergi seluruh stakeholder dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dengan langkah yang terkoordinasi dan berbasis data, pemudik dapat merasakan perjalanan yang lebih aman, lancar, dan nyaman,” ujar Wakapolri.

    Melalui berbagai upaya tersebut, Polri terus menghadirkan pelayanan yang responsif, terukur, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Dengan kesiapan yang matang serta sinergi yang kuat, pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 di wilayah Lampung diharapkan berjalan aman, lancar, serta mewujudkan mudik aman, keluarga bahagia.